RADARSOLO.COM - Salah satu cabang olahraga yang langsung menjajal venue pertandingan setibanya di Thailand adalah sepak bola cerebral palsy Indonesia.
Timnas CP Indonesia langsung menggelar latihan di Nakhon Ratchasima Rajabhat University Stadium sebagai bagian dari persiapan menuju ASEAN Para Games 2025.
Pelatih tim sepak bola cerebral palsy Indonesia, Yanuar Dhuma Ardhiyanto, menjelaskan bahwa timnya sengaja menjalani dua sesi latihan pada Jumat (16/1/2026). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat adaptasi pemain setelah menempuh perjalanan jauh.
“Dengan kondisi pemain yang kelelahan karena perjalanan, hari ini kami fokus melakukan conditioning. Pagi tadi sudah ada latihan ringan supaya otot-otot pemain lebih lemas. Untuk sesi sore ini, semuanya berjalan cukup oke,” kata Yanuar saat ditemui usai latihan, Jumat sore.
Yanuar menambahkan, tim masih memiliki beberapa hari sebelum laga perdana dimulai. Tim pelatih akan menyusun periodisasi latihan agar kondisi fisik pemain mencapai performa puncak tepat saat pertandingan.
“Untuk kebugaran, tinggal kami tingkatkan sedikit lagi agar mencapai peak performance. Setelah itu, fokus kami akan beralih ke aspek taktik, dengan mempertimbangkan karakter dan skema permainan lawan di ASEAN Para Games 2025,” jelasnya.
Kabar baiknya, seluruh pemain berada dalam kondisi prima. Tidak ada laporan cedera yang mengganggu persiapan tim.
“Sejauh ini semua pemain sehat, tidak ada yang cedera. Artinya kami bisa menurunkan komposisi skuat secara utuh. Insya Allah, tim Indonesia akan berjuang dengan kekuatan penuh,” tegas Yanuar.
Sementara itu, kapten tim sepak bola cerebral palsy Indonesia, Yahya Hernanda, menegaskan kesiapan seluruh pemain untuk bertempur di ajang olahraga disabilitas terbesar se-Asia Tenggara tersebut.
“Insya Allah kami siap melahap seluruh program latihan sampai hari pertandingan. Persiapan sejauh ini sangat maksimal, dan kami sudah mulai beradaptasi dengan lapangan yang akan digunakan,” ujar Yahya.
Gelandang kelahiran Martapura, 26 November 1996, itu mengungkapkan bahwa fokus latihan kali ini adalah passing exercise.
Latihan tersebut bertujuan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi rumput stadion yang akan menjadi venue pertandingan.
“Passing ini untuk mengukur aliran bola kami, apakah enak atau justru sulit. Kondisi rumput di sini cukup tipis, jadi bola agak susah dikontrol. Kami harus cepat beradaptasi supaya permainan tetap berjalan sesuai rencana,” tutur alumnus UIN Antasari Banjarmasin itu.
Sementara itu, kontingen Indonesia yang diperkuat 290 atlet langsung menggeber persiapan jelang ASEAN Para Games 2025.
Sehari setelah tiba di Thailand, para atlet Merah Putih sudah mulai menjalani sesi latihan di Nakhon Ratchasima, yang akan menjadi lokasi utama penyelenggaraan ajang tersebut.
Kontingen Indonesia tiba di Thailand dalam dua kloter melalui Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, pada Kamis (15/1/2026).
Kloter pertama mendarat pada pukul 08.15 waktu setempat, disusul kloter kedua yang tiba pada pukul 15.45.
Setibanya di Bangkok, seluruh rombongan melanjutkan perjalanan darat menuju Nakhon Ratchasima dengan waktu tempuh sekitar empat jam. Perjalanan panjang tersebut tentu menguras energi para atlet.
Meski demikian, rasa lelah tidak menyurutkan semangat kontingen Indonesia untuk memaksimalkan persiapan.
Sejumlah cabang olahraga bahkan langsung menggelar sesi latihan ringan sebagai bagian dari proses pemulihan kebugaran dan adaptasi setelah perjalanan jauh.
Langkah cepat ini menjadi bukti keseriusan kontingen Indonesia dalam mempersiapkan diri menghadapi persaingan ketat di ASEAN Para Games 2025. Dengan waktu yang tersisa, para atlet diharapkan dapat mencapai kondisi terbaik sebelum turun berlaga dan mengharumkan nama bangsa.(nik)