RADARSOLO.COM - Jeda internasional yang hanya dua pekan tak membuat Persis Solo mengendurkan persiapannya. Selama kompetisi terhenti, tim medis menggeber program untuk menjaga kebugaran para pemain. Terutama kompartemen pilar yang hampir tak pernah absen menit bermain.
Laskar Sambernyawa -sebutan Persis Solo- setidaknya mendapat 15 hari jeda setelah menahan imbang PSIM Yogyakarta, 8 November kemarin. Sho Yamamoto dan kawan-kawan baru akan melanjutkan kompetisi saat melawat ke markas Bali United, 23 November mendatang.
Dokter Tim Persis Solo Iwan Wahyu Utomo menjelaskan bahwa jeda tak terlalu panjang ini membuat program medis tak berubah drastis. Tim medis Persis Solo tetap menyusun paket pemulihan yang terstruktur untuk memastikan kondisi pemain tetap stabil.
"Kalau dari medis ya memang kita tidak ada program yang terlalu khusus. Mengingat memang kita kan tidak jeda terlalu lama ya, hanya dua minggu," ucap Iwan.
"Jadi kita beri program untuk pemain-pemain yang sering main. Kami beri program recovery. Kalau misal ada yang sakit, cedera, atau merasa ada keluhan, itu segera kami tangani," lanjutnya.
Treatment dari tim fisio Persis Solo juga dipadatkan demi menjaga level fitness pemain. Iwan menambahkan, tim medis juga berkoordinasi dengan pelatih fisik agar semua berjalan seimbang.
"Untuk saat ini ada beberapa pemain yang memang hampir tiap pertandingan main, seperti Sho Yamamoto, Kodai Tanaka, kemudian Xandro Shenck, Giovani Numberi itu kita ada program khusus buat mereka untuk rehab, recovery, dan juga peningkatan atau maintenance untuk level fitnessnya," jelas Iwan. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy