Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Jelang Derby Mataram, Persis Solo Galau, PSIM Jogja Malah Siap Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi

Niko auglandy • Jumat, 7 November 2025 | 04:38 WIB

PEMANASAN: Pertandingan uji coba antara PSIM Jogja melawan Persis Solo di Stadion Sultan Agung, 19 Juli lalu.
PEMANASAN: Pertandingan uji coba antara PSIM Jogja melawan Persis Solo di Stadion Sultan Agung, 19 Juli lalu.

RADARSOLO.COM – Suasana jelang Derby Mataram antara Persis Solo kontra PSIM Jogja masih terbilang adem ayem.

Laga sarat gengsi itu bakal digelar di Stadion Manahan, Sabtu (8/11) malam, bertepatan dengan hari ulang tahun Persis ke-102.

Namun, bukannya euforia perayaan, justru muncul tanda tanya besar: siapa yang bakal memimpin Persis di pinggir lapangan?

Pasalnya, kabar yang beredar menyebut Peter de Roo dinonaktifkan dari jabatannya sebagai pelatih kepala buntut hasil minor tanpa kemenangan dalam sembilan laga terakhir.

Kondisi ini membuat publik Solo menanti arah langkah tim kebanggaan mereka di laga panas akhir pekan ini.

Sementara itu, situasi berbanding terbalik terjadi di kubu PSIM Jogja. Laskar Mataram datang ke Solo dengan kepercayaan diri tinggi.

Pelatih kepala Jean-Paul Van Gastel menegaskan bahwa persiapan timnya berjalan normal dan solid.

“Persiapan selalu sama. Derbi selalu menyenangkan untuk dimainkan, apalagi jika sudah lama tidak terselenggara. Jadi orang-orang pasti menantikan pertandingan seperti ini,” ujar Van Gastel dalam rilia resmi klub. 

Baca Juga: Nasib Direktur Miss Universe Thailand Usai Viral Sebut Miss Meksiko Fatima Bosch 'Bodoh', Begini Kronologinya

Meski menyebut derbi sebagai “pertandingan biasa”, Van Gastel menegaskan bahwa kemenangan tetap menjadi target utama.

“Bagi kami, ini laga penting. Kami ingin menang,” tegasnya.

Waspadai Kebangkitan Persis

Van Gastel juga mengingatkan anak asuhnya agar tidak meremehkan Persis Solo. Ia menilai Laskar Sambernyawa masih memiliki kualitas permainan yang baik meski belum beruntung dalam hasil akhir.

“Saya pikir mereka sedikit kurang beruntung. Mereka juga tidak bermain buruk,” ucapnya.

Pelatih asal Belanda itu bahkan menyoroti momen-momen penting di mana Persis justru kebobolan di waktu krusial.

“Misalnya melawan Malut dan Bandung, tendangan pertama lawan langsung jadi gol. Saat lawan Persebaya, mereka kebobolan tepat sebelum babak pertama berakhir,” jelasnya.

Baca Juga: Profil Kamrianto dari Partai Apa? Anggota DPRD Sinjai Problematik: Bakar Mobil Kader, Positif Narkoba hingga Tuduh Istri Selingkuh

Selain menyiapkan strategi menghadapi permainan Persis, PSIM juga mewaspadai faktor cuaca yang bisa mengubah jalannya pertandingan.

“Di sini hujan bisa turun deras dalam waktu singkat dan itu mengubah kondisi lapangan. Kami harus siap dengan situasi itu,” kata Van Gastel.

Baca Juga: Jubir KGPA Tedjowulan: Semua Masih Terbuka, Ada Lima Kandidat Penerus Takhta, Ini Nama-namanya

PSIM berharap bisa membawa pulang poin penuh dari Manahan demi memperkuat posisi di klasemen sementara.

Dukungan dari para suporter, meski dari layar kaca, diharapkan bisa menjadi suntikan semangat tambahan bagi para pemain.(nik) 

 

Editor : Niko auglandy
#PSIM #persis solo #Derby Mataram