RADARSOLO.COM - Selama beberapa tahun, Persib Bandung selalu merayakan ulang tahunnya pada 14 Maret 1933.
Namun, manajemen Persib Bandung memutuskan untuk mengubah tanggal tersebut menjadi 5 Januari 1919.
Perubahan ini memicu polemik dan perdebatan yang masih berlangsung hingga saat ini.
Cikal bakal Persib Bandung adalah Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB).
Dilansir dari website resmi Persib Bandung, BIVB didirikan pada 5 Januari 1919.
Pada 2023, PT Persib Bandung Bermartabat bekerja sama dengan Program Studi Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran untuk menyusun naskah akademik tentang Hari Jadi Persib.
Dalam penelitian ini, dijelaskan bahwa sepak bola pertama kali diperkenalkan di Hindia Belanda pada tahun 1895, ketika Victoria dari Surabaya didirikan.
Sepak bola kemudian menyebar ke berbagai kota, termasuk Bandung, yang menjadi tempat kelahiran klub pertama Bandoengsche Voetbal Club (BVC) pada Desember 1900.
Seiring berkembangnya sepak bola di Bandung, muncul gagasan untuk mendirikan Bond (perserikatan), yang akhirnya terwujud pada tahun 1913 dengan nama Bandoengsche Voetbal Bond (BVB). Pada 11 Juli 1914, BVB mendapat pengakuan hukum dari pemerintah Hindia Belanda.
Tidak hanya digemari oleh kalangan bangsa Belanda, sepak bola juga mulai diminati oleh kalangan pribumi.
Pada periode 1919-1928, BIVB secara rutin menyelenggarakan pertandingan, baik turnamen maupun kompetisi. Pemain pribumi akhirnya bergabung dengan klub-klub yang terdaftar di BVB, meskipun awalnya tidak diizinkan untuk berkompetisi secara penuh.
Kondisi tersebut memicu perlawanan dari kalangan pribumi, yang akhirnya membentuk Bandoengsch Inlandsh Voetbal Bond (BIVB) pada 7 Januari 1919.
Berdasarkan koran Kaoem Moeda, BIVB dibentuk oleh 13 klub pribumi di Bandung, yang bertujuan untuk memajukan sepak bola di kalangan pribumi dan menjadi wadah untuk kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat pribumi.
Pada 1928, nama Inlandsh diubah menjadi Indonesische, sehingga perserikatan ini dikenal dengan nama Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (BIVB).
Pada 1930, BIVB menjadi salah satu pendiri PSSI. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada awal 1930-an, muncul keinginan untuk melakukan fusi antara BIVB dan National Voetbal Bond (NVB), namun fusi ini tidak terlaksana dengan sempurna.
Pada 1932, PSKB (Persatuan Sepakbola Kebangsaan Bandoeng) sempat didirikan sebagai hasil fusi BIVB dan NVB, namun masalah perbedaan statuta menyebabkan PSKB akhirnya dibubarkan.
Pada 4 September 1932, hasil musyawarah pengurus BIVB menghasilkan keputusan untuk mengubah nama PSKB menjadi Perkoempoelan Sepakraga Indonesia Bandoeng (PSIB). PSIB kemudian tunduk pada aturan PSSI.
Setelah Sportpark Tegallega diresmikan, ide untuk melakukan fusi antara PSIB dan NVB muncul kembali.
Namun, perbedaan pendapat mengenai nama perserikatan hasil fusi membuat proses fusi berlangsung lama. Pada 17 Desember 1933, anggota PSIB menyetujui fusi dengan NVB, dan pada 18 Maret 1934, perserikatan baru ini akhirnya disepakati dengan nama Persib (Persatoean Sepakraga Indonesia Bandoeng).
Dengan nama baru, Persib resmi dipakai pada 18 Maret 1934, dan menjadi satu-satunya perserikatan sepak bola bumi putera di Bandung.
Di Bandung saat itu, terdapat tiga perserikatan yang masing-masing mengadakan kompetisi. Persib berada di bawah naungan PSSI, BVB berkompetisi di bawah NIVB, dan VBU yang tidak terafiliasi dengan NVB atau PSSI.
Namun, tanggal lahir Persib yang semula tercatat pada 14 Maret 1933 masih diperdebatkan hingga saat ini, dengan berbagai klaim dan bukti sejarah yang terus dikaji. (nik)
Editor : Niko auglandy