Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

BONGKAR ASRIP: Persis Solo Menang Derby Mataram di Mandala Krida, Laga Diwarnai Tendangan Kungfu, Gas Air Mata, dan Ricuh Pecah

Niko auglandy • Rabu, 22 Oktober 2025 | 03:45 WIB

 

MENDEBARKAN: Winger Persis Solo Hapidin saat melepaskan tendangan ke gawang PSIM Jogja di Stadion Mandala Krida, Senin (21/10/2019).
MENDEBARKAN: Winger Persis Solo Hapidin saat melepaskan tendangan ke gawang PSIM Jogja di Stadion Mandala Krida, Senin (21/10/2019).
 

 

RADARSOLO.COM - Persis Solo dan PSIM Jogja musim ini dipastikan satu kasta di Super League. Bicara Derby Mataram tentu pertemuan terakhir kedua tim, pada 2019 silam, ternyata berakhir penuh ketegangan.

Laga panas bertajuk Derby Mataram antara PSIM Jogjakarta kontra Persis Solo di Stadion Mandala Krida, Senin (21/10/2019), berakhir dengan kemenangan dramatis Laskar Sambernyawa.

Dalam duel lanjutan Liga 2 2019 Wilayah Timur itu, Persis sukses menumbangkan rival abadinya dengan skor 3-2.

Kemenangan ini terasa manis sekaligus menegangkan. Di hadapan ribuan penonton tuan rumah, Persis tampil percaya diri sejak menit awal. Tim kebanggaan wong Solo itu bahkan unggul lebih dulu lewat Hapidin pada menit ke-25.

Tersengat gol tersebut, PSIM meningkatkan intensitas serangan. Upaya mereka akhirnya berbuah hasil setelah Cristian Gonzales menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat sundulan keras di menit ke-38.

Memasuki babak kedua, PSIM mencoba bermain terbuka dengan pola umpan-umpan pendek. Namun, justru Persis Solo yang tampil lebih efektif.

Lewat skema serangan cepat, Slamet Budiono mencetak gol kedua di menit ke-57, disusul sepakan Nanang Asripin empat menit kemudian (61’) yang membuat skor menjadi 3-1 untuk Persis.

Gonzales sempat memperkecil kedudukan di menit ke-70 lewat gol keduanya di laga ini, namun hingga peluit panjang dibunyikan, Persis tetap unggul 3-2.

Ricuh di Akhir Laga

Euforia kemenangan Persis Solo di Mandala Krida harus ternoda oleh insiden panas di penghujung pertandingan.

Menit ke-90, pemain PSIM Ahmad Hisyam Tolle yang sebelumnya telah dikartu merah, tiba-tiba melayangkan tendangan kungfu ke arah pemain Persis, Dedy Cahyadi.

Tolle diduga kesal karena menganggap Dedy mengulur waktu saat Persis unggul 3-2.

Aksi itu langsung menyulut emosi di lapangan. Keributan antar pemain tak terhindarkan, hingga akhirnya suporter turun ke lapangan. Situasi makin tak terkendali, dan laga terpaksa dihentikan di menit 90+3.

Pihak keamanan berupaya mengevakuasi pemain Persis ke ruang ganti. Polisi melepaskan tembakan gas air mata, namun sejumlah suporter tetap berusaha menerobos.

Kendaraan yang digunakan untuk evakuasi, termasuk mobil taktis Brimob dan sarpras Polda DIY, mengalami kerusakan.

Beberapa unit kendaraan polisi juga terbakar di area luar stadion. Meski begitu, evakuasi pemain Persis akhirnya berhasil dilakukan dengan pengawalan ketat.

Derby Mataram edisi 2019 itu akhirnya tercatat sebagai salah satu laga paling panas dalam sejarah rivalitas PSIM–Persis Solo.

Bagi Laskar Sambernyawa, kemenangan 3-2 di Mandala Krida tetap menjadi memori manis — kemenangan di tengah badai, yang membuktikan semangat sambernyawa sejati. (nik)

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Niko auglandy
#psim jogja #persis solo #Derby Mataram #liga 2