RADARSOLO.COM - Liga 1 Indonesia musim 2024/2025 memasuki fase krusial. Dari total 18 klub, seluruh tim telah menuntaskan 31 pertandingan. Kini, tinggal tiga laga tersisa yang akan menentukan nasib banyak tim, terutama yang berada di papan bawah klasemen.
Tujuh tim saat ini masih berada dalam bayang-bayang degradasi dari Liga 1 ke Liga 2. Mereka harus berjuang mati-matian untuk tidak finis di tiga posisi terbawah.
Jika gagal lolos dari jeratan itu, maka degradasi ke Liga 2 pun tak terhindarkan.
Persaingan sangat ketat, selisih poin tipis membuat setiap laga tersisa bernilai final.
Tak hanya soal strategi, tekanan mental dan ketahanan fisik juga akan menjadi penentu siapa yang selamat dan siapa yang harus turun kasta.
Ini daftar tim yang masih berpotensi terdegradasi dari Liga 1:
1-Persik Kediri: Di Atas Angin Tapi Belum Membuat Nyaman
Persik Kediri saat ini menempati posisi ke-12 klasemen dengan koleksi 37 poin. Secara matematis, posisi ini belum sepenuhnya aman, terutama jika tiga laga tersisa berakhir tanpa hasil positif.
Tantangan berat menanti Macan Putih. Mereka harus menghadapi Arema FC (11 Mei 2025), Semen Padang (18 Mei 2025), dan Borneo FC (25 Mei 2025).
Namun, catatan pertemuan di putaran pertama memberi secercah harapan. Persik berhasil meraih tiga kemenangan beruntun saat itu—menang 1-0 atas Arema FC (16/12/2024), menekuk Semen Padang 3-1 (21/12/2024), dan membantai Borneo FC 4-0 (27/12/2024).
Baca Juga: Lolos Club Licensing, Persis Solo Masih Punya PR di Dua Aspek Ini
Jika mampu mengulang performa tersebut, Persik tidak hanya akan selamat dari degradasi, tetapi juga bisa finis dengan kepala tegak di papan tengah klasemen.
2-Madura United: Jalan Penuh Duri Menuju Zona Aman
Madura United berada satu tingkat di bawah Persik Kediri, menempati posisi ke-13 dengan 33 poin. Selisih poin yang tipis dengan tim-tim di bawahnya membuat posisi Laskar Sape Kerrab masih rawan terseret ke jurang degradasi.
Tiga laga tersisa tak akan mudah. Mereka dijadwalkan menghadapi Borneo FC (10 Mei), Bali United (17 Mei), dan PSS Sleman (25 Mei).
Rekor pertemuan di putaran pertama cukup beragam—dibantai 0-5 oleh Borneo FC (14/12/2024), menang tipis 2-1 atas Bali United (20/12/2024), namun kembali terpukul dengan kekalahan telak 0-4 dari PSS Sleman (27/12/2024).
Baca Juga: Persis Solo Fokuskan Diri ke Markas PSBS Biak, Rapor Bagus di laga Tandang Jadi Pegangan
Agar selamat dari zona merah, Madura United wajib memetik poin di sisa laga, terutama saat bertemu langsung dengan PSS Sleman yang kini berada di zona degradasi. Hasil di pertandingan itu bisa menjadi penentu nasib mereka di akhir musim.
3-Persis Solo: Misi Berat Yang Butuh Keajaiban
Persis Solo saat ini menempati peringkat ke-14 klasemen dengan koleksi 32 poin. Dengan hanya tiga laga tersisa dan posisi yang belum aman, tim berjuluk Laskar Sambernyawa masih harus berjuang keras untuk menjauh dari zona degradasi.
Mereka akan menghadapi PSBS Biak (11/5/2025), Dewa United (17/5/2025), dan Persib Bandung (25/5/2025) di penghujung musim.
Di putaran pertama, Persis hanya mampu bermain imbang 1-1 kontra PSBS Biak (16/12/2024), lalu menelan dua kekalahan beruntun: 0-2 dari Dewa United (21/12/2024) dan 0-1 dari Persib Bandung (29/12/2024).
Tentu ini jadi sebuah misi yang cukup super duper berat. Selain catatan sebelumnya yang semuanya minor, tiga tim ini juga ada di posisi atas semua.
Terlebih Persib Bandung sudah menasbihkan jadi jiara Liga 1 musim ini.
Jadwal yang tersisa jelas cukup berat, terutama melawan dua tim papan atas seperti Dewa United dan Persib. Kemenangan atas PSBS Biak menjadi target realistis yang wajib diamankan.
Jika gagal, tekanan mental dan ancaman degradasi bisa makin menghantui Persis di pekan-pekan penutup musim.
