RADARSOLO.COM – Perjalanan Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2025 resmi terhenti.
Kepastian itu muncul setelah hasil pertandingan Grup K antara Uganda dan Prancis pada Selasa (11/11/2025) di Aspire Zone – Pitch 3, Doha, Qatar, yang berakhir dengan kemenangan Uganda 1-0.
Gol tunggal yang dicetak James Bogere pada menit ke-18 menjadi penentu sejarah bagi Uganda sekaligus menutup peluang Indonesia untuk lolos ke fase gugur.
Kemenangan ini menempatkan Uganda sebagai salah satu tim dari posisi ketiga terbaik yang berhak melaju ke babak 32 besar.
Indonesia Tidak Lagi Masuk Zona Lolos
Sebelumnya, Indonesia masih menyimpan peluang tipis untuk melangkah ke fase knock-out melalui jalur delapan peringkat ketiga terbaik.
Namun, hasil laga Uganda vs Prancis membuat posisi Garuda Muda terkunci di peringkat ke-10 klasemen peringkat ketiga dari total 12 grup.
Dari tiga pertandingan di babak penyisihan, Indonesia mengoleksi tiga poin hasil dari satu kemenangan dan dua kekalahan
Yakni kalah 1-3 dari Zambia pada laga pembuka dan takluk 0-1 dari Brasil. Kemudian menang 2-1 atas Honduras.
Dengan poin tersebut, Indonesia membutuhkan keajaiban dari pertandingan lain, terutama dari Grup J dan Grup L.
Skenarionya yakni Paraguay dan Arab Saudi harus menelan kekalahan telak—minimal dengan selisih lima gol—agar Indonesia bisa naik ke posisi delapan besar peringkat ketiga.
Namun keajaiban itu tidak terjadi. Uganda sukses meraih kemenangan, dan hasil pertandingan lain tidak berpihak kepada Indonesia.
Daftar Tim Dipastikan Lolos dari Jalur Peringkat Ketiga Terbaik
Dengan selesainya laga Uganda vs Prancis, delapan tim peringkat ketiga terbaik yang mengamankan tiket ke babak 32 besar kini sudah lengkap.
Tim yang melenggang ke fase gugur antara lain:
- Republik Ceko
- Korea Utara
- Mesir
- Paraguay
- Uganda
- Maroko
- Tunisia
- Arab Saudi
Nama Indonesia tidak ada dalam daftar tersebut.
Fokus Evaluasi
Meski harus angkat koper lebih cepat, perjuangan Timnas Indonesia U-17 tetap menuai apresiasi.
Tim besutan Nova Arianto dinilai menunjukkan perkembangan mental bertanding, terlebih di laga terakhir saat berhasil menang atas Honduras.
Kini, fokus berpindah ke evaluasi dan program pembinaan jangka panjang agar regenerasi sepak bola Indonesia terus berlanjut. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria