Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ini Alasan Shadu Rasjidi Hengkang dari DeadSquad, Suami Komika Aci Resti Ini Akui Ada Pertarungan Hebat di Batinnya

Niko auglandy • Kamis, 10 Juli 2025 | 19:05 WIB

Shadu Rasjidi saat perform bersama DeadSquad.
Shadu Rasjidi saat perform bersama DeadSquad.

RADARSOLO.COM - Melalui akun Instagram pribadinya, @shadu_rasjidi, bassist Shadu Rasjidi akhirnya buka suara terkait keputusannya mundur dari band death metal legendaris Indonesia, DeadSquad.

Dalam unggahan yang menyentuh, Shadu menyampaikan bahwa keputusan ini bukan hal yang mudah baginya.

"Teman-teman tersayang, hari ini saya memutuskan mundur dari DeadSquad. Jujur, bukanlah hal yang mudah untuk menyatukan death metal ke dalam jiwa dan raga saya selama empat tahun," tulis Shadu.

Baca Juga: Shadu Rasjidi Hengkang dari DeadSquad: Bongkar Pasang Formasi Kembali Terjadi, Bassist 510 Gabung di Tur Eropa

Musisi yang juga dikenal sebagai suami dari komika Aci Resti ini mengakui bahwa keputusannya dilandasi pencarian jujur dari dalam dirinya sendiri.

Meski telah berusaha keras menyesuaikan diri, ia menyadari bahwa genre musik yang selama ini ia mainkan bersama DeadSquad ternyata bukanlah panggilan hatinya sebagai seorang seniman.

"Setelah saya bertanya ke dalam diri saya lagi, memang ini bukan musik yang membuat hati saya nyaman sebagai musisi. Saya terus mencoba, belajar, dan memberikan yang terbaik di setiap performa," ungkapnya.

Baca Juga: Down for Life Rilis Album Kalatidha, Digarap Bareng Produser Lamb of God: Sarat Kritik Sosial dan Balutan Spiritualitas Jawa

Meski berat, keputusan ini diambil Shadu dengan penuh pertimbangan dan ketulusan.

Dia tetap menyimpan rasa hormat yang besar terhadap DeadSquad dan perjalanan mereka selama ini, sekaligus membuka lembaran baru dalam karier bermusiknya yang lebih sesuai dengan isi hati dan jati dirinya.

Shadu Rasjidi lahir dari keluarga yang kental dengan darah seni. Ia merupakan putra sulung dari Idang Rasjidi, musisi jazz legendaris yang sangat dihormati di dunia musik Indonesia.

Tak mengherankan jika Shadu mewarisi bakat musik dari sang ayah—meskipun memilih jalur yang berbeda.

Jika ayahnya dikenal luas sebagai maestro jazz, Shadu justru tumbuh dan berkembang dalam ranah musik metal dan eksperimental.

Sejak muda, Shadu telah menunjukkan ketertarikan yang besar pada instrumen bass. Ia memulai karier musiknya dengan mendalami jazz, mengikuti jejak sang ayah dalam memahami harmoni dan seni improvisasi.

Namun, seiring berjalannya waktu, selera dan eksplorasi musikal Shadu meluas ke berbagai genre.

Titik balik kariernya terjadi pada tahun 2021, saat ia memutuskan bergabung dengan band death metal ternama, DeadSquad. Peralihan dari jazz ke metal sempat mengejutkan banyak pihak.

Namun, justru di sanalah publik melihat luasnya spektrum musikalitas Shadu. Sebagai bassist, gaya permainannya dikenal solid, penuh tenaga, dan sangat ekspresif.

Dia bukan sekadar pengisi ritme, tetapi juga memberi warna dan karakter kuat dalam setiap komposisi DeadSquad.

"Semoga saya sudah menampilkan dan memberikan yang terbaik untuk DeadSquad. Hanya segitu dan sudah yang paling pol. Mohon maaf jika selama saya di DeadSquad ada banyak kekurangan dan kesalahan. Terima kasih untuk DeadSquad dan Pasukan Mati seluruh Indonesia," ungkap Shadu dalam pernyataan perpisahannya.

Baca Juga: Setelah Soloensis, MTAD, dan Down For Life, Persis Solo Kali Ini Kolaborasi dengan Band Barmy Blokes

Meski belum memberikan kepastian tentang langkah selanjutnya, besar kemungkinan Shadu akan kembali mendalami musik jazz—akar musikal yang selama ini menjadi bagian dari hidupnya.

Terlepas dari ke mana arah kariernya akan berlanjut, satu hal pasti: Shadu Rasjidi adalah seorang musisi lintas genre yang telah membuktikan bahwa musik sejati tak mengenal batas.

Seperti diberitakan sebelumnya, kabar mengejutkan datang dari dunia musik metal Tanah Air.

DeadSquad, band death metal asal Jakarta, mengumumkan bahwa salah satu personel mereka, Shadu Rasjidi, memutuskan untuk hengkang.

Keputusan ini disampaikan secara resmi melalui unggahan di akun Instagram @deadsquad.official pada Rabu malam, 9 Juli 2025.

