RADARSOLO.COM — Liga Nusantara 2025/2026 (Liga 3) resmi memasuki pekan pertama. Kompetisi yang diikuti puluhan klub dari berbagai daerah ini dijadwalkan mulai bergulir pada Sabtu (29/11).
Namun menjelang kickoff, perhatian publik justru tertuju pada perubahan mendadak dalam jadwal resmi yang dirilis I-League selaku operator kompetisi.
Dalam pembagian grup terbaru, Liga Nusantara terbagi menjadi empat grup. Grup A dihuni PSDS Deli Serdang, Batavia FC, Dejan FC, Nusantara United FC, dan PERSIPA.
Grup B mencakup Pekanbaru FC, PERSERANG Serang, PERSIKOTA Kota Tangerang, PERSITARA Jakarta Utara, PSGC Ciamis, dan Tri Brata Rafflesia FC.
Grup C mempertemukan PERSIBO Bojonegoro, PERSIKA Karanganyar, PERSIKUTIM United, RANS Nusantara FC, dan Sang Maestro FC.
Adapun Grup D diisi Gresik United FC, PERSEBATA Lembata, PERSEDEN Denpasar, PERSEKABPAS, PERSIBA Bantul, dan Waanal Brothers.
PERSIKABO DAN PERSEWAR MUNDUR?
Jelang kick-off Liga Nusantara pada Sabtu (29/11), kompetisi kembali dihantui drama. I-League secara mendadak melakukan perubahan jadwal pertandingan untuk Grup A dan Grup C, merujuk pada jadwal resmi yang dirilis di situs I-League pada Jumat (28/11).
Perombakan tersebut diduga terjadi lantaran belum jelasnya status salah satu peserta dari masing-masing grup.
Dua klub yang sebelumnya masuk daftar peserta resmi—Persikabo 1973 dan Persewar Waropen—mendadak hilang dari jadwal pertandingan Grup A dan Grup C. Padahal keduanya tercatat dalam distribusi peserta versi awal yang dirilis I-League.
Hingga Jumat (28/11) malam, belum ada keterangan resmi baik dari operator kompetisi, Persikabo 1973, maupun Persewar Waropen terkait status mereka.
Situasi ini semakin membingungkan karena Persikabo 1973 masih tercatat mengikuti managers meeting klub peserta Liga Nusantara pada 24 dan 26 November lalu.
Persoalan menjadi rumit lantaran saat ini terdapat dua wujud klub Persikabo Bogor: Persikabo 1973 dengan aksen logo emas, yang merupakan eks PS TNI/TIRA-Persikabo, serta Persikabo Bogor dengan aksen logo putih, tim yang dibangkitkan kembali dari Liga 4 Jawa Barat untuk pengembangan pemain muda.
Menurut laporan Jawa Pos Radar Bogor, kebangkitan Persikabo versi putih terjadi di tengah ketidakjelasan nasib Persikabo versi emas setelah terdegradasi dari Liga 2 musim lalu.
Di sisi lain, kondisi Persewar Waropen juga tak kalah memprihatinkan.
Sejak musim lalu di Liga 2, klub asal Papua tersebut telah mengalami krisis finansial serius.
Jika dugaan benar dan keduanya resmi dianggap mengundurkan diri sebelum kompetisi dimulai, perubahan ini berdampak besar terhadap format Liga Nusantara.
Grup A dan Grup C kini masing-masing hanya berisi lima peserta.
Dengan format triple round robin, setiap klub hanya menjalani 12 pertandingan dari semula 15 laga. Tiga slot pertandingan akan berubah menjadi jatah libur karena jumlah peserta kini ganjil.
Konsekuensinya juga fatal. Apabila Persikabo 1973 dan Persewar Waropen dinyatakan mengundurkan diri, mereka otomatis terdegradasi ke Liga 4.
LIGA 3 SIAP DIMULAI
Di sisi lain, laga pembuka Liga Nusantara akan berlangsung Sabtu (29/11) dengan dua pertandingan dari Grup A: PERSIPA vs Dejan FC (15.00 WIB) dan Nusantara United FC vs Batavia FC (19.00 WIB) di Stadion Moch. Soebroto, Magelang.
Malam yang sama, Stadion Sriwedari Solo akan menggelar big match Grup C antara PERSIBO Bojonegoro vs RANS Nusantara FC.
Pekan pertama dipastikan berlangsung padat dengan laga lanjutan di Solo dan Surabaya pada 30 November hingga 1 Desember.
Persaingan ketat diprediksi bakal tersaji sejak matchday pertama, sekaligus membuka perjalanan panjang klub-klub Liga Nusantara menuju kasta yang lebih tinggi. (nik)
Editor : Niko auglandy