RADARSOLO.COM – Persiharjo Sukoharjo meraih hasil positif di leg pertama babak 8 besar Liga 4 Jawa Tengah 2025/2026 usai menang tipis 1-0 atas PSD Demak di Stadion Gelora Merdeka, Sukoharjo, Minggu (1/2/2026). Hasil ini memang dirasa belum aman, mengingat leg kedua akan dijalani di kandang PSD Demak, 4 Februari mendatang.
Tim lawan jelas mengusung misi yang besar untuk membalas kekalahannya, dan menang agregat nantinya.
Di lain sisi, pertemuan pertama Persiharjo dengan PSD benar-benar tak mudah. Sejak peluit babak pertama dibunyikan, penguasaan bola lebih banyak berada di kaki pemain PSD Demak. Sementara itu, Persiharjo memilih tampil pragmatis dengan mengandalkan skema serangan balik cepat.
Beberapa peluang berbahaya sempat diciptakan Laskar Honggopati melalui skema counter attack yang dikomandoi Dedi Cahyono Putro. Namun, peluang-peluang tersebut belum mampu dimaksimalkan menjadi gol pembuka keunggulan tuan rumah.
Memasuki menit ke-20, PSD Demak mulai bermain lebih berhati-hati dalam upaya membongkar rapatnya pertahanan Persiharjo. Tim berjuluk Laskar Kalijaga itu sempat memperoleh peluang emas pada menit ke-24. Beruntung, pengalaman kiper Persiharjo, Agung Prasetyo menjadi pembeda setelah berhasil mengamankan bola.
Setengah jam pertandingan berlalu, kedua tim masih tampil sama kuat tanpa gol tercipta. Pada menit ke-39, PSD Demak melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Ahmad Zainuddin untuk menggantikan Husain yang tampak mengalami cedera. Hingga peluit akhir babak pertama dibunyikan, skor kacamata tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, Laskar Honggopati langsung tancap gas melancarkan serangan. Namun, upaya tersebut masih mampu diredam dengan cukup baik oleh barisan pertahanan PSD Demak. Pada menit ke-55, tim tamu nyaris membuka keunggulan lewat tembakan Anshori, sayang sepakan tersebut masih terlalu lemah meski gawang dalam posisi terbuka dan dengan mudah diamankan Agung Pras.
Situasi sempat memanas pada menit ke-61 setelah Persiharjo mendapatkan tendangan sudut. Terjadi kemelut di dalam kotak penalti PSD Demak, di mana para pemain Persiharjo melayangkan protes karena menilai adanya handsball. Namun, wasit menolak protes tersebut dan memutuskan pertandingan tetap dilanjutkan.
PSD Demak kembali melakukan pergantian pemain dengan menarik keluar Romi Andika yang mengalami cedera dan memasukkan Arlen. Persiharjo merespons dengan mengganti Dedi Cahyono Putro dengan Muhammad Izul pada menit ke-70. Dengan sisa waktu sekitar 20 menit, Laskar Honggopati terus tampil menekan demi memaksimalkan status sebagai tuan rumah.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-77. Persiharjo Sukoharjo sukses mencetak gol indah melalui sepakan salto Hosemando yang tak mampu dibendung kiper PSD Demak.
Tertinggal satu gol, PSD Demak mulai bermain lebih terbuka dan meningkatkan intensitas serangan. Namun, ketenangan serta pengalaman Agung Pras di bawah mistar membuat gawang Persiharjo tetap aman.
Memasuki menit ke-86, Hosemando harus ditarik keluar lapangan karena mengalami cedera usai dilanggar pemain lawan. Pencetak gol indah tersebut kemudian digantikan oleh Bagas Wahyu. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah dan Persiharjo Sukoharjo memastikan kemenangan atas PSD Demak pada leg pertama.
“Menghadapi Demak ini di babak pertama ternyata mereka juga membuat kontra strategi sehingga kita kesulitan untuk menembus pertahanan mereka. Namun di babak kedua ada beberapa perubahan sehingga kita bisa maksimalkan hasil di kandang,” ungkap Pelatih Persiharjo Sukoharjo Dwi Joko Prihatin.
Lebih lanjut, pelatih berusia 43 tahun tersebut mengaku terharu dan berharap bisa mencatatkan sejarah bersama Persiharjo Sukoharjo setelah melewati perjuangan panjang bersama klub.
“Kami berusaha untuk menciptakan sejarah. Ini saya sudah 10 tahun bersama di Persiharjo, saya tahu beratnya Persiharjo dan tahun ini dukungannya begitu luar biasa. Jadi harapan kami tahun ini kami bisa menciptakan sesuatu yang luar biasa untuk Sukoharjo,” pungkasnya. (nik)
Editor : Niko auglandy