RADARSOLO.COM - Persik Kediri akhirnya mengamankan tiga poin penting saat menjamu Semen Padang dalam lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Brawijaya, Kediri, Kamis (27/11). Bermain di hadapan 1.888 penonton atau 16 persen kapasitas stadion, Macan Putih menang tipis 2-1.
Persik tancap gas sejak awal pertandingan. Jose Enrique Rodriguez membuka keunggulan pada menit ke-16 lewat penyelesaian akurat. Tekanan Persik terus berlanjut, hingga Ezra Harm Ruud Walian menggandakan skor pada menit ke-34.
Semen Padang baru mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-77 melalui sepakan Samuel Christianson Simanjuntak. Namun gol tersebut tak cukup untuk menghindarkan Kabau Sirah dari kekalahan.
Laga ini juga diwarnai beberapa kartu kuning. Dari kubu Persik, Khurshidbek Mukhtorov (24') dan Yoga Adiyatama (87') menerima peringatan wasit. Sementara dari Semen Padang, kartu kuning diberikan kepada Angelo Rafael Teixeira Alpoim Meneses (26'), Leo Guntara (40'), dan Ripal Wahyudi (88').
Ong Kim Swee Pamitan
Meski Persik Kediri sukses mengamankan kemenangan atas Semen Padang, laga di Stadion Brawijaya itu juga meninggalkan momen emosional. Pertandingan tersebut menjadi ajang perpisahan bagi pelatih Persik asal Malaysia, Ong Kim Swee.
Melalui keterangan resmi seusai laga, manajemen Persik menyampaikan bahwa kerja sama dengan Coach OKS berakhir setelah pertandingan ini.
“Resmi berpisah dengan Persik Kediri, Coach OKS akan melanjutkan kariernya dengan peluang baru di Malaysia, sekaligus mempertimbangkan faktor keluarga dalam keputusan tersebut,” tulis Persik dalam pernyataannya.
Keputusan ini menutup perjalanan Ong Kim Swee bersama Macan Putih, yang pada akhirnya berpamitan dengan membawa kemenangan di laga terakhirnya. Atmosfer haru terasa di internal tim, namun manajemen menegaskan proses transisi akan segera dipersiapkan demi menjaga stabilitas Persik di kompetisi.
Dampak di Klasemen Kian Menegangkan
Kemenangan ini membawa Persik Kediri naik ke posisi ke-11 klasemen sementara Super League dengan koleksi 15 poin dari 13 laga (4 menang, 3 seri, 6 kalah).
Nasib berbeda dialami Semen Padang. Kekalahan di Kediri membuat mereka kembali terbenam di dasar klasemen alias peringkat ke-18 dari 18 peserta.
Dari 13 laga, tim asuhan Kabau Sirah baru meraih 2 kemenangan, 1 hasil seri, dan 10 kekalahan. Total mereka mencetak 9 gol dan kebobolan 20 gol, serta mengumpulkan 7 poin.
Situasi ini membuat Semen Padang kembali harus berjuang keras untuk keluar dari zona merah.
Editor : Niko auglandy