RADARSOLO.COM - Bursa transfer Super League 2025/2026 resmi ditutup pada 6 Februari 2026. Sejumlah klub menutup jendela belanja dengan berbagai manuver mengejutkan—mulai dari mendatangkan wajah baru, meminjamkan pemain yang minim menit bermain, hingga melepas nama-nama yang dinilai tak lagi sesuai evaluasi paruh musim.
Salah satu nama yang paling banyak diperbincangkan adalah gelandang Persija Jakarta, Ryo Matsumura.
Di media sosial, pendukung Persis Solo ramai berharap pemain asal Jepang itu bisa kembali ke Laskar Sambernyawa, klub yang mengantarkannya menjadi bintang Liga 1.
Harapan itu menguat seiring minimnya menit bermain yang ia dapatkan musim ini.
Musim 2025/2026 berjalan sangat berat bagi Ryo. Di Super League musim ini, ia baru dimainkan sekali oleh pelatih Persija Jakarta.
Padahal, pada musim-musim sebelumnya, eks gelandang enerjik Persis Solo itu selalu menjadi pilihan utama.
Pada musim 2023/2024 bersama Persija, Ryo tampil dalam 33 laga dan menyumbang 10 gol.
Di Piala Presiden 2024, ia kembali menjadi tumpuan dengan tampil empat kali.
Musim berikutnya, 2024/2025, performanya tetap stabil dengan 34 laga dan torehan 7 gol.
Persija merekrut Ryo setelah penampilan gemilangnya di musim 2022/2023 bersama Persis Solo, ketika ia mencetak 11 gol dari 28 pertandingan. Namun perjalanan manis itu seolah memasuki jeda panjang.
Musim ini, segalanya berubah. Dalam masa persiapan menyongsong Super League 2025/2026, Ryo mengalami cedera hamstring serius pada Agustus 2025.
Cedera itu memaksanya naik meja operasi dan menepi selama empat bulan.
Saat akhirnya comeback melawan Semen Padang FC pada 22 Desember 2025, nasib buruk kembali menimpanya.
Ia menerima sanksi larangan bermain empat pertandingan dari Komite Disiplin (Komdis), sehingga kembali kehilangan kesempatan menit bermain. Sejak itu, ia tak pernah lagi tampil bersama Persija.
Kini, perjalanan Ryo bersama Macan Kemayoran memasuki babak baru.
Sang gelandang resmi dipinjamkan ke Bhayangkara Presisi Indonesia FC untuk putaran kedua Super League 2025/2026.
Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, menegaskan bahwa keputusan ini tidak diambil secara tergesa.
“Ryo punya tempat spesial di Persija. Keputusan ini diambil dengan banyak pertimbangan karena kami semua menghargai kontribusinya. Kami percaya masa peminjaman ini bisa menjadi ruang baginya untuk bangkit dan terus menjadi versi yang lebih baik,” ujar Bambang.
Meski musim ini penuh tantangan, kontribusi Ryo selama dua musim sebelumnya tak bisa dipandang sebelah mata.
Dia mencatat 67 penampilan di BRI Liga 1 dengan 17 gol dan 18 assist—statistik yang membuktikan perannya sebagai salah satu gelandang serang paling produktif di kompetisi domestik.
Peminjaman ke Bhayangkara menjadi kesempatan bagi Ryo menemukan kembali ritme terbaiknya, sekaligus menjawab harapan publik yang ingin melihatnya tampil gacor seperti sedia kala. (nik)