Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

BONGKAR ARSIP: Mengenang Kisah Menyedihkan Persis Solo di Manado 30 Tahun Silam, Tiket Promosi Gagal Digapai di Laga Hidup Mati

Niko auglandy • Minggu, 13 Juli 2025 | 18:03 WIB

 

Logo Persis Solo
Logo Persis Solo

RADARSOLO.COM - Tiga dekade silam, Persis Solo nyaris menorehkan sejarah dengan promosi ke kasta tertinggi Liga Indonesia.

Andai itu terjadi, sejatinya Persis Solo bisa satu kasta dengan klub sekota, yakni Arseto Solo.

Sayangnya, mimpi itu harus pupus di fase krusial, meski Laskar Sambernyawa menunjukkan performa gemilang sepanjang musim.

Kisahnya penuh drama di kompetisi Divisi I 1995 patut dikenang sebagai bagian penting dari perjalanan panjang klub kebanggaan wong Solo ini.

Dalam penelusuran sejarah yang dilakukan Redaktur Olahraga Jawa Pos Radar Solo Nikko Auglandy yang akhirnya tercatat di bukunya: Bangkitlah Sang Legenda, Kiprah persis Solo di Dunia Sepakbola, akhirnya terungkap bahwa pada musim 1995, Laskar Sambernyawa berlaga di Divisi I Liga Indonesia dengan cukup menegangkan sepanjang musim.

Saat itu ini Divisi I merupakan kompetisi kasta kedua di Indonesia.

Sementara Divisi Utama menjadi kompetisi tertinggi sepak bola nasional saat itu.

Persis Solo datang di kompetisi Divisi I 1995 dengan status sebagai juara Divisi II Nasional 1994.

Pemain kunci Persis saat itu adalah Ratmoko, Triyanto, Totok Supriyanto, Sukisno, Edy Hargiyanto, Widiyanto, Supriyanto, Supangat, Suparjan, Sarwedi, dan Yanis Budi “Ucok”.

Di babak awal Divisi I 1995, Persis tergabung dalam Grup Tengah II, bersama Persijap Jepara, Persedikab Kediri, dan Perseden Denpasar.

Format kompetisi menggunakan sistem home and away, di mana dua tim teratas akan melaju ke fase berikutnya.

Perjalanan Persis di fase penyisihan grup diawali dengan hasil manis.

Bertandang ke stadion di Kediri, Persis berhasil menundukkan tuan rumah Persedikab Kediri dengan skor tipis 1-0.

Kemenangan tersebut menjadi modal berharga untuk laga-laga selanjutnya.

Namun di laga kandang melawan Perseden Denpasar di Stadion Sriwedari, Persis harus puas bermain imbang.

Hasil serupa kembali terjadi saat mereka bertandang ke markas Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini.

Skor imbang membuat persaingan di grup semakin ketat.

Momentum penting terjadi saat laga kandang melawan Persijap pada 4 Juni 1995.

Di depan ribuan pendukungnya, Persis tampil trengginas dan menang telak 3-0.

Gol-gol dicetak oleh Supangat di menit ke-10, Suparjan di menit ke-43, dan Yanis Budi di menit ke-61.

Sayangnya, kekalahan telak di laga tandang melawan Perseden Denpasar pada 11 Juni 1995 cukup menyakitkan. Bermain di Stadion Ngurah Rai, Persis dihajar 0-3.

Gol-gol lawan dicetak oleh Putu Sudjatmiko (25), Alexander Saununu (59), dan Mariasan (74).

Laga terakhir di fase grup menjadi penentu. Persis menjamu Persedikab di Stadion Sriwedari pada 17 Juni 1995. Dalam pertandingan penuh tensi, Laskar Sambernyawa berhasil menang dan memastikan diri lolos ke babak selanjutnya.

Setelah lolos dari fase grup penyisihan, Persis melaju ke babak 8 besar Divisi I 1995 dan tergabung di Grup A bersama PSJS Jakarta Selatan, Persiss Sorong, dan PSBL Bandar Lampung.

Semua pertandingan digelar di Stadion Klabat, Manado.

Pada laga pembuka 2 Juli 1995, Persis ditahan imbang tanpa gol oleh PSJS Jakarta Selatan.

Hasil tersebut belum cukup ideal bagi Persis yang tengah memburu tiket ke semifinal.

Laga kedua melawan Persiss Sorong pada 5 Juli 1995 berlangsung sengit. Persiss unggul lebih dulu melalui gol Marthen Konjol di menit ke-31.

Namun hanya berselang tiga menit, Persis menyamakan kedudukan lewat gol Supangat.

Di babak kedua, Persis sempat unggul 2-1 berkat gol Edy Marguyanto pada menit ke-50, tapi kembali disamakan oleh Konjol di menit ke-66. Skor akhir 2-2 membuat harapan Persis masih menggantung.

Pada pertandingan ketiga sekaligus penentuan, Persis berhasil menang tipis 1-0 atas PSBL Bandar Lampung pada 8 Juli 1995 lewat gol Widiyanto di menit ke-29.

Hasil ini mengantarkan Persis finish sebagai runner-up Grup A dengan lima poin, hasil dari sekali menang dan dua kali seri.

PSBL keluar sebagai juara grup dengan enam poin, sementara PSJS (empat poin) dan Persiss Sorong (satu poin) tersingkir.

Dengan dua tiket semifinal dari grup ini, Persis dan PSBL berhak melaju ke babak berikutnya.

Di sisi lain, ada tiga slot promosi ke Divisi Utama yang diperebutkan oleh empat semifinalis.

Di babak semifinal, langkah Persis tersandung dengan secara menyakitkan.

Bertemu tuan rumah Persma Manado pada 11 Juli 1995 di Stadion Klabat, Persis kalah telak 0-6.

Gawang yang dijaga Ratmoko dibobol masing-masing oleh Yan Kaunang (7, 33), Johan Hendemans (35), Rudi Manumpil (75, 80), dan Abdon Pongoh (83).

Skor yang mencolok ini menjadi kekalahan paling menyakitkan bagi Persis sepanjang musim.
Sementara itu di semifinal lainnya, PSBL Bandar Lampung juga mengalami nasib serupa. Mereka kalah 0-2 dari Persikab Kabupaten Bandung lewat gol Risdiyanto (24) dan Agustian Indra (36).

Dengan hasil tersebut, Persma Manado dan Persikab lolos ke partai final sekaligus mengunci dua tiket promosi ke Divisi Utama.

Persis Solo dan PSBL harus bertarung sekali lagi di perebutan tempat ketiga—laga yang menjadi penentu terakhir siapa yang akan mendapatkan tiket promosi ketiga ke kasta tertinggi Liga Indonesia musim berikutnya.

Harapan besar Persis Solo untuk promosi ke kasta tertinggi Liga Indonesia harus kandas di ujung jalan.

Pada laga perebutan tempat ketiga Divisi I 1995, yang digelar di Stadion Klabat, Manado, Kamis, 13 Juli 1995, Laskar Sambernyawa takluk 0-2 dari PSBL Bandar Lampung.

PSBL tampil lebih memukau dengan mencetak dua gol, masing-masing lewat Deni Sembor di menit ke-8 dan Dodo Suwendo di menit ke-82.

Dua gol itu menjadi pukulan telak bagi Persis Solo, yang akhirnya harus puas tetap berada di Divisi I.

Di hari yang sama, final Divisi I 1995 mempertemukan Persikab dan tuan rumah Persma Manado.

Persikab tampil sebagai juara setelah menang dramatis 2-1.

Anton Hermawan membuka keunggulan di menit ke-11, sebelum Persma menyamakan kedudukan lewat Yan Kaunang di menit ke-21.

Namun, gol Suladi di menit ke-83 memastikan gelar juara jatuh ke tangan Persikab.

Dengan hasil tersebut, tiga tim yang berhasil promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia 1995—1996 adalah Persikab, Persma Manado, dan PSBL Bandar Lampung.

Sementara itu, Persis Solo harus menunda mimpi mereka dan kembali berlaga di kasta kedua Divisi I pada musim berikutnya.

Kisah ini menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah panjang perjalanan Persis Solo. Sebuah musim penuh perjuangan, namun berakhir pahit.

Tapi justru dari sinilah semangat dan tekad untuk bangkit mulai ditempa.

Karena dalam sepak bola, kegagalan hari ini bisa jadi pemicu kejayaan di masa depan. (*)

 

Editor : Niko auglandy
#persis solo #liga 1 #Persma Manado #Persikab Bandung