Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ingin Sejarah Persis Solo Terus Dikenang, Rian Miziar Sumbangkan Medali Pribadi ke Museum

Mannisa Elfira • Jumat, 13 Juni 2025 | 20:43 WIB
SPARTAN: Bek Persis Solo Rian Miziar (kanan) menjegal pemain asing PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo Sleman, 7 Juli. (GUNTUR AGA/RADAR JOGJA)
SPARTAN: Bek Persis Solo Rian Miziar (kanan) menjegal pemain asing PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo Sleman, 7 Juli. (GUNTUR AGA/RADAR JOGJA)

RADARSOLO.COM - Jika disimpan, akan menjadi koleksi pribadi. Jika dimuseumkan, berpeluang untuk membuat banyak orang yang menengok termotivasi dan paham akan sejarah yang didapat oleh tim kebanggaan Persis Solo.

Itulah yang baru saja dilakukan Rian Miziar.

Niatnya sudah lama terpatri, tapi waktunya yang tak kunjung bersahabat. Centerback Persis Solo, Rian Miziar menyimpan satu keinginan sederhana.

Menyerahkan medali pribadinya ke Museum Titik Nol Pasoepati.

Medali perunggu yang diraih saat turut membawa Laskar Sambernyawa finis sebagai juara ketiga Piala Presiden 2024.

Bukan bicara soal gengsi. Bukan juga karena tak lagi dibutuhkan. Rian melihat medali tersebut akan menjadi suatu sejarah kecil yang akan dia ukir bersama bond kebanggaan wong Solo.

Tak langsung hilang, melainkan terpancar lebih lama dan dikenang oleh pecinta Laskar Sambernyawa.

"Sudah sejak lama, beberapa bulan setelah mendapat juara tiga Piala Presiden, saya sudah berencana menyerahkan medali itu. Saya pikir, itu bagus untuk dimuseumkan karena mungkin akan ada banyak pelajaran nanti ke depannya," ucap Rian kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (12/6).

Sibuk dengan dinamika urusan masing-masing, rencana pertemuan Rian dengan pemilik Museum Titik Nol Pasoepati Mayor Haristanto pun terus tertunda.

Sejatinya sudah beberapa kali mencoba menjadwalkan pertemuan, tapi keduanya tak bisa bertemu di waktu yang sama.

“Hanya saja, saat berjanjian dengan Pak Mayor, tidak ketemu terus waktunya,” sambung pemain dengan nomor punggung 26 itu.

Pemilik Museum Titik 0 Pasoepati Mayor Haristanto membawa medali pribadi, jersey latihan, dan id player milik Rian Miziar.
Pemilik Museum Titik 0 Pasoepati Mayor Haristanto membawa medali pribadi, jersey latihan, dan id player milik Rian Miziar.

Setelah sekian lama, akhirnya Rian Miziar memutuskan untuk menitipkan langsung medali itu melalui rekannya yang bernama Pak Rohmat.

Buka hanya medali saja, bek tengah Laskar Sambernyawa itu turut menyertakan jersey latihan serta ID pemain yang dulu dikenakannya.

"Barang-barang tersebut sangat berarti. Meskipun kita juara 3 Piala Presiden, tapi itu merupakan salah satu pencapaian terbaik kita sejauh ini," sebutnya.

Kini, barang-barang tersebut sudah terpampang di Museum Titik Nol Pasoepati. Bukan hanya fisik, melainkan juga lengkap dengan ceritanya.

Salah satu bagian dari perjalanan sejarah Laskar Sambernyawa yang terus bertumbuh di kompetisi sekarang ini.

"Saya pribadi datang langsung ke sana sih belum (pernah). Kemarin rencana menyerahkannya langsung ke museum cuma mengingat waktunya yang kurang pas akhirnya meminta tolong titip ke Pak Rohmat," lanjutnya.

Di pandangan Rian, Museum Titik Nol Pasoepati bakal menjadi salah satu saksi perjalanan sejarah Laskar Sambernyawa. Kehadirannya bisa menjadi wadah pelestarian sejarah dalam olahraga, terutama klub Persis Solo.

"Saya pikir sesuatu yang bagus untuk pelestarian. Jadi terdapat, apa saja yang pernah dicapai oleh klub. Apa saja juga yang harus diperbaiki ke depan ketika di situasi sulit atau kurang bagus. Kita bisa melihat sejarah ke belakang bahwa kita bisa mengukir hal-hal bagus dengan kesatuan dari seluruh elemen Persis Solo," jelasnya.

Harapan dari hati yang terdalamnya pun muncul. Rian menginginkan, siapapun yang menyaksikan medali itu nantinya dapat mengambil sisi positif.

"Saya berharap kecintaannya kepada klub kebanggaan Persis Solo semakin besar," tandasnya.

Medali, jersey, juga ID pemain sampai ke tangan Mayor Haristanto pada Selasa, 10 Juni kemarin. Tapi lagi-lagi, Mayor tidak menerimanya langsung karena dinamika agenda pribadi.

"Selasa kemarin dititipkan Pak Rohmat dikirim ke Museum Titik Nol Pasoepati. Saya juga tidak bertemu dengan Pak Rohmat. Sudah setahun lebih kencan dengan Rian Miziar. Sampai kini belum ketemu. Janji besok mau ketemu bila sudah disuruh lagi di Solo lagi," ucap Mayor Haristanto.

Baca Juga: Persis Solo Bocorkan Info Bakal Berlatih Kembali Dalam Waktu Dekat, Siapa Pemain Yang Akan Merapat?

Museum Titik Nol Pasoepati sendiri digagas Mayor pada 2020 silam. Dari sana, Mayor menata koleksi aneka jersey, syal, hingga foto-foto penuh kenangan yang telah dirawat sejak Pasoepati lahir di tahun 2000 lalu.

"Ada jersey Erick Thohir saat jadi owner Inter Milan, sepatu Bima Sakti, sepatu Ferdinand Sinaga, ratusan koleksi cover Ole Nasional Bola bertandatangan tokoh kover, jersey Tomy Haryanto, polo Jackson F. Tiago, mantan coach Persis Solo. Juga ada kaos tangan mantab kiper timnas alm Bejo Sugiantoro, Wahyu Tri Nugroho, ratusan syal, kliping koran dan lain-lain," sebut Mayor. (nis/nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
#persis solo #liga 1