Formasi DeadSquad Karis (gitaris), Shadu Rasjidi (bassist) Roy Ibrahim (drummer), Stevie Item (gitaris), Vicky Mono (vokalis)
Formasi DeadSquad Karis (gitaris), Shadu Rasjidi (bassist) Roy Ibrahim (drummer), Stevie Item (gitaris), Vicky Mono (vokalis)

Dalam pernyataan tersebut, pihak Dead Squad menjelaskan bahwa Shadu memilih mundur demi mengejar arah musik yang berbeda.

Mereka menegaskan bahwa keputusan tersebut murni datang dari Shadu secara pribadi, tanpa adanya konflik internal di antara anggota band.

“Kami ingin menginformasikan bahwa Shadu Rasjidi telah memutuskan untuk berpisah dengan DeadSquad untuk mengejar arah musik yang berbeda,” tulis pihak manajemen band.

DeadSquad juga menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih yang mendalam atas kontribusi Shadu selama menjadi bagian dari band. Mereka menyebut Shadu sebagai sosok yang telah memberikan energi, jiwa, dan musikalitas yang luar biasa selama perjalanannya bersama DeadSquad.

“Tidak ada konflik di antara kami, hanya apresiasi yang mendalam atas energi, jiwa, dan kemampuan bermusik yang ia sumbangkan selama bersama band ini. Terima kasih, Shadu, telah menjadi bagian dari perjalanan bermusik kami. Semoga yang terbaik untukmu,” lanjut mereka dalam unggahan tersebut.

Kepergian Shadu membuat formasi DeadSquad kini menyisakan empat personel aktif: Stevie Item sebagai gitaris sejak awal terbentuknya band pada 2006, Karis yang mengisi posisi gitar sejak 2016, Roy Ibrahim di posisi drummer sejak 2020, dan Vicky Mono yang menjadi vokalis sejak 2022.

Meski ditinggal satu personel, DeadSquad dipastikan tetap akan melanjutkan perjalanan musikal mereka.

Di balik kabar hengkangnya Shadu Rasjidi, publik kembali mengingat sejarah panjang perjalanan DeadSquad sebagai band death metal papan atas Tanah Air.

Grup musik ini berasal dari Jakarta dan terbentuk pada tahun 2006 sebagai sebuah project band. Pendiri awalnya terdiri dari nama-nama besar di kancah musik cadas Indonesia, yakni Stevie Item, Ricky Siahaan (Seringai), Bonny Sidharta, dan Andyan Gorust (Siksakubur).

Baca Juga: Antara Studio Recording dan Home Recording, Down For Life: Ono Rego Ono Rupo

Sejak awal berdiri, DeadSquad telah mengalami bongkar pasang personel.

Hingga kini, setidaknya 14 anggota pernah memutuskan untuk meninggalkan band dengan beragam alasan, mulai dari perbedaan visi hingga kepentingan pribadi.

Di antara mereka adalah Ricky Siahaan, Prisa, Babal, Bonny Sidharta, Coki Bollemeyer, Alan Musyfia, Andyan Gorust, Auliya Akbar, Anak Agung Gde, Alvin Eka Putra, Daniel Mardhany, Welby Cahyadi, dan Agustinus Widi.

Shadu Rasjidi sendiri bergabung pada 2021 sebagai bassist dan menjadi bagian penting dari energi baru DeadSquad dalam beberapa rilisan terakhir.

Namun pada 9 Juli 2025, ia resmi mengundurkan diri.

Sebagai pengganti, DeadSquad langsung bergerak cepat. Mereka secara resmi memperkenalkan Ronal Adrian sebagai pemain bass yang akan mengisi formasi untuk tur mendatang.

Ronal sebelumnya dikenal lewat karyanya bersama unit cadas bernama 510.

Baca Juga: Latihan Pestapora di Solo: Ini Jadwal, Lineup Performer, hingga Harga Tiket Konsernya

“Beberapa dari Anda mungkin mengenalnya dari karyanya bersama 510. Kami sangat gembira bisa mengajaknya bergabung saat kami memasuki fase kekacauan berikutnya,” tulis pihak DeadSquad dalam pengumuman resminya.

Menariknya, beberapa jam sebelum pengumuman hengkangnya zshadu, band ini mengumumkan ke publik akan jalani tur Eropa mereka yang bertajuk Obsidian Ritual.

Tur tersebut akan berlangsung selama 17 hari, menjelajahi 12 titik panggung di enam negara berbeda: Belanda, Belgia, Swiss, Jerman, Ceko, dan Slovakia.

Rangkaian konser ini dijadwalkan mulai 18 Juli hingga 3 Agustus 2025, dan akan menjadi salah satu tur internasional terbesar yang pernah dijalani band ini sejak berdiri.

Dengan formasi baru dan semangat yang tetap membara, DeadSquad siap menyambut fase selanjutnya dalam perjalanan musik mereka yang tak pernah sepi dari kejutan dan gejolak. (nik)

Editor : Niko auglandy
#Aci Resti #metal #Shadu Rasjidi #Deadsquad