RADARSOLO.COM - Berdasarkan catatan RSSSF, Ferroviário asal Mozambik juga disebut menjalani laga di Goa, dengan hasil imbang 2-2 atau kalah 1-5, dalam turnya di Indonwsia
Namun hingga kini, lokasi pasti pertandingan tersebut belum dapat dipastikan, termasuk apakah masih berlangsung di wilayah Indonesia atau luar negeri.
Selama tur Asia 1955–1956, Ferroviário membawa 18 pemain, dengan komposisi usia relatif muda namun berpengalaman.
Di posisi penjaga gawang terdapat Severindo da Conceição (23) dan Octavio Augusto César de Sá (20). Lini belakang diisi Raul Franco (26) dan Francisco M. Pontes Ribeiro (27).
Sektor tengah diperkuat pemain seperti João Gouveia Campelo, Hernani da Silva, Armando Ferreira da Silva, Constancio Roque Ferreira, hingga Augusto Onofre.
Sementara lini depan diisi deretan penyerang tajam, termasuk Teixeira, Ismael Amaral, Fernando Ventura Low, Jorge da Costa Viana, hingga Dan Cândido da Silva Veiga (35)—figur sentral yang merangkap kapten dan pelatih.
Kemenangan Persija di Stadion Ikada menjadi penutup tur Ferroviário di Pulau Jawa, sekaligus menorehkan catatan penting dalam sejarah awal pertemuan sepak bola Indonesia dengan klub Afrika pada era 1950-an. (*)