Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Eks Pelatih Manchester United Bangga Persijap Jepara Kalahkan Persis Solo di Stadion Manahan

Mannisa Elfira • Minggu, 14 September 2025 | 12:05 WIB
Laga Persis Solo vs Persija Jakarta di Stadion Manahan (13/9/2025)
Laga Persis Solo vs Persija Jakarta di Stadion Manahan (13/9/2025)

RADARSOLO.COM - Dua laga kandang, dua kekalahan, ya, hasi Persis Solo di awal Super League 2025/2026 begitu mengecewakan dan memalukan. Bermain di depan belasan ribu pwndukung fanatiknya, Laskar Sambernyawa.

Setelah sebelumnya dibantai Persija Jakarta di Stadion Manahan, 16 Agustus lalu, terbaru, Persis Solo kalah dalam wakil Jateng lainnya di Liga 1, yakni melawan Persijap Jepara, Sabtu malam (13/9/2025) di Stadion Manahan.

Angka sepuluh menjadi mimpi buruk bagi Persis Solo, di malam tersebut. Bermain dengan 10 pemain, disusul 10 menit tambahan di masa Injurytime, membuat bond kebanggaan wong Solo harus mengakui keunggulan tamunya, Persijap Jepara 1-2 (0-0) dalam matchday ke-5 Super League 2025/2026 di Stadion Manahan.

Ya, Laskar Sambernyawa tampil dengan 10 pemain mulai menit ke-73. Sho Yamamoto diganjar kartu merah langsung. Kapten Persis Solo asal Jepang itu harus mandi lebih cepat setelah tertangkap kamera VAR (video assistant referee) menginjak kaki pemain Persijap Jepara Rahmat Hidayat.

Pada saat itu, Persis sudah tertinggal satu bola atas Laskar Kalinyamat -sebutan Persijap Jepara.

Sang tamu membuka keunggulan terlebih dahulu lewat sepakan Rosalvo Junior. Sepakan yang memanfaatkan bola kemelut di depan gawang gagal diselamatkan Muhammad Riyandi. Skor 0-1 bagi Persijap di menit ke-52.

Meski pincang, perlawanan Persis sempat memuncak. Empat menit berselang setelah kartu merah, umpan manis Zanadin Fariz disambar oleh Cleylton Santos dengan sundulannya. Bola masuk mengoyak gawang Persijap Jepara. Skor 1-1 untuk kedua kubu.

Namun, drama sesungguhnya terjadi di masa injury time. 10 menit tambahan membuat Persis Solo harus merelakan poin absolut kepada sang tamu.

Persijap memimpin kedudukan lewat penalti yang dilesatkan Sudi Abdallah (90+13').

Handsball Sutanto Tan tertangkap kamera VAR. Sempat mengecek di pinggir lapangan, wasit Tri Santoso akhirnya menunjuk titik putih.

Sudi Abdallah yang diberi kepercayaan penuh pun langsung membawa Persijap unggul 1-2. Hasil tak berubah hingga peluit panjang dibunyikan

Usai pertandingan, kekecewaan tak bisa dibendung oleh Head Coach Persis Solo Peter de Roo. Pelatih berkebangsaan Belanda itu bahkan mengaku tidak bisa mengatakan banyak hal.

"Tentu saja, sangat kecewa dengan hasilnya. Saya tidak bisa banyak mengatakan apa-apa. Pada suatu titik, kita seharusnya bisa lebih klinis di area tengah hingga sepertiga akhir lapangan. Saya rasa kita memberikan beberapa umpan yang tidak perlu," jelas Peter.

Peter menganggap seharusnya anak asuhnya lebih waspada terhadap serangan balik. Dia menyadari, ada dua atau tiga momen di mana mereka menembus barisan pertahanan setelah Persis kehilangan bola.

"Tapi tahu apa? Saya sudah bicara dengan kalian tentang Bhayangkara dan apa yang saya lewatkan. Saya pikir itu sama sekali tidak cukup baik dan tidak dapat diterima," tuturnya.

Pertandingan Persis Solo vs Persijap Jepara di Stadion Manahan, Sabtu malam (13/9/2025)
Pertandingan Persis Solo vs Persijap Jepara di Stadion Manahan, Sabtu malam (13/9/2025)

"Apa yang saya lihat hari ini, saya tidak bisa menyalahkan para pemain untuk apa pun. Jika orang-orang yang menonton pertandingan ingin menyalahkan pemain, saya pikir mereka harusnya ke saya," tegasnya.

Peter menegaskan, para pemain layak mendapatkan lebih banyak berdasarkan usaha, dedikasi, dan disiplin yang mereka tunjukkan malam ini.

"Saya tidak berpikir pada akhirnya mereka mendapat imbalan untuk itu. Tapi itulah sepak bola. Pada akhirnya, ini tentang poin," pungkasnya.

Pelatih Persijap Jepara Mario Lemos mengungkapkan, ini pertandingan yang bagus meski skuadnya memulai pertandingan agak slow malam ini.

"Ketika persis solo bermain 10 pemain, kami pikirkan bisa memanfaatkannya. Tapi ternyata mereka bisa mencetak gol saat bermain dengan 10 pemain, ini menandakan bahwa Persis Solo sebenarnya tim yang bagus. Saat itu, kami perlu terus berusaha untuk menciptakan gol. Itu adalah ciri khas kita, kita tetap agresif bekerja keras sampai menit terakhir dibunyikan," ucap mantan pelatih Manchester United Youth tersebut. (nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#persijap jepara #Super League #persis solo