RADARSOLO.COM — Rentetan hasil minor, ditambah tak nyamannya berada di zona merah membuat tim kepelatihan Persis Solo harus memutar otak.
Mumpung kompetisi Super League 2025/2026 berhenti sejenak karena FIFA Matchday, Persis Solo menggenjot program latihan sekaligus membenahi berbagai kekurangan.
Program yang dimatangkan mulai dari konsistensi permainan, jarak antarlini yang masih longgar, hingga kesiapan fisik para pemain.
Terdekat, Laskar Sambernyawa—julukan Persis Solo—akan melawat ke markas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, 23 November mendatang.
Menjelang laga tandang tersebut, Sho Yamamoto dan kawan-kawan mematangkan persiapan.
Caretaker Persis Solo, Tithan Wulung Suryata, membeberkan sejumlah aspek yang digarap tim pelatih selama masa jeda.
Mulai dari pematangan strategi, penguatan chemistry antarpemain, hingga peningkatan kebugaran.
“Untuk jeda internasional ini kita lebih memantapkan kondisi fisik pemain sekaligus bagaimana kita menjaga jarak antar lini pemain,” beber pelatih asal Sragen tersebut.
Selama jeda internasional, jajaran pelatih telah menyusun program latihan terstruktur bagi para penggawa Laskar Sambernyawa.
Termasuk evaluasi dari laga terakhir saat menahan imbang PSIM Yogyakarta di Stadion Manahan.
Dari hasil evaluasi tersebut, Tithan mengungkapkan satu catatan penting: jarak antarlini yang terlalu renggang. Ruang antarkompartemen yang melebar dinilai mudah dimanfaatkan lawan.
“Kita terus membangun kekompakan pemain supaya pemain bisa percaya satu sama lain. Dan saat di dalam permainan, mereka sudah tahu karakter permainan tiap individu seperti apa dan harus bermain bagaimana,” sebutnya.
Dengan persiapan yang semakin terstruktur dan matang, Tithan berharap lawatan ke Bali nanti membuahkan hasil positif.
Kondisi mental pemain pun kini lebih baik setelah bangkit dari kekalahan atas PSIM.
“Di pertandingan kemarin mereka merasa bisa memberikan tekanan kepada PSIM meskipun kita tertinggal di babak pertama. Yang pasti para pemain menatap laga melawan Bali United optimis bisa mendapatkan poin di Bali,” pungkasnya.(nis/nik)
Editor : Niko auglandy