Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tensi Derby Mataram Menggelegar, Persis Solo Tertinggal oleh Dua Gol PSIM Jogja Karena Blunder dan Kurang Fokus

Mannisa Elfira • Minggu, 9 November 2025 | 03:06 WIB
Gelandang Persis Solo Zanadin Fariz saat melakukan tendangan ke gawang PSIM Jogja di Stadion Manahan, 8 November 2025.
Gelandang Persis Solo Zanadin Fariz saat melakukan tendangan ke gawang PSIM Jogja di Stadion Manahan, 8 November 2025.

RADARSOLO.COM — Setelah empat tahun berselang, tensi tinggi Derby Mataram kembali menggelegar di panggung kompetisi resmi. Malam ini, Persis Solo meladeni perlawanan PSIM Jogja di Stadion Manahan, Sabtu (8/11).

Motivasi Laskar Sambernyawa membuncah. Wajar saja, matchday pekan ke-12 ini bertepatan dengan hari ulang tahun ke-102 Persis Solo. Momentum istimewa yang ingin mereka rayakan dengan kemenangan di depan publik sendiri.

Ribuan pendukung memadati tribun. Chant-chant khas Persis menggema di seluruh penjuru stadion, diiringi spanduk yang membentang penuh semangat: “Make Sambernyawa Great Again,” “Ketakutan yang Menenggelamkan, Keberanian yang Menyelamatkan,” “Terlanjur Cinta Sambernyawa,” hingga “Bangkit Kembali, Tuntaskan.”

Baca Juga: PSIM Jogja Turunkan Trio Maut, Persis Solo Ubah Formasi Starternya di Derby Mataram

Begitu peluit kick-off dibunyikan, Laskar Sambernyawa langsung tampil agresif. Sho Yamamoto berhasil lepas dari kawalan dan mengirim umpan matang ke Kodai Tanaka.

Sayang, penyelesaian akhir Tanaka masih terlalu lemah dan mudah diamankan Cahya Supriadi, kiper PSIM.

Tak lama berselang, Sho mencoba peruntungan lewat tembakan keras dari luar kotak penalti. Namun bola masih melambung tipis di atas mistar gawang tim tamu.

Menit ke-8, giliran anak asuh Van Gastel menciptakan peluang. Sebuah tembakan keras dari luar kotak penalti mengarah tepat ke pelukan kiper Persis, Gianluca Pandeynuwu.

Laskar Sambernyawa hampir saja mendapatkan hadiah penalti setelah Kodai Tanaka dijatuhkan Franco Mingo di kotak terlarang.

Wasit Totok Fitrianto sempat meninjau ulang melalui VAR, namun akhirnya memutuskan tidak ada penalti untuk Persis Solo.

Malang bagi tuan rumah, kesalahan di lini belakang justru berujung petaka. Salah passing dari kiper Gianluca Pandeynuwu berhasil dimanfaatkan Corfe Antony untuk membobol gawang Persis pada menit ke-26. PSIM pun unggul 1-0.

Petaka berlanjut di menit ke-41. Dari sisi kanan, Fahreza Sudin melepaskan umpan manis yang disambut sepakan terukur Ze Valente.

Bola meluncur deras tanpa mampu dibendung Pandeynuwu. PSIM menggandakan keunggulan menjadi 0-2.

Persis sebenarnya punya peluang memperkecil ketertinggalan di menit ke-45.

Gervane Kastaneer berhasil lolos dari kawalan dan tinggal berhadapan dengan kiper, namun tembakannya melenceng tipis dari gawang PSIM.

Babak pertama pun berakhir dengan keunggulan PSIM Jogja 2-0.

Masih ada 45 menit tersisa bagi Persis Solo untuk bangkit di paruh kedua — entah untuk menyamakan kedudukan, atau menulis comeback dramatis di hari ulang tahunnya.

Namun, PSIM tampak tak ingin melepas kendali permainan begitu saja.

Laskar Mataram berpeluang besar mempertahankan bahkan menambah keunggulan di babak kedua.
(nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#Super League #psim jogja #persis solo #liga 1