Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ini Rapor Pemain Asing Persis Solo, Berpotensi Dilepas di Bursa Transfer Liga 1

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Jumat, 16 Januari 2026 | 19:13 WIB

Skuad Persis Solo yang teriun di Super League 2025/2026.
Skuad Persis Solo yang teriun di Super League 2025/2026.
 

RADARSOLO.COM Bursa transfer BRI Super League 2025/2026 kian memanas menyusul merebaknya rumor bahwa Persis Solo bakal mendatangkan lima hingga tujuh pemain asing baru. Isu tersebut mencuat di tengah situasi genting Laskar Sambernyawa yang masih terjebak di zona degradasi.

Dalam kondisi seperti ini, perubahan komposisi skuad dinilai menjadi satu-satunya jalan realistis untuk menyelamatkan Persis Solo dari ancaman turun kasta. Manajemen pun disebut siap memaksimalkan jendela transfer paruh musim dengan menghadirkan amunisi anyar.

“Sudah ada beberapa nama yang masuk radar. Fokusnya di sektor pemain belakang dan gelandang. Bocorannya ada lima pemain asing dan tujuh pemain lokal yang dibidik manajemen. Untuk pengalaman Timnas, salah satunya ada dan masih tergolong muda,” ujar sumber terpercaya Jawa Pos Radar Solo yang enggan disebutkan namanya.

Masuknya pemain baru hampir pasti akan diikuti dengan pelepasan sejumlah pemain lama guna menyesuaikan kuota yang tersedia. Namun, siapa saja yang bakal dilepas masih menjadi tanda tanya besar.

Keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan manajemen bersama pelatih kepala Milomir Seslija. Jawabannya disebut hanya tinggal menunggu waktu.

Evaluasi Pemain Asing Putaran Pertama

Jika menilik statistik putaran pertama, performa pemain asing Persis memang beragam. Dari sektor penyerangan, Kodai Tanaka tampil paling konsisten. Penyerang asal Jepang itu mencatat 17 penampilan dengan torehan 7 gol dan 1 assist, sekaligus menjadi top skor Persis Solo di paruh musim.

Catatan gol Tanaka sejajar dengan Vinicius (Borneo FC) dan Ciro Alves (Malut United). Ia hanya terpaut dari Maxwell (Persija Jakarta) dan Dalberto (Arema FC) yang telah mengoleksi 10 gol, serta Peralta (Borneo FC) dengan 9 gol. Rata-rata rating Tanaka berada di kisaran 7,0, menandakan kontribusi stabil hampir di setiap laga.

Berbeda dengan Tanaka, performa Gervane Kastaneer dinilai belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi. Penyerang yang pernah membawa Curacao lolos ke Piala Dunia 2026 itu baru mencetak 4 gol dari 13 penampilan. Meski sempat mencatat rating tinggi di beberapa laga, inkonsistensinya membuatnya belum menjadi pembeda utama di lini depan.

Sorotan tajam juga mengarah ke lini pertahanan. Sepanjang putaran pertama, Persis kebobolan 38 gol, menjadikannya tim dengan jumlah kebobolan terbanyak kedua di Super League.

Xandro Schenk tampil reguler dengan 17 penampilan dan bahkan menyumbang dua gol—catatan yang cukup baik untuk seorang bek tengah. Namun, kontribusi defensifnya masih dinilai belum maksimal.

Sementara itu, Jordy Tutuarima mencatat 12 penampilan dan satu gol, tetapi performanya dalam duel bertahan dan transisi permainan dinilai kurang solid. Tak mengherankan jika dua nama ini santer dirumorkan masuk daftar evaluasi.

Di sisi lain, Cleylton Santos justru tampil relatif stabil. Bek asal Brasil tersebut beberapa kali mencetak gol dari situasi bola mati dan dianggap mampu memberi kontribusi seimbang, baik secara defensif maupun ofensif.

Dari lini tengah dan sayap, kontribusi pemain asing juga terbilang terbatas. Sho Yamamoto mencatat 13 penampilan dan dua gol, namun minim assist serta key passes sebagai gelandang serang.

Adapun Fuad Sule, yang sempat tersandung sanksi FIFA berupa larangan bermain, belum terlihat menyatu dengan permainan tim. Dari enam penampilannya, kontribusinya dinilai belum signifikan dan namanya pun masuk dalam rumor pemain yang berpotensi dilepas.

Sementara itu, Adriano Castanheira dan Zulfahmi Arifin juga belum memberikan dampak besar. Keduanya mencatat sekira 12–13 penampilan dengan kontribusi gol di bawah satu—angka yang jauh dari ekspektasi pemain asing di kasta tertinggi.

Menanggapi berbagai rumor tersebut, manajemen Persis Solo menegaskan bahwa seluruh keputusan masih dalam tahap evaluasi internal.

“Soal pemain yang dilepas, itu masih dibahas oleh pelatih. Evaluasi dilakukan setelah laga melawan Semen Padang,” ujar Direktur Utama Persis Solo Ginda Ferachtriawan.

Dia juga menegaskan bahwa rumor kedatangan pemain asing baru belum bisa dipastikan kebenarannya.

“Kalau semuanya masih rumor, tentu masih sangat dinamis. Kami belum bisa mengatakan sudah ada pembicaraan atau belum. Semua harus sesuai filosofi sepak bola dan kebijakan transfer klub. Kalau sudah final, baru akan kami sampaikan secara resmi,” pungkasnya. (hj/nik)

 

 

 

Editor : Niko auglandy
#persis solo #kaesang #degradasi