4-Semen Padang: Perjuangan Menjauh dari Zona Degradasi
Semen Padang kini berada di posisi ke-15 dengan 31 poin, dan hanya tinggal tiga pertandingan untuk memastikan nasib mereka di Liga 1.
Laga-laga tersisa melawan Persebaya Surabaya (11/5/2025), Persik Kediri (18/5/2025), dan Arema FC (25/5/2025) menjadi kunci penentuan kelangsungan mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Di putaran pertama, Semen Padang hanya mampu bermain imbang 0-0 kontra Persebaya Surabaya (15/12/2024), namun kemudian mereka mengalami kekalahan telak 1-3 melawan Persik Kediri (21/12/2024) dan 1-2 dari Arema FC (27/12/2024). Dengan catatan ini, Semen Padang harus berjuang mati-matian agar tidak terdegradasi.
Waktu semakin sempit, dan setiap poin sangat berarti bagi tim asuhan pelatih yang kini berada di ujung tanduk.
5-Barito Putera: Penentu Nasib di Tiga Laga Berat
Barito Putera berada di ambang degradasi. Saat ini tim asal Kalimantan Selatan itu menghuni posisi ke-16 klasemen sementara Liga 1 2024/2025 dengan koleksi 30 poin. Mereka belum aman karena kini berada di zona merah.
Tiga laga terakhir yang akan menentukan nasib mereka bukanlah lawan mudah. Barito dijadwalkan menghadapi Persib Bandung (9/5/2025), PSM Makassar (17/5/2025), dan PSIS Semarang (25/5/2025).
Di pertemuan putaran pertama, Barito kalah 1-2 dari Persib (18/12/2024), kemudian tumbang 2-3 saat bertamu ke markas PSM Makassar (22/12/2024), dan hanya bermain imbang 0-0 kontra PSIS (29/12/2024).
Artinya, semua lawan telah memberi kesulitan nyata bagi Barito di putaram pertama, dan diperyemuan kedua tentu persaingan akan lebih berat.
Satu-satunya hasil imbang pun terjadi saat menjamu sesama tim papan bawah PSIS di putaran pertama, tak punya pegangan untuk bisa mudang memenangkannya di pertemuan kesua.
Dengan ketatnya persaingan di dasar klasemen, duel terakhir kontra PSIS bisa menjadi laga hidup-mati yang menentukan apakah Barito bertahan di Liga 1 atau harus turun kasta musim depan.
6-PSS Sleman: Menang Terus Atau Tenggelam di Terjerumus di Kasta Kedua
PSS Sleman saat ini berada di posisi ke-17 klasemen Liga 1 dengan koleksi 25 poin. Dengan hanya tiga laga tersisa, nasib mereka benar-benar berada di ujung tanduk.
Tiga pertandingan pamungkas akan menentukan segalanya: melawan PSIS Semarang (9/5/2025), Persija Jakarta (17/5/2025), dan Madura United (25/5/2025).
Menilik hasil di putaran pertama, PSS sempat menunjukkan taji dengan menang 2-1 atas PSIS Semarang (17/12/2024) dan menggulung Madura United 4-0 (27/12/ 2024).
Namun mereka tumbang 1-3 saat berhadapan dengan Persija Jakarta (21/12/2024).
Dengan modal dua kemenangan atas lawan yang sama di laga sebelumnya, PSS memiliki peluang untuk membalikkan keadaan. Tapi mereka juga harus waspada—satu kesalahan bisa membuat harapan bertahan di Liga 1 lenyap seketika.
7-PSIS Semarang: Misi Mustahil Hindari Degradasi
PSIS Semarang berada di dasar klasemen sementara Liga 1 dengan 25 poin, sama seperti PSS Sleman, namun kalah selisih gol.
Nasib mereka kini bergantung pada tiga laga terakhir yang tak bisa dianggap enteng: menghadapi PSS Sleman (9/5/2025), Malut United (16/5/2025), dan Barito Putera (25/5/2025).
Catatan dari pertemuan putaran pertama tak begitu menggembirakan. PSIS kalah 1-2 dari PSS Sleman (17/12/2024), tumbang 1-3 dari Malut United (22/12/ 2024), dan hanya bermain imbang 0-0 melawan Barito Putera (29/12/2024).
Tiga hasil buruk itu jadi cermin tantangan yang akan mereka hadapi. Namun peluang belum sepenuhnya tertutup.
Jika mampu memetik kemenangan di dua laga awal, duel melawan Barito Putera di pekan terakhir bisa menjadi penentu hidup dan mati tim kebanggaan Semarang ini di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (nik)
Editor : Niko auglandy