RADARSOLO.COM - Komite Disiplin (Komdis) PSSI kembali merilis hasil sidang yang digelar pada 8 Januari 2026. Sejumlah klub, pemain, hingga panitia pelaksana pertandingan di Pegadaian Championship 2025/2026 dijatuhi sanksi atas berbagai pelanggaran yang terjadi pada awal Januari.
Sanksi pemain diawali dari Faisal Ramadani dari Persekat Tegal yang mendapat tambahan larangan bermain dua pertandingan serta denda Rp 5 juta.
Hukuman tersebut dijatuhkan usai Faisal melakukan pelanggaran serius dengan menginjak pemain lawan dan menerima kartu merah langsung pada laga Persekat kontra Sumsel United, 3 Januari 2026.
Dari pertandingan lain di hari yang sama, PSIS Semarang turut disanksi denda Rp 30 juta akibat penyalaan petasan satu kali di Tribun Utara saat menjamu Persipal FC.
Sementara Persipal FC sendiri dikenai denda Rp25 juta karena lima pemainnya menerima kartu kuning dalam pertandingan tersebut.
Kasus kartu merah kembali muncul pada laga Adhyaksa FC Banten vs Garudayaksa FC (4 Januari 2026).
Pemain Garudayaksa, Komang Tri Arta Wiguna, dijatuhi tambahan larangan bermain satu pertandingan dan denda Rp 5 juta setelah menghalangi peluang gol lawan.
Rekannya, Adittia Gigis Hermawan, juga terseret sanksi akibat tindakan perusakan fasilitas stadion dengan menendang pintu, meski rincian denda tidak disebutkan dalam keputusan.
Sanksi juga menyasar panitia pelaksana pertandingan. Panpel Sriwijaya FC didenda Rp 12,5 juta karena gagal mengantisipasi kehadiran suporter PSPS Pekanbaru saat laga Sriwijaya FC kontra PSPS Pekanbaru, 4 Januari 2026.
Selain denda, panpel juga dibebankan kewajiban penggantian kerugian materil serta mendapat sanksi teguran keras. PSPS Pekanbaru sebagai klub tamu turut dikenai denda Rp 12,5 juta.
Di laga lainnya, pemain Persela Lamongan, Muhammad Yoga Wahyu Pratama, dijatuhi larangan bermain satu pertandingan dan denda Rp 5 juta usai menghalangi peluang gol lawan dan menerima kartu merah langsung saat menghadapi Persiba Balikpapan.
Sementara itu, pemain PS Barito Putera, Rizky Rizaldi Pora, mendapat hukuman lebih berat berupa tambahan larangan bermain dua pertandingan serta denda Rp 5 juta setelah melakukan pelanggaran menyikut pemain lawan dalam laga kontra Persiku Kudus pada 5 Januari 2026.
Terakhir, PSS Sleman dikenai denda Rp 15 juta akibat tindakan tidak sportif yang dilakukan pemainnya, M. Fahri, berupa pelemparan air minum kemasan yang mengarah ke belakang bench Kendal Tornado FC pada laga 5 Januari 2026.
Rangkaian keputusan ini menegaskan sikap tegas Komdis PSSI dalam menjaga disiplin, keamanan, serta sportivitas sepanjang kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026. (nik)
Editor : Niko auglandy