Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pemain Persis Solo Datang dan Pergi, Leader Tim: Tali Persaudaraan tetap Terjalin Abadi

Mannisa Elfira • Senin, 2 Juni 2025 | 04:50 WIB
Skuad Persis Solo di Liga 1 2024/2025.
Skuad Persis Solo di Liga 1 2024/2025.

RADARSOLO.COM Seragam boleh berganti, tapi rasa hormat dan kekeluargaan tetap kekal abadi. Persaingan hanya berlangsung 90 menit, selebihnya merupakan cerita tentang persaudaraan yang tak lekan waktu.

Inilah yang diharapkan terus dipegang oleh pemain atau mantan punggawa Persis Solo. Tepa selira di manapun berada.

Satu per satu perpisahan mulai menyeruak dari kubu Persis Solo. Dinamika yang cukup wajar setelah musim kelar dan kontrak rampung.

Kini rekan, kelak bisa jadi musuh di lapangan hijau.

Tapi sejauh apapun langka melaju, satu hal tak boleh dilupa adalah mereka pernah berdarah Laskar Sambernyawa.

Itulah pesan hangat yang ditekankan oleh Kapten Persis Solo Eky Taufik setelah Ramadhan Sananta berpamitan di ruang ganti usai pertandingan terakhir melawan Persib Bandung di GBLA, beberapa waktu lalu.

Pemain asal Sragen itu menegaskan bahwa perpisahan adalah bagian dari kenyataan sepak bola profesional. Namun di luar itu, mereka tetap keluarga. 

“Ini (lawan Persib Bandung) pertandingan terakhir (musim 2024/2025). Musim depan ada yang datang dan ada yang pergi, itulah sepak bola profesional, normal, semua ada di situ. Tapi satu yang harus diingat, di mana pun nanti kita berada, masih di Persis atau di tim lain, kita masih saudara,” tegas Eky.

Ya, Ramadhan Sananta resmi angkat kaki dari bond kebanggaan wong Solo. Setelah dua tahun berseragam Persis, pemain kelahiran Kepulauan Riau tersebut memutuskan untuk hengkang.

Tak berselang lama, giliran gelandang Mali Moussa Sidibe yang menyampaikan salam perpisahan.

Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Sidibe ucapkan terima kasih kepada seluruh elemen Persis Solo.

Eky berharap, siapa pun yang bertahan ataupun yang memilih jalan berbeda musim depan, tak melupakan bahwa mereka pernah jadi keluarga.

Eky mengajak seluruh rekannya mengenang perjuangan selama satu musim penuh. Dari tekanan di papan bawah, hingga akhirnya menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Kita tetap teman, tetap keluarga. Kita pernah berjuang bersama-sama dari bawah hingga lolos zona degradasi. Kita saling mengenal, saling mengerti karakter satu sama lain. Saya harap kalau nanti kita ketemu di mana pun tempatnya, kita say hallo, tetap jadi teman, tetap jadi keluarga,” lanjutnya.

Kekeluargaan di tubuh Persis Solo memang bukan sekadar kata. Suasana hangat itu nyata adanya.

Seusai pertandingan, tak jarang para pemain saling menghampiri mantan rekan satu timnya. Mereka berpelukan erat, ada juga yang menepuk bahu sambil menanyakan kabar.

Ambil contoh pada pertandingan kandang terakhir di Stadion Manahan, saat Persis Solo menjamu Dewa United.

Meski sudah mengenakan seragam baru, dua mantan penggawa Persis, Alexis Messidoro dan Arapenta Poerba, menunjukkan rasa hormatnya yang dalam.

Setelah peluit akhir dibunyikan, keduanya berdiri bersama di tengah lapangan. Menyanyikan anthem kebanggaan Persis Solo dengan para suporter yang memenuhi tribun. (nis/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#Bursa Transfer #persis solo #liga 1