Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pelatih Klub Liga 1 Berguguran, Ini Soal Wacana Head Coach Baru Persis Solo

Mannisa Elfira • Rabu, 3 Desember 2025 | 19:35 WIB
TETAP OPTIMISTIS: Head Coach Persis Solo Peter de Roo saat memantau program latihan pemainnya.
TETAP OPTIMISTIS: Head Coach Persis Solo Peter de Roo saat memantau program latihan pemainnya.

RADARSOLO.COM — Putaran pertama Super League 2025/2026 bahkan belum tuntas, namun kursi pelatih sudah berguncang hebat bak badai. Tekanan kompetisi begitu ganas hingga setidaknya tujuh juru taktik harus angkat koper lebih cepat dari pinggir lapangan.

Fenomena ini menunjukkan satu hal: persaingan musim ini tidak memberi ruang bagi siapa pun yang gagal memenuhi ekspektasi.

Dari masalah internal hingga performa yang jauh dari target, tiap klub punya alasannya sendiri.

Ada pelatih yang sudah dipastikan pergi, ada yang hanya bergeser posisi, bahkan ada pula yang masih berada di wilayah abu-abu. Salah satu contoh paling mencolok adalah Peter de Roo.

Status pelatih asal Belanda itu sampai hari ini masih menggantung di udara. Sudah tiga laga terakhir, Laskar Sambernyawa —julukan Persis Solo— tampil di bawah komando caretaker Tithan Wulung Suryata.

Namun meski kinerja Tithan cukup mencuri perhatian, regulasi menjadi tembok besar yang menghalangi kemungkinan ia naik kelas sebagai pelatih kepala.

Menilik data Transfermarkt, juru taktik berusia 36 tahun itu memegang lisensi A – AFC. Sementara regulasi I.League mengharuskan pelatih kepala mengantongi sertifikat minimal AFC Pro Diploma.

Direktur Persis Solo, Ginda Ferachtriawan, memastikan manajemen tidak tinggal diam. Evaluasi tengah dilakukan besar-besaran, meliputi pelatih hingga komposisi pemain.

Termasuk kemungkinan kedatangan pemain baru maupun peminjaman.

“Sudah ya (ada pertimbangan). Tim kantor sudah mengevaluasi mulai dari pelatih, pemain, pemain yang bisa dipinjam mungkin. Gebrakan itu akan kita lakukan di saat yang tepat. Jangan terburu-buru, karena ada regulasi harus kita ikuti juga,” ujar Ginda.

Soal kandidat pengganti Peter de Roo, Ginda memilih berhati-hati. Ia tidak menutup opsi pelatih asing ataupun lokal.

Prinsipnya sederhana: siapapun nanti, harus mampu mengangkat tim ini — bukan hanya dalam hal hasil, tetapi juga mental bertanding dan semangat para suporter.

“Saya rasa bukan masalah lokal atau asing ya, tetapi pelatih yang mampu mengangkat tim ini, baik secara hasil maupun secara mental, dan bisa memberi semangat baru kepada semua suporter dan penonton, khususnya masyarakat kita sendiri,” lanjutnya.

Persis menjadi salah satu dari daftar panjang klub yang kemungkinan besar melakukan perombakan di kursi pelatih.

Semen Padang sudah memulainya lebih dulu dengan memecat Eduardo Almeida setelah rentetan hasil negatif.

Situasi serupa terjadi di sesama klub Jawa Tengah, Persijap Jepara, yang memilih mengakhiri kerja sama dengan Mario Lemos karena performa yang tak kunjung membaik.

Satu per satu nama pelatih berguguran sebelum putaran pertama rampung. Dimulai dari Alfredo Vera (Madura United), Bernando Tavares (PSM Makassar), Eduardo Perez (Persebaya Surabaya), hingga Ong Kim Swee (Persik Kediri).

Musim yang panjang jelas belum berakhir, tapi pesan persaingan sudah tersampaikan dengan gamblang: mereka yang gagal memenuhi ekspektasi, tidak akan diberi waktu lama. (nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#persis solo #Peter de Roo