RADARSOLO.COM – Persis Solo menutup putaran pertama BRI Super League 2025/2026 dengan rapor merah. Hingga pekan ke-17, Laskar Sambernyawa masih terpuruk di zona degradasi, tepatnya di peringkat ke-16 klasemen sementara dari 18 peserta, dengan koleksi 10 poin.
Dari 17 laga, Persis Solo hanya mampu mencatat dua kemenangan dan empat hasil imbang, sementara 11 pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan.
Ironisnya, produktivitas lini depan yang mampu mencetak 20 gol tak sebanding dengan rapuhnya sektor belakang.
Sepanjang paruh pertama musim, Persis kebobolan 38 gol, menjadikannya tim dengan jumlah kebobolan terbanyak kedua setelah PSBS Biak (39 gol).
Buruknya kinerja lini pertahanan pun menjadi sorotan utama publik dan suporter menjelang jeda kompetisi.
Barisan belakang yang kerap diisi Xandro Schenk, Cleylton Santos, Jordy Tutuarima, dan Giovani Numberi dinilai kurang solid serta sering tidak konsistensi.
Tak sedikit yang memprediksi sektor ini bakal menjadi fokus perombakan pertama Persis Solo di bursa transfer paruh musim.
Sinyal pembenahan itu menguat seiring beredarnya rumor bahwa manajemen Persis tengah berburu pemain anyar, khususnya di posisi bek dan gelandang.
“Untuk bocoran, ada beberapa nama yang sudah masuk. Posisi yang dibidik pemain belakang dan gelandang,” ujar sumber terpercaya Jawa Pos Radar Solo yang enggan dipublish namanya.
Di tengah rumor tersebut, nama Nilson Junior, bek Malut United, mencuat dan santer dikaitkan dengan Persis Solo.
Bek asal Brasil itu disebut-sebut masuk radar manajemen Laskar Sambernyawa sebagai opsi untuk memperkuat lini pertahanan yang rapuh.
Nilson Junior bergabung dengan Malut United pada Agustus 2025 dan menjadi salah satu pilihan di jantung pertahanan klub asal Maluku Utara tersebut.
Berdasarkan data Transfermarkt, Nilson Barbosa Nascimento Junior lahir di Maceió, Brasil, pada 9 September 1991.
Bek tengah setinggi 190 sentimeter ini memulai karier profesionalnya pada 2011 dan telah malang melintang di sejumlah klub Brasil, seperti CRB, Sete de Setembro, Coruripe, Sousa, Treze, Villa Nova, hingga Sampaio Corrêa.
Dia juga sempat merumput di luar Brasil bersama klub Iran, Sepahan, pada musim 2022/2023. Selama dua musim membela Sepahan, Nilson mencatat 32 penampilan dengan torehan satu gol dan satu assist.
Setelah itu, ia kembali ke Brasil untuk memperkuat Ponte Preta dan Operário Ferroviário, sebelum akhirnya berlabuh ke Malut United.
Sepanjang kariernya, Nilson Junior telah membukukan 192 pertandingan, lima gol, dua assist, 23 kartu kuning, serta total 15.606 menit bermain.
Bersama Malut United musim ini, ia sudah tampil dalam 10 laga dengan catatan satu assist, dua kartu kuning, dan 821 menit bermain.
Meski berpengalaman, rumor ketertarikan Persis terhadap Nilson Junior justru memicu reaksi beragam dari suporter.
Sebagian menilai Nilson sudah terlalu senior dan performanya belum tentu lebih baik dibandingkan bek asing Persis yang ada saat ini.
Bahkan secara statistik, kontribusinya dinilai tak jauh berbeda dengan Xandro Schenk, palang pintu utama Laskar Sambernyawa.
Perbandingan data menunjukkan Xandro Schenk unggul dalam kontinuitas bermain. Bek asal Belanda itu mencatat 1.486 menit bermain dari 17 laga, atau rata-rata 87 menit per pertandingan.
Sementara Nilson Junior baru mengoleksi 822 menit dari 10 laga dengan rata-rata 82 menit per gim.
Dari sisi ofensif, Xandro juga lebih produktif dengan dua gol, sedangkan Nilson belum mencetak gol musim ini.
Keduanya sama-sama belum mencatatkan assist. Namun, Nilson unggul dalam distribusi bola jarak jauh, dengan rata-rata 4,4 umpan panjang per laga dan akurasi 65 persen.
Xandro hanya mencatat 2,7 long ball per pertandingan dengan akurasi 52 persen.
Dalam aspek bertahan, Xandro Schenk lebih dominan dalam jumlah sapuan dan duel udara. Ia mencatat 2,7 clearance per laga, lebih tinggi dibanding Nilson Junior yang mencatat 2,1 sapuan.
Xandro juga lebih sering memenangi duel udara, meski persentase keberhasilan Nilson sedikit lebih baik.
Namun, Nilson Junior tercatat lebih sering dilewati lawan dengan catatan 1,4 kali dribbled past per pertandingan, sementara Xandro berada di angka 0,9.
Dari sisi disiplin, keduanya relatif seimbang dengan masing-masing mengoleksi dua kartu kuning tanpa kartu merah.
Secara keseluruhan, statistik memperlihatkan Xandro Schenk lebih unggul dalam konsistensi bermain dan volume aksi defensif, sementara Nilson Junior menonjol dalam distribusi bola dan akurasi duel udara.
Perbedaan karakter ini menimbulkan tanda tanya besar: benarkah kehadiran Nilson Junior akan menjadi solusi atas krisis lini pertahanan Persis Solo, atau sekadar tambal sulam tanpa dampak signifikan? (hj/nik)