RADARSOLO.COM – Malam di Stadion Utama Kendal berubah jadi panggung ketegangan. Ribuan suporter tuan rumah bersorak lantang sejak menit awal, berharap Kendal Tornado FC mampu menumbangkan pemuncak klasemen sementara Grup 2 Liga 2 2025/2026, PS Barito Putera. Namun, harapan itu perlahan memudar di tengah duel panas yang berakhir dengan skor 1-2 untuk tim tamu.
Kendal Tornado FC sebenarnya tampil percaya diri. Mereka mengambil inisiatif serangan lebih dulu dengan penguasaan bola mencapai 55 persen. Tekanan demi tekanan terus digencarkan melalui duet Patrick Cruz dan Satria Nugraha di lini depan. Namun, pertahanan Barito Putera yang digalang Renan Alves tampil sangat rapat dan disiplin.
Ironisnya, justru sang bek asal Brasil itu yang menjadi pembuka keunggulan bagi Barito Putera. Pada menit ke-35, Renan Alves naik paling tinggi menyambut sepak pojok dan menanduk bola ke sudut gawang.
Publik Kendal terdiam. Gol itu menjadi momentum kebangkitan Barito, sekaligus menekan mental para pemain Tornado FC yang mulai kehilangan ritme permainan.
Memasuki babak kedua, laga berubah semakin menegangkan. Tornado FC tampil lebih agresif, menggempur dari segala sisi. Namun serangan terbuka itu justru membuka ruang bagi Barito untuk melakukan serangan balik cepat.
Dan benar saja, pada menit ke-79, Ferdyansyah yang mendapat umpan terobosan berhasil menaklukkan kiper lawan lewat tembakannya. Skor berubah menjadi 2-0 untuk Barito Putera.
Ketinggalan dua gol tak membuat Kendal Tornado menyerah. Justru semangat mereka kian menyala di sepuluh menit terakhir. Sorakan penonton kembali menggema ketika Patrick Cruz mencetak gol indah pada menit ke-88. Aksi individunya melewati dua bek Barito membuat publik tuan rumah kembali bersemangat. Stadion bergemuruh.
Sayangnya, waktu tak berpihak pada Tornado FC. Meski terus menggempur hingga peluit panjang berbunyi, mereka tak mampu menyamakan kedudukan.
Barito Putera pulang membawa tiga poin berharga dan semakin kokoh di puncak klasemen Grup 2 Liga 2 dengan torehan tujuh kemenangan, satu seri, dan dua kekalahan dari sepuluh laga.
Mereka sudah mengoleksi 22 poin dengan 16 gol dan hanya empat kali kebobolan — catatan yang menunjukkan solidnya pertahanan dan efisiensi lini serang.
Sementara itu, Kendal Tornado FC harus puas tertahan di posisi keenam klasemen sementara. Dari sepuluh laga, mereka mengumpulkan empat kemenangan, dua hasil imbang, dan empat kekalahan. Meski begitu, permainan ofensif yang mereka tunjukkan di laga ini membuktikan bahwa Tornado FC tetap menjadi ancaman serius bagi tim-tim besar di Grup 2.
Persaingan di Grup 2 pun kini semakin panas. Pekan depan, Barito Putera akan menjamu Deltras FC di Stadion Demang Lehman, sementara Kendal Tornado FC bersiap melawat ke markas Persela Lamongan di Stadion Surajaya. Laga-laga tersebut diyakini akan menjadi ujian mental sekaligus pembuka jalan menuju babak 12 besar Liga 2 musim ini. (nik)
Editor : Niko auglandy