Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Anggota Pasoepati Meninggal Saat Awayday Dukung Persis Solo di Padang, Ini Kronologisnya: Suporter dan Manajemen Buka Donasi

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Rabu, 14 Januari 2026 | 23:00 WIB
DPP Pasoepati memberikan hasil penggalangan dana yang diberikan ke keluarga anggota Pasoepati Jakarta, Fajar Sri Mulyono, yang meninggal dunia saat hendak menonton Persis Solo berlaga di Padang
DPP Pasoepati memberikan hasil penggalangan dana yang diberikan ke keluarga anggota Pasoepati Jakarta, Fajar Sri Mulyono, yang meninggal dunia saat hendak menonton Persis Solo berlaga di Padang

RADARSOLO.COM — Kemenangan Persis Solo atas tuan rumah Semen Padang dengan skor 3–2 di Stadion H. Agus Salim, Minggu (11/1), diwarnai kabar duka.

Salah satu anggota Pasoepati Jakarta, Fajar Sri Mulyono, meninggal dunia saat berada di Padang untuk menyaksikan pertandingan tersebut.

Presiden DPP Pasoepati Arif Djodi Purnomo menjelaskan, almarhum sempat mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak fit sebelum pertandingan.

Karena merasa tidak enak badan, Fajar memilih tidak menonton langsung ke stadion dan singgah di salah satu kontrakan rekan suporter.

Namun, selepas pertandingan, kondisi almarhum justru memburuk.

Rekan-rekannya dikejutkan saat kembali ke kontrakan dan mendapati Fajar dalam keadaan pucat serta mengalami kejang-kejang. Almarhum kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara Padang, namun nyawanya tidak tertolong.

“Almarhum meninggal dunia saat mendapat penanganan medis di rumah sakit,” ujar Jodi.

Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, penyebab meninggalnya almarhum diduga akibat serangan jantung.

Saat hendak dilakukan autopsi, pihak keluarga tidak memberikan izin, sehingga jenazah langsung dipulangkan ke kampung halaman dan dimakamkan.

“Untuk update, jenazah sudah dipulangkan dari Padang ke rumah duka dan kemarin sudah dimakamkan,” kata Jodi.

Proses pemulangan jenazah sempat mengalami kendala biaya. Kondisi keluarga almarhum dinilai cukup memprihatinkan.

Ayah almarhum telah meninggal dunia, sementara sang ibu menderita stroke dan tidak dapat berjalan maupun melihat.

“Atas dasar kondisi keluarga korban tersebut, kami melakukan penggalangan dana yang kami sebar melalui akun lintas elemen suporter Persis Solo,” jelas Jodi.

Dari keterangan keluarga, dana yang tersedia untuk proses pemulangan jenazah hanya sekitar Rp 5 juta, sementara total biaya yang dibutuhkan mencapai kurang lebih Rp 20 juta.

Kondisi itulah yang mendorong DPP Pasoepati membuka donasi terbuka.

Dari aksi solidaritas tersebut, terkumpul dana sebesar Rp 23.280.000. Seluruh dana langsung digunakan untuk proses pemulangan jenazah dari Padang ke Boyolali.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar. Kami juga berkomunikasi dengan Polresta Padang, dan Kapolresta Padang turut membantu memudahkan proses pemulangan jenazah ke rumah duka di Juwangi, Boyolali,” ungkapnya.

Tak hanya dari kalangan suporter, manajemen Persis Solo juga turut memberikan bantuan. DPP Pasoepati berkomunikasi langsung dengan Direktur Utama Persis Ginda Ferachtriawan dan Komisaris Persis Adityo Rimbo Galih Samudro.

“Alhamdulillah, beliau berkenan ikut membantu dalam bentuk donasi mewakili Persis Solo,” ujar Jodi.

Atas aksi solidaritas tersebut, pihak keluarga almarhum menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu.

“Keluarga mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah peduli kepada almarhum, serta memohon maaf apabila semasa hidup almarhum memiliki salah kata dan perbuatan,” pungkas Jodi. (hj/nik)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Niko auglandy
#persis solo #semen padang #pasoepati