Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

PSSI Tegas, pemain Persis Solo Kena Sanksi. Barito Putera dan Persiraja Kena Denda

Niko auglandy • Jumat, 26 September 2025 | 03:14 WIB
KRITIK TAJAM: Sho Yamamoto saat melakukan protes ke wasit saat laga Persis Solo vs Persijap Jepara di Stadion Manahan, belum lama ini.
KRITIK TAJAM: Sho Yamamoto saat melakukan protes ke wasit saat laga Persis Solo vs Persijap Jepara di Stadion Manahan, belum lama ini.

RADARSOLO.COM – Komite Disiplin PSSI kembali menunjukkan ketegasannya. Sidang yang digelar pada 20 September 2025 dan diumumkan ke publik pada 25 September 2025 pukul 11.59 WIB ini menegaskan bahwa setiap pelanggaran, baik yang dilakukan oleh pemain, klub, maupun suporter, tak bisa ditoleransi.

Dari Pegadaian Championship hingga BRI Super League, insiden demi insiden yang semula ramai di lapangan kini dituangkan dalam keputusan resmi PSSI.

 Drama pertama datang dari PS Barito Putera. Dalam laga melawan Kendal Tornado FC pada 12 September 2025, enam pemain mereka terkena kartu kuning.

Komite Disiplin PSSI memutuskan “denda Rp 30.000.000,-” sebagai bentuk peringatan tegas agar perilaku di lapangan lebih terkontrol. Meski terlihat sepele, enam kartu kuning dalam satu pertandingan menandakan ketegangan dan agresivitas yang tinggi di lapangan.

 Baca Juga: Persis Solo vs Arema FC, Polisi: KTP Malang Dilarang Datang 

Tak kalah panas, Persiraja Banda Aceh harus menanggung akibat ulah suporter mereka saat menghadapi Adhyaksa FC Banten pada 13 September 2025.

Komite Disiplin mencatat adanya pelemparan satu kali oleh suporter, dan denda Rp 15.000.000,- dijatuhkan. Insiden ini menjadi peringatan keras bagi klub agar lebih menertibkan penonton yang hadir, menegaskan bahwa fanatisme harus tetap terkendali.

Di BRI Super League, drama individu lebih menegangkan. Sho Yamamoto dari Persis Solo menjadi sorotan setelah menginjak pemain lawan dalam laga melawan Persijap Jepara pada 13 September 2025. PSSI menjatuhkan tambahan larangan bermain dua pertandingan dan denda Rp 10.000.000.

Hukuman ini sebagai bentuk tegas agar tindakan brutal di lapangan tidak menimbulkan cedera serius.

 Baca Juga: Fokus Rontok di Ujung Laga Jadi PR Persis Solo, Peter de Roo Pusing Tujuh Keliling

Sementara itu, kartu merah langsung yang diterima oleh Alex De Aguiar Gomes (PSM Makassar) dalam laga melawan Persita Tangerang pada 11 September 2025, dan Francisco Israel Rivera Davalos (Persebaya Surabaya) saat menghadapi Persib Bandung pada 12 September 2025, tak diikuti hukuman tambahan.  

Namun, sanksi paling berat jatuh kepada Madura United FC dan Bhayangkara Presisi Lampung FC, keduanya harus membayar denda Rp 50.000.000,-. Madura United terlambat menyerahkan Formulir Penetapan Pemain (FPP) dan Formulir Penetapan Ofisial (FPO), sementara Frengky Deaner Missa dari Bhayangkara tampil dengan celana tanpa nomor pada laga yang sama.

Kesalahan administratif ini menjadi pengingat bagi klub agar prosedur resmi tak boleh diabaikan, karena dampaknya bisa merugikan klub dan merusak citra kompetisi. (nik)

 

Editor : Niko auglandy
#sanksi #komdis pssi