Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Flare dan Smoke Bomb Bikin Klub Liga 2 Rugi Ratusan Juta: PSS Sleman, Persipal FC, PSMS Juga Kena Denda Berbeda

Niko auglandy • Selasa, 11 November 2025 | 02:15 WIB
Logo PSSI
Logo PSSI

RADARSOLO.COM– Komite Disiplin (Komdis) PSSI kembali mengumumkan hasil sidang yang digelar pada 29 Oktober 2025.

Sejumlah klub dan individu peserta Pegadaian Championship 2025/2026 (Liga 2) mendapat hukuman akibat berbagai pelanggaran yang terjadi di lapangan maupun di luar pertandingan.

Dari hasil keputusan yang dirilis, Sriwijaya FC menjadi klub dengan hukuman paling berat.

Tim berjuluk Laskar Wong Kito itu dijatuhi denda Rp 125 juta karena ulah suporter yang menyalakan flare dan smoke bomb di beberapa tribun saat laga menghadapi FC Bekasi City, 26 Oktober 2025.

Dalam pertandingan yang sama, Sriwijaya FC juga mendapat dua tambahan sanksi lain.

Pertama, denda Rp30 juta karena banyak suporter memasuki area lapangan usai laga. Kedua, denda Rp15 juta akibat pelemparan paper roll dari tribun selatan.

PSMS Medan dan PSS Sleman Tak Luput

Sementara itu, PSMS Medan juga menjadi salah satu klub yang paling banyak mendapat sorotan.

Dalam duel kontra Persiraja Banda Aceh (25/10), klub berjuluk Ayam Kinantan itu diganjar tiga jenis sanksi berbeda.

Pertama, denda Rp15 juta karena adanya pelemparan gulungan kertas ke lapangan.

Kedua, denda Rp 30 juta akibat tiga suporter masuk ke area sisi lapangan di belakang gawang selatan.

Ketiga, tambahan Rp15 juta karena suporter kedapatan menyanyikan yel-yel provokatif dan menghina tim lawan serta perangkat pertandingan.

PSS Sleman juga dua kali disanksi akibat pelanggaran dalam laga kontra Persela Lamongan (25/10).

Klub Super Elang Jawa dikenai denda Rp25 juta karena Kim Jeffrey Kurniawan bermain tanpa badge resmi di seragamnya hingga menit ke-22.

Selain itu, ofisial PSS ikut mendapat hukuman denda Rp 15 juta lantaran melempar air minum ke arah fotografer usai pertandingan.

Sanksi untuk Pemain dan Panpel

Komdis juga menjatuhkan hukuman tambahan bagi Irwanto Bajo, pemain Sumsel United, yang dianggap sengaja menghalangi bola dengan tangan hingga diganjar kartu merah langsung.

Ia dilarang tampil satu laga tambahan dan didenda Rp 5 juta.

Dias Angga Putra dari FC Bekasi City juga mendapat hukuman berat setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain lawan di laga melawan Sriwijaya FC (26/10).

Dia dijatuhi tambahan larangan bermain dua pertandingan serta denda Rp5 juta.

Dari sisi kepanitiaan, Panitia Pelaksana Persela Lamongan turut disanksi Rp 15 juta karena dianggap tidak mampu mencegah keributan dan pelemparan air minum kemasan yang terjadi setelah laga melawan PSS Sleman.

Klub Lain Ikut Terseret

Persipal FC terkena denda Rp25 juta setelah empat pemain dan satu ofisial mendapatkan kartu kuning dalam satu pertandingan melawan Kendal Tornado FC (25/10).

Sementara Persiraja Banda Aceh juga dijatuhi denda Rp 15 juta lantaran ofisial mereka, Muhammad Yasir Syamsudin, melempar air minum ke arah penonton.

Komdis PSSI juga menjatuhkan denda Rp 12,5 juta kepada PSIS Semarang karena suporter mereka, yang berstatus tim tamu, hadir di laga tandang kontra Deltras FC (26/10) — pelanggaran terhadap larangan kehadiran suporter tamu di Pegadaian Championship.

Dengan berbagai keputusan tersebut, Komdis PSSI menegaskan bahwa setiap bentuk pelanggaran — baik oleh pemain, ofisial, panitia pelaksana, maupun suporter — akan mendapat tindakan tegas sesuai regulasi yang berlaku. (nik)

Editor : Niko auglandy
#komdis #sriwijaya fc #pss sleman #denda