Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Drama Derby Mataram: Gol Injury Time Selamatkan Wajah Persis Solo dari Kekalahan Atas PSIM Jogja

Mannisa Elfira • Minggu, 9 November 2025 | 04:37 WIB
Striker Persis Solo Kodai Tanaka dikawal tiga pemain PSIM Jogja di Stadion Manahan (8/11/2025).
Striker Persis Solo Kodai Tanaka dikawal tiga pemain PSIM Jogja di Stadion Manahan (8/11/2025).

RADARSOLO.COM — Setelah empat tahun berselang, tensi tinggi Derby Mataram kembali menggelegar di panggung kompetisi resmi. 

 Persis Solo meladeni perlawanan PSIM Yogyakarta di Stadion Manahan, Sabtu (8/11/2025).

Motivasi Laskar Sambernyawa membuncah. Wajar saja, laga pekan ke-12 ini bertepatan dengan hari ulang tahun ke-102 Persis Solo. Momentum spesial yang ingin mereka rayakan dengan kemenangan di depan publik sendiri.

Ribuan pendukung memenuhi tribun stadion. Chant-chant menggema tanpa henti, diiringi rentetan spanduk dan poster yang membakar semangat. Mulai dari “Make Sambernyawa Great Again,” “Ketakutan yang Menenggelamkan, Keberanian yang Menyelamatkan,” hingga “Terlanjur Cinta Sambernyawa.”

Baca Juga: Tensi Derby Mataram Menggelegar, Persis Solo Tertinggal oleh Dua Gol PSIM Jogja Karena Blunder dan Kurang Fokus

Sejak peluit awal dibunyikan, Persis Solo tampil agresif. Sho Yamamoto membuka peluang pertama setelah lepas dari kawalan dan mengirim umpan matang ke Kodai Tanaka. Namun, penyelesaian akhir Tanaka masih terlalu lemah dan mudah diamankan Cahya Supriadi, kiper PSIM.

Semenit berselang, Sho mencoba peruntungan lewat tembakan keras dari luar kotak penalti, tapi bola masih melambung di atas mistar.

Menit ke-8, giliran tim tamu mengancam. Tembakan keras pemain PSIM dari luar kotak penalti masih mampu diamankan Gianluca Pandeynuwu.

Drama sempat terjadi di menit ke-20 ketika Kodai Tanaka dijatuhkan Franco Mingo di area terlarang. Wasit Totok Fitrianto sempat meninjau ulang lewat VAR, namun memutuskan tidak ada penalti untuk Persis Solo.

Sayangnya, dominasi Persis justru berbalik menjadi bumerang. Kesalahan operan Gianluca di menit ke-26 dimanfaatkan Corfe Antony untuk mencetak gol pembuka. PSIM unggul 1-0.

Petaka berlanjut di menit ke-41. Fahreza Sudin mengirim umpan silang akurat yang disambut sepakan Ze Valente tanpa bisa dibendung. PSIM memperlebar keunggulan 2-0 hingga turun minum.

Babak Kedua: Bangkitnya Sambernyawa

Memasuki babak kedua, pelatih Tithan Wulung Suryata melakukan perubahan strategi. Althaf Indie dimasukkan menggantikan Sutanto Tan untuk menambah daya dobrak.

Perubahan itu langsung berbuah hasil. Tiga menit berselang, kerja sama apik antara Zanadin Fariz dan Kodai Tanaka menghasilkan gol balasan. Sepakan Tanaka di menit ke-48 sukses menipiskan ketertinggalan menjadi 1-2.

Gol itu menjadi pemantik semangat Persis. Zanadin kembali mengancam di menit ke-51 lewat sepakan keras, namun masih bisa ditepis Cahya Supriadi.

Menit ke-65, Persis terus menekan lewat situasi bola mati, tetapi peluang demi peluang masih belum berujung gol.

Menjelang laga berakhir, tensi kian meninggi. Menit ke-88, Cleylton Santos sempat menyamakan kedudukan lewat sundulan setelah menerima umpan Giovani Numberi. Namun, gol tersebut dianulir setelah wasit melakukan tinjauan VAR.

Namun, Stadion Manahan bergemuruh di masa injury time.

Tepat di menit ke-90+6’, Cleylton kembali menanduk bola hasil sepak pojok dan kali ini sah! Golnya menyelamatkan Persis dari kekalahan dan menutup laga dengan skor 2-2.

Hasil imbang ini menjadi penutup dramatis bagi Derby Mataram yang penuh emosi, gengsi, dan determinasi tinggi dari kedua tim.(nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#Super League #psim jogja #persis solo #liga 1