Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pelatih PSIM Jogja Akui Kehebatan Persis Solo, Terkendala Banyaknya Pemain Cedera

Niko auglandy • Kamis, 6 November 2025 | 19:15 WIB
Laga Persis Solo vs PSIM Jogja di ajang Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/2026.
Laga Persis Solo vs PSIM Jogja di ajang Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/2026.

RADARSOLO.COM – Panasnya aroma Derby Mataram sudah terasa bahkan sebelum duel tim senior digelar di Stadion Manahan, 8 November mendatang.

Pekan lalu, adu gengsi lebih dulu tersaji di level akademi. Tim-tim muda Persis Solo dan PSIM Jogja saling bentrok dalam lanjutan Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/2026 di Lapangan Sriwaru, Solo, Sabtu–Minggu (1–2/11).

Enam pertandingan dari tiga kelompok usia (U16, U18, dan U20) berlangsung sengit, namun dominasi Sambernyawa Muda tak terbantahkan.

Dari enam laga, Persis muda menang empat kali, PSIM hanya sekali menang dan sekali imbang.

Kemenangan tunggal Laskar Mataram Muda datang dari skuad U16 pada laga Sabtu (1/11). PSIM U16 menumbangkan Persis U16 dengan skor 3–1 lewat dua gol Rama Mubarok (51’, 72’) dan satu gol Lionel Andreas (80+2’). Gol balasan tuan rumah dicetak Ahnaf Sakti Aji (67’).

Namun, keperkasaan itu tak bertahan lama. Keesokan harinya (2/11), giliran Persis U16 yang membalas dengan kemenangan tipis 1–0.

Di level U18, PSIM berhasil menahan imbang tuan rumah 1–1 pada hari Minggu, sedangkan U20 harus mengakui keunggulan Persis dengan skor telak 1–5. Hasil ini membuat mini derby di Sriwaru jadi milik Sambernyawa Muda.

Manajer EPA PSIM Jogja, Joshua Dio, mengakui hasil kurang memuaskan itu tak lepas dari kondisi tim yang pincang. Cedera pemain menghantam hampir seluruh lini, terutama di kelompok usia U18 dan U20.

“Persiapan tim U20 paling singkat, hanya sekitar sebulan. Situasinya diperburuk karena semua center back kami cedera,” jelas Joshua dalam rilis resmi klub. 

Sempat ada bantuan dari pemain senior Andy Setyo, yang turun sebagai joker player di posisi bek tengah saat laga Sabtu (1/11). Namun keesokan harinya, PSIM kembali tanpa stok bek tengah murni.

“Setelah Andy tidak main lagi, kami benar-benar tidak punya center back,” lanjutnya.

Joshua juga menyoroti kekuatan Persis Solo yang tampil solid dengan menurunkan tiga hingga empat pemain senior di tim U18 dan U20.

“Di sisi lain, kami masih belum lengkap. Masalah penyelesaian akhir juga masih jadi pekerjaan rumah,” ujarnya.

Meski begitu, Joshua tetap memuji performa U16 dan U18 yang dinilai menunjukkan progres positif.

“Progres dan mental anak-anak (U16) luar biasa. Mereka solid karena sebagian besar berasal dari SSB yang sama,” puji Joshua.

Untuk tim U18, semangat juang juga patut diacungi jempol.

“Mereka tertinggal 0–1 tapi masih bisa menyamakan skor 1–1 di menit akhir,” tambahnya.

Menatap jeda kompetisi November ini, tim pelatih PSIM telah menyiapkan program pemulihan fisik dan latihan pantai, ditambah agenda uji coba untuk menjaga ritme permainan.

“Kami pelan-pelan mencari base 11 dulu. Prosesnya tidak bisa instan,” tutup Joshua.

Hasil Lengkap EPA PSIM Jogja vs Persis Solo:

Sabtu, 1 November 2025

Minggu, 2 November 2025

 

Editor : Niko auglandy
#PSIM #persis solo #EPA