RADARSOLO.COM - Kemenangan telak Kendal Tornado FC atas Persiharjo Sukoharjo dalam laga uji coba di Stadion Sriwedari, Minggu (21/12), menjadi bagian dari proses persiapan kedua tim jelang kompetisi resmi.
Dalam laga persahabatan tersebut, Tornado FC menang meyakinkan dengan skor 5-0.
Meski meraih hasil besar, pelatih Kendal Tornado FC Stefan Keeltjes menegaskan bahwa pertandingan ini tidak semata-mata berorientasi pada skor akhir. Menurutnya, bermain di Stadion Sriwedari memiliki nilai historis tersendiri bagi timnya.
“Di stadion ini kan punya riwayat bagus mungkin itu yang dianggap akan menularkan rezeki untuk kita. Karena selama ini kita main di Jati Diri juga kita main di home. Beberapa kali kita kurang maksimal,” ujar Stefan.
Stefan menjelaskan, dalam masa persiapan sekitar 28 hari menuju kompetisi, Tornado FC sejatinya merencanakan tiga laga uji coba. Namun karena sejumlah kendala, hanya dua pertandingan yang bisa terlaksana.
“Kurang lebih ada 28 hari sebelum pertandingan, kita ada uji coba tiga kali tapi karena ada kendala jadi hanya dua kali yang pertama lawan Demak dan hari ini. Kita hari ini tidak diperkuat oleh pemain-pemain inti kita karena sakit,” jelasnya.
Absennya sejumlah pemain inti membuat Tornado FC memanfaatkan laga ini sebagai ajang simulasi bagi pemain yang selama ini jarang mendapat menit bermain.
“Jadi kita berusaha simulasi dengan pemain-pemain yang selama ini kurang mendapat,” lanjut Stefan.
Karena itu pula, hasil akhir pertandingan tidak menjadi fokus utama tim pelatih. Stefan lebih menaruh perhatian pada kesiapan mental para pemain pelapis yang diturunkan.
“Jadi untuk pertandingan sore ini kita tidak lihat hasil tapi kita lihat mental pemain-pemain yang baru ini bagaimana kinerjanya,” tegasnya.
Menghadapi kompetisi mendatang, Stefan memastikan timnya siap bermain di mana pun. Ia juga menyadari ketatnya persaingan, terutama jika harus berada di Grup Timur yang dihuni tim-tim berpengalaman.
“Kita tidak masalah main di mana saja kita siap. Kita lihat grup Timur ini kan paling serem udah lama di Liga 1 dan rata-rata mereka main di Liga 2 sedangkan kita tim yang baru promosi,” katanya.
Dengan komposisi tim yang mayoritas berpengalaman di Liga 3, Tornado FC memilih bersikap realistis dalam menentukan target.
“Ya memang tim kita sebagian besar telah main di Liga 3 jadi kita realistis jadi targetnya kalau dari kami minimal 3 besar. Karena kami tahu Sleman, Barito dan Persipura bukan lawan yang sembarangan. Saat ini kita di posisi peringkat 5,” ungkap Stefan.
Sebagai informasi, Kendal Tornado FC merupakan klub yang sebelumnya bermarkas di Pekanbaru. Musim lalu, Tornado FC memutuskan bermarkas di Stadion Sriwedari, Solo.
Dari kota bengawan tersebut, Tornado FC mampu mencatatkan hasil positif hingga akhirnya memastikan promosi ke Liga 2 musim ini. (alf/nik)