RADARSOLO.COM – Persiku Kudus tampil luar biasa di depan publik sendiri. Dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 (Liga 2), Selasa (11/11/2025), Macan Muria membantai PSIS Semarang 3–0 tanpa balas di Stadion Wergu Wetan.
Kemenangan telak ini bukan hasil keberuntungan. Pelatih Noor Hadi menegaskan, semua sudah direncanakan dengan matang dan dijalankan dengan disiplin tinggi.
“Alhamdulillah, tiga poin ini memang sudah kami targetkan sejak awal. Terima kasih untuk pemain, staf, manajemen, dan masyarakat Kudus yang terus mendukung. Ini jadi awal kebangkitan Persiku,” ujar Noor Hadi.
Baca Juga: Kejari Wonogiri Musnahkan Barang Bukti 27 Perkara, Termasuk Narkoba dan Obat Keras!
Musim ini memang tidak mudah bagi tim asal Kota Kretek itu. Di putaran pertama, Persiku hanya mengumpulkan empat poin dan sempat terpuruk di papan bawah klasemen. Namun kemenangan atas PSIS menjadi titik balik penting. Tambahan tiga poin membuat Persiku kini mengoleksi tujuh poin dan naik ke posisi delapan klasemen sementara Grup Timur.
Lebih dari sekadar hasil, kemenangan ini menunjukkan perubahan besar dalam permainan Persiku. Mereka tampil solid sejak menit awal — lini tengah tampil dominan, aliran bola rapi, dan pertahanan nyaris tanpa cela.
Menurut Noor Hadi, perubahan positif ini tidak lepas dari peran Direktur Teknik baru, Marcos Guillermo Samso.
“Sejak Marcos datang, tim jadi lebih disiplin, lebih tertata, dan semakin kompak,” ungkapnya.
Kehadiran Samso membawa energi baru ke ruang ganti. Ia menata ulang pola latihan, memperkuat komunikasi antar pemain, dan menanamkan mental juang tinggi — sesuatu yang mulai tampak di lapangan. Kini, visi Samso dan Noor Hadi sejalan: membawa Persiku kembali bersaing di papan atas.
Di laga ini, duet tajam Igor Henrique da Silva dan Lerby Eliandry menjadi momok bagi pertahanan PSIS. Igor tampil fenomenal dengan mencetak hattrick, sekaligus membawa pulang bola pertandingan.
“Kami tidak akan terpaku pada satu skema. Semua tergantung strategi dan kondisi pertandingan,” kata Noor Hadi, menegaskan fleksibilitas taktiknya.
Baca Juga: Viral! Jeritan Hati Petugas MBG yang Belum Digaji hingga 4 Bulan: Anak Istri Kami Juga Mau Makan
Namun, publik Kudus tampaknya sudah jatuh hati pada kombinasi Igor–Lerby yang kini dianggap sebagai simbol kebangkitan Macan Muria.
PSIS Akui Kesalahan Fatal
Di kubu lawan, pelatih PSIS Semarang, Ega Raka Galih, tak bisa menutupi kekecewaannya. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung Mahesa Jenar yang sudah datang jauh-jauh ke Kudus.
“Kami mohon maaf karena belum bisa memberikan hasil membanggakan,” ucapnya lirih.
Ega menilai timnya sebenarnya tampil cukup baik di babak pertama, namun kembali kalah karena kesalahan mendasar di lini belakang.
“Antisipasi bola silang jadi masalah utama kami dalam tiga pertandingan terakhir. Ini akan kami evaluasi serius,” tegasnya.
Kekalahan ini membuat PSIS semakin terpuruk di dasar klasemen Grup Timur dengan hanya dua poin dari sepuluh laga.
Kemenangan besar ini menjadi sinyal kuat bahwa Persiku Kudus telah menemukan ritme terbaiknya. Dukungan ribuan suporter di Stadion Wergu Wetan menjadi bahan bakar semangat tim untuk terus bangkit.
“Yang penting kami tetap satu tujuan, menjaga kekompakan, dan terus berjuang agar Persiku naik ke atas lagi,” tegas Noor Hadi.
Dengan performa solid, dukungan manajemen, serta sentuhan tangan dingin Marcos Samso, Macan Muria kini bukan lagi tim yang bisa diremehkan.
Persiku Kudus siap mengguncang Liga 2 — dan kemenangan 3–0 atas PSIS Semarang hanyalah permulaan. (nik)
Editor : Niko auglandy