RADARSOLO.COM — Sempat dicap sebagai rekrutan gagal di awal bergabung Persis Solo, Gervane Kastaneer mulai menunjukkan tajinya.
Bomber impor asal Curacao ini jadi penyelamat muka Laskar Sambernyawa —julukan Persis Solo—, saat menjamu Arema FC di Stadion Manahan, Minggu sore (28/9/2025).
Gol telatnya di masa injury time babak kedua menyamakan kedudukan jadi 2-2 (1-0) dalam lanjutan pekan ketujuh Liga Super musim ini.
Kastaner baru melakoni debut di pekan kedua, saat Persis dijamu Persija Jakarta.
Sayangnya, peran eks striker Persib Bandung musim lalu itu kurang terlihat.
Performa angin-anginan ini berlanjut hingga pekan keenam, saat Persis menyerah 0-1 atas tuan rumah Borneo FC, Senin (22/9).
Meski minim kontribusi, Peter de Roo sepertinya masih menaruh harapan besar pada KastaneMat
Buktinya, Kastaneer tetap jadi starter sebagai tandem Kodai Tanaka saat menjamu Arema.
Nah, kepercayaan tersebut dibayar lunas oleh Kastaneer.
Dia layak jadi bintang di laga kemarin sore. Kontribusinya mulai terlihat sejak kickoff.
Diawali assist yang memanjakan Kodai menjebol gawang Arema yang dikawal Lucas Frigeri menit ke-11.
Tertinggal sebiji gol, Arema mencoba bangkit. Tim besutan Marcos Goncalves sempat menyamakan kedudukan lewat sundulan top scorer sementara Dalberto menit ke-58.
Namun gol tersebut dianulir, karena Dalberto terperangkap offside saat menerima umpan silang dari Ian Lucas.
Dan petaka bagi Persis akhirnya datang, 13 menit jelang bubaran.
Tim tamu membalikkan keadaan via gol Dalberto (77) dan Arkhan Fikri (88).
Saat publik bola Kota Bengawan sudah pasrah dan akan meratapi kekalahan kelima musim ini, Dewi Fortuna hadir.
Kastaneer tampil sebagai penyelamat lewat golnya di menit ke-90+1.
Gol ini sempat dicek VAR, karena kubu Arema mengklaim ada pelanggaran dalam prosesnya. Ada sedikit dorongan Zanadin Fariz ke pemain Arema, sebelum Kastaner mencocor bola ke gawang Frigeri. Untungnya, gol tetap disahkan dan Persis terhindar dari kekalahan.
“Ada perlawanan ke Arema. Babak kedua tidak seperti babak pertama, kami agak kesulitan. Tapi akhirnya pemain tidak menyerah. Patut diapresiasi, meskipun kami harusnya bisa dapat tiga poin. Setidaknya kami dapat satu poin,” ujar gelandang bertahan Persis Solo Sutanto Tan.
Dari kubu lawan, Marcos Goncalves tak mampu menyembunyikan raut kekecewaan.
Dia menilai kinerja pengadil lapangan buruk. Dia merasa Arema banyak dirugikan keputusan wasit.
“Pertandingan ini banyak diganggu wasit. Lawan Persib ada pinalti. Hari ini (kemarin), kami lihat pelanggaran tapi wasit tidak memberi foul. Jadi ya sulit karena tidak bisa bawa tiga poin," sesal Marcos.
Setali tiga uang, gelandang Arema Arkhan Fikri menyesalkan sejumlah keputusan wasit di laga ini. Menurutnya, ada beberama momentum yang merugikan timnya.
“Sebelumnya saya respect ke Persis Solo dan semua pemainnya. Sebenarnya saya tidak pernah mau komentari wasi. Tapi kali ini saya kecewa. Saya tidak respect kepada wasit,” ketusnya. (nis/fer)
Editor : Niko auglandy