RADARSOLO.COM - Derita Persis Solo di Super League 2025/2026 kian panjang. Kutukan susah menang kembali menghantui Laskar Sambernyawa. Untuk kesekian kalinya, Persis gagal memetik poin penuh—ironisnya, kembali terjadi saat bermain di kandang sendiri.
Bertanding di Stadion Manahan, Solo, Minggu (4/1), Persis Solo dipermalukan Persita Tangerang dengan skor telak 1-3 (0-3).
Di hadapan 5.412 penonton atau sekitar 28 persen dari kapasitas stadion, tuan rumah tampil melempem sejak awal laga.
Petaka bagi Persis sudah dimulai sejak menit kelima. Gawang Gianluca Pandeynuwu jebol setelah pemain asing Persita, Matheus Alves Leandro, sukses memanfaatkan kelengahan lini belakang tuan rumah.
Belum sempat bangkit, Persis kembali tersentak. Sepuluh menit berselang, Andrejic Aleksa menggandakan keunggulan Pendekar Cisadane lewat gol pada menit ke-15.
Persis sempat memberi harapan saat Kodai Tanaka mencetak gol pada menit ke-30. Namun, euforia itu tak bertahan lama. Setelah meninjau VAR, wasit menganulir gol tersebut. Xandro Schenk yang memberi assist dinilai sudah berada dalam posisi offside lebih dulu.
Alih-alih memperkecil ketertinggalan, Persis justru kembali kebobolan di penghujung babak pertama. Andrejic Aleksa mencetak gol keduanya pada menit ke-42. Brace tersebut memastikan Persita menutup paruh pertama laga dengan keunggulan telak 3-0.
Memasuki babak kedua, Persis mencoba mengubah pendekatan permainan. Tekanan demi tekanan dilancarkan. Namun, rapatnya pertahanan Persita membuat upaya lini depan Persis kerap kandas.
Harapan sempat muncul pada menit ke-62. Wasit menunjuk titik putih setelah pemain Persita melakukan pelanggaran di kotak penalti. Garvane Kastaneer yang maju sebagai eksekutor sempat gagal pada sepakan pertama. Beruntung, bola muntah berhasil disambar kembali dan berbuah gol. Skor berubah menjadi 1-3.
Laga sempat terhenti pada menit ke-84 akibat penyalaan flare oleh oknum suporter. Asap putih memenuhi beberapa sudut stadion, memaksa wasit menghentikan pertandingan sementara. Empat menit berselang, pertandingan kembali dilanjutkan.
Karena adanya penghentian laga, wasit memberikan tambahan waktu hingga 12 menit. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, Persis tak mampu menambah gol. Persita pun memastikan kemenangan di Manahan.
Kekalahan pahit ini membuat Persis Solo kian terpuruk di dasar klasemen. Mereka masih terdampar di posisi ke-18 dengan koleksi tujuh poin dari 16 laga. Rinciannya, satu kemenangan, empat hasil imbang, dan sebelas kekalahan.
Sebaliknya, Persita Tangerang justru melesat ke papan atas. Pendekar Cisadane kini menempati peringkat kelima dengan 28 poin, hasil dari delapan kemenangan, empat seri, dan empat kekalahan. Sementara puncak klasemen Super League 2025/2026 masih dikuasai Borneo FC dengan torehan 37 poin.
Setelah ini, Persis Solo kembali dihadapkan pada ujian berat. Mereka dijadwalkan bertandang ke markas Semen Padang di Stadion H. Agus Salim, Minggu (11/1). Laga tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi Laskar Sambernyawa untuk bangkit dari keterpurukan. Potensi meraih kemenangan terbuka lebar, mengingat saat ini Semen Padang juga tengah berkutat di zona merah. (nik)
Editor : Niko auglandy