RADARSOLO.COM – Di tengah proyek perombakan besar-besaran yang sedang dilakukan Persis Solo, kabar kurang menyenangkan justru muncul mengenai salah satu pemain kunci mereka, Kodai Tanaka.
Penyerang asal Jepang itu dikabarkan masuk radar Dewa United pada bursa transfer paruh kedua BRI Super League 2025/2026.
Isu tersebut cepat menyebar di media sosial dan memicu spekulasi luas.
Banyak suporter mempertanyakan arah kebijakan manajemen, terutama terkait komposisi pemain asing yang kini sedang dievaluasi total oleh Laskar Sambernyawa.
Menanggapi kabar yang terus bergulir, manajemen Persis akhirnya buka suara. Head of Media Persis Solo, Bryan Barcelona, menegaskan bahwa tidak ada perubahan status pada Kodai Tanaka. Ia memastikan sang pemain masih terdaftar secara resmi sebagai bagian dari tim.
“Sampai hari ini, Kodai Tanaka masih tercatat sebagai pemain Persis Solo,” tegas Bryan kepada Jawa Pos Radar Solo.
Isu kepergian Kodai tidak lepas dari dinamika bursa transfer paruh musim. Sejauh ini, Persis sudah mendatangkan delapan pemain asing demi mempercepat perbaikan performa tim.
Masuknya banyak pemain baru tentu membuat sejumlah nama harus dilepas. Tujuh pemain asing yang tidak tampil saat laga kontra Borneo FC, Jumat (23/1), disebut tidak lagi masuk dalam rencana tim ke depan.
Meski begitu, Bryan menegaskan bahwa dua pemain asal Jepang, termasuk Kodai Tanaka, masih berada dalam rencana pelatih.
“Ada beberapa pemain asing yang masa depannya belum pasti seperti Adriano, Zulfahmi, dan Fuad Sule. Ini nanti masih dibicarakan secara teknis. Tapi kemungkinan besar, sebagian pemain asing yang lama memang tidak masuk rencana,” jelasnya.
Secara statistik, Kodai Tanaka menunjukkan peran signifikan bersama Persis Solo musim ini.
Dia tampil dalam 19 pertandingan, seluruhnya sebagai starter, dengan total 1.630 menit bermain atau rata-rata 86 menit per laga.
Angka ini menunjukkan kepercayaan penuh dari tim pelatih terhadap kontribusinya di lini depan.
Dari sisi produktivitas, Kodai menorehkan tujuh gol, dengan rata-rata 0,4 gol per pertandingan dan satu gol setiap 233 menit. Ia juga menghasilkan rata-rata dua tembakan per laga, dengan 1,1 di antaranya tepat sasaran.
Kontribusinya dalam distribusi bola juga terlihat. Ia mencatatkan satu assist, dengan rata-rata 0,7 umpan kunci per pertandingan. Akurasi umpannya mencapai 75 persen, setara dengan 12–13 umpan akurat setiap laga, menunjukkan perannya sebagai penghubung serangan Persis.
Pada aspek duel dan kemampuan individu, Kodai memenangkan 37 persen duel total, 40 persen duel udara, serta mencatatkan tingkat keberhasilan dribel 76 persen dengan rata-rata 1,4 dribel sukses per laga.
Meski demikian, ia juga membukukan lima kesalahan yang berujung pada tembakan lawan, menjadi catatan evaluasi tersendiri.
Jika dibandingkan dengan performanya musim 2024 bersama Balestier Khalsa di Liga Singapura, produktivitas Kodai memang menurun.
Saat itu, ia mencetak 25 gol dan delapan assist dari 32 laga, atau rata-rata 0,8 gol per pertandingan.
Perbedaan peran, intensitas liga, dan karakter kompetisi menjadi faktor yang memengaruhi penurunan angka tersebut.
Kendati demikian, konsistensi menit bermain dan statusnya sebagai starter menunjukkan bahwa Kodai Tanaka masih menjadi bagian penting dalam struktur permainan Persis Solo.
Data itu sekaligus menguatkan pernyataan manajemen bahwa sang penyerang asal Jepang tetap masuk dalam rencana klub. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy