RADARSOLO.COM - Liga Nusantara 2025/2026 atau Liga 3 musim ini bersiap memasuki babak terakhir fase penyisihan. Persaingan di seluruh grup semakin ketat seiring mendekatnya laga-laga penentuan.
Sejumlah tim telah memastikan diri lolos ke babak 8 besar dan tinggal menunggu lawan di fase gugur. Namun, di sisi lain, masih banyak tim yang berada dalam posisi harap-harap cemas, baik untuk mengejar tiket ke fase berikutnya maupun berjuang menghindari jurang degradasi.
Dengan sisa pertandingan yang kian menipis, setiap laga kini bernilai krusial. Kesalahan sekecil apa pun bisa berdampak besar terhadap nasib tim di akhir kompetisi, baik di papan atas maupun papan bawah klasemen.
Klasemen Grup A: Dejan FC dan Batavia di Atas Angin
Persaingan Liga Nusantara 2025/2026 Grup A mulai menemui titik terang. Dejan FC dan Batavia FC dipastikan aman finis di dua posisi teratas klasemen, sekaligus mengunci tiket babak 8 besar, meski babak penyisihan masih menyisakan satu pertandingan.
Dejan FC tampil paling konsisten sepanjang fase grup. Dari 10 pertandingan, klub asal Depok tersebut belum tersentuh kekalahan dengan catatan delapan kemenangan dan dua hasil imbang, mengoleksi 26 poin serta selisih gol impresif +21.
Produktivitas lini serang dan solidnya pertahanan membuat Dejan FC sulit dikejar para pesaing.
Sementara itu, Batavia FC juga memastikan langkah ke fase gugur setelah mengumpulkan 19 poin dari 11 laga. Perolehan tersebut sudah tidak mungkin dikejar oleh tim-tim di bawahnya, sehingga posisi runner-up Grup A dipastikan menjadi milik Batavia FC.
Di bawah dua besar, persaingan tidak lagi berpengaruh terhadap perebutan tiket lolos. Nusantara United FC, PSDS Deli Serdang, dan Persipa harus puas tertahan di papan tengah dan bawah klasemen, tanpa peluang menembus babak 8 besar.
Dengan satu laga tersisa, pertandingan terakhir Grup A kini lebih bersifat formalitas. Fokus Dejan FC dan Batavia FC pun mulai beralih ke persiapan menghadapi tantangan yang lebih berat di fase gugur Liga Nusantara 2025/2026.
Klasemen Grup B: Menunggu Suksesor PSGC Ciamis
Persaingan Liga Nusantara 2025/2026 Grup B masih menyisakan tensi tinggi. Meski babak penyisihan masih menyisakan dua pekan pertandingan, PSGC Ciamis sudah memastikan diri finis sebagai pemuncak klasemen sekaligus mengunci tiket lolos ke babak 8 besar.
PSGC Ciamis tampil konsisten sepanjang fase grup. Dari 13 pertandingan, mereka mencatatkan delapan kemenangan, empat hasil imbang, dan satu kekalahan, mengoleksi 28 poin dengan selisih gol positif +12.
Raihan tersebut sudah tidak mungkin dikejar oleh para pesaingnya di sisa laga.
Sementara itu, satu tiket tersisa menuju babak 8 besar dari Grup B masih akan diperebutkan dengan sengit.
Pekanbaru FC untuk sementara berada di posisi kedua dengan 19 poin, namun posisinya belum sepenuhnya aman.
Persitara Jakarta Utara (17 poin) dan Persikota Kota Tangerang (15 poin) masih berpeluang menyalip, tergantung hasil di pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Di papan bawah, Tri Brata Rafflesia FC dan Perserang Serang juga masih berusaha memperbaiki posisi, meski peluang mereka untuk menembus dua besar kian menipis.
Dengan dua laga tersisa, persaingan Grup B dipastikan bakal semakin memanas. Setiap poin menjadi krusial dalam menentukan siapa yang akan menemani PSGC Ciamis melaju ke fase gugur Liga Nusantara 2025/2026.
Klasemen Grup C: Semua Kemungkinan Bisa Terjadi
Persaingan Liga Nusantara 2025/2026 Grup C masih sepenuhnya terbuka. Hingga memasuki fase akhir babak penyisihan, belum ada satu pun tim yang memastikan diri lolos ke babak 8 besar.
Dari klasemen sementara, Persika Karanganyar masih memimpin dengan koleksi 20 poin dari 11 pertandingan.
Namun posisi tersebut belum sepenuhnya aman. Persika masih harus menghadapi sisa laga krusial yang akan menentukan nasib mereka di kompetisi ini.
Di bawah Persika, persaingan berlangsung ketat. RANS Nusantara FC menempel di posisi kedua dengan 17 poin, disusul Persibo Bojonegoro yang mengoleksi 15 poin.
Jarak poin yang tipis membuat peluang ketiga tim tersebut untuk finis di dua besar masih terbuka lebar.
Sementara itu, Sang Maestro FC juga belum sepenuhnya tersingkir. Dengan 12 poin, mereka masih memiliki kans untuk menyodok ke papan atas jika mampu meraih hasil maksimal di sisa pertandingan.
Adapun Persikutim United berada di posisi terbawah dengan 6 poin, namun tetap berpeluang memengaruhi peta persaingan lewat hasil laga terakhir.
Dengan rata-rata dua pertandingan tersisa bagi masing-masing tim, perubahan posisi klasemen masih sangat mungkin terjadi. Setiap laga ke depan akan menjadi partai hidup-mati bagi kontestan Grup C.
Bagi Persika Karanganyar, situasinya jelas: tidak boleh terpeleset. Kemenangan di sisa pertandingan menjadi harga mati jika ingin mengamankan tiket ke babak 8 besar Liga Nusantara 2025/2026 tanpa bergantung pada hasil tim lain.
Klasemen Grup D: Persaingan Sangatlah Sengit
Persaingan Liga Nusantara 2025/2026 Grup D yang dipusatkan di Surabaya kian memanas. Hingga memasuki fase akhir babak penyisihan, belum ada satu pun tim yang memastikan diri lolos ke babak 8 besar.
Persekabpas untuk sementara masih memimpin klasemen dengan raihan 23 poin dari 13 pertandingan. Namun posisi tersebut belum sepenuhnya aman karena hanya terpaut satu poin dari Perseden Denpasar yang menguntit di peringkat kedua dengan 22 poin.
Di bawahnya, Persiba Bantul masih menjaga asa setelah mengoleksi 20 poin, disusul Persebata Lembata dengan 18 poin.
Situasi ini membuat peta persaingan di Grup D sangat terbuka. Bahkan Gresik United FC, yang kini berada di peringkat kelima dengan 16 poin, masih memiliki peluang untuk merangsek ke papan atas jika mampu memaksimalkan laga-laga tersisa.
Sementara itu, Waanal Brothers yang menempati posisi juru kunci dengan 11 poin juga belum sepenuhnya aman. Mereka masih harus berjuang keras untuk menghindari posisi degradasi di sisa kompetisi.
Dengan beberapa pertandingan tersisa, setiap laga di Grup D kini berubah menjadi partai hidup-mati.
Baik tim yang memburu tiket ke fase berikutnya, yang ingin bertahan di papan tengah, maupun yang berusaha menjauh dari ancaman degradasi, semuanya dituntut tampil maksimal hingga peluit akhir babak penyisihan. (nik)
Editor : Niko auglandy