Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Liga 4 Solo 2025 Batal Digelar, Ini Alasan Utama dari Askot PSSI Solo: PSSI Jateng Tetap Lanjutkan Format Baru

Niko auglandy • Senin, 3 November 2025 | 22:10 WIB
Logo Liga 4
Logo Liga 4

RADARSOLO.COM – Kota Solo dipastikan tidak akan menggelar Liga 4 tahun 2025. Padahal, Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah sebelumnya telah membuka peluang bagi seluruh Asosiasi Kota (Askot) dan Asosiasi Kabupaten (Askab) untuk mempersiapkan diri menatap kompetisi kasta keempat nasional itu.

Namun, rencana tersebut tak bisa diwujudkan di Kota Bengawan. Ketua Askot PSSI Solo Rio Arya Surandra mengungkapkan bahwa ada sejumlah faktor yang membuat kompetisi Liga 4 Solo tak dapat digelar.

“Salah satunya tentu perihal pendanaan. Karena kalau mau gelar, harus menggunakan APBD, dan itu bisa tidaknya jadi kebijakan pemkot. Kami selaku Askot sudah sosialisasi ke tim internal perihal adanya wacana ini,” terang Rio kepada Jawa Pos Radar Solo.

Ia menjelaskan, klub-klub anggota PSSI Jawa Tengah seperti Unsa FC, AT Farmasi, hingga Putra Surakarta, tidak wajib mengikuti Liga 4 Solo jika pun jadi digelar. Mereka tetap bisa langsung ambil bagian di Liga 4 Jateng, karena sebelumnya telah terdaftar sebagai peserta kompetisi tingkat provinsi.

“Jadi kalaupun digelar Liga 4 Solo, pesertanya ya tim internal. Jadi bisa ajang pemanasan mereka untuk bersaing di Liga 4 Jateng,” imbuhnya.

Kondisi ini bukan hanya terjadi di Solo. Rio menyebut, banyak Askot dan Askab di Jawa Tengah juga menghadapi situasi serupa—belum bisa menyelenggarakan kompetisi Liga 4 karena sejumlah kendala teknis danKeutamaanny

“Berbeda dengan di Jawa Barat atau Jawa Timur, di sana banyak Askot atau Askab yang sudah mampu menggelar Liga 4 di daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Sebelumnya, Asprov PSSI Jawa Tengah telah merilis petunjuk pelaksanaan (juklak) Liga 4 musim 2025/2026 dengan sejumlah perubahan besar.

Salah satunya, kompetisi tidak lagi dimulai dari tingkat provinsi, melainkan dari putaran kabupaten dan kota sebagai bagian dari restrukturisasi kompetisi nasional.

Setiap kabupaten/kota diharapkan menggelar Liga 4 lokal untuk menentukan wakil yang tampil di tingkat provinsi.

Selain itu, jumlah pertandingan di tingkat provinsi ditetapkan sebanyak 12 laga per klub, agar peserta mendapat jam terbang lebih banyak.

Kebijakan lain yang menarik perhatian publik adalah larangan suporter tamu di seluruh pertandingan Liga 4 Jateng 2025/2026.

“Seluruh pertandingan sepak bola nasional, termasuk Liga 4 Jawa Tengah, tidak boleh dihadiri oleh suporter tamu selama masa transisi ini,” tulis Asprov PSSI Jawa Tengah dalam keterangan resminya.

Rangkaian kompetisi dijadwalkan padat. Tahap sosialisasi berlangsung Oktober 2025, dilanjutkan pelaksanaan putaran kabupaten/kota pada 25 Oktober–20 November 2025.

Kemudian pendaftaran klub peserta putaran provinsi dan verifikasi stadion digelar pada minggu ketiga November, disusul manager meeting, workshop, dan drawing pada minggu keempat.

Sementara pendaftaran pemain dan ofisial dijadwalkan mulai akhir November hingga awal Desember.

Kompetisi putaran provinsi resmi bergulir pertengahan Desember 2025 dan berakhir Februari 2026.

Dengan format baru ini, PSSI Jateng berharap Liga 4 menjadi fondasi kuat pembinaan sepak bola daerah, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya talenta muda potensial dari berbagai kota dan kabupaten. (nik) 

Editor : Niko auglandy
#liga 4 #PSSI Jateng