Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kabar Duka Menyelimuti Persis Solo, Pencipta Anthem "Satu Jiwa" Tutup Usia

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Selasa, 17 Februari 2026 | 11:53 WIB
Zoelham bersama bandnya The Working Class Symphony menyanyikan lagu Satu Jiwa bersama para suporter Persis Solo.
Zoelham bersama bandnya The Working Class Symphony menyanyikan lagu Satu Jiwa bersama para suporter Persis Solo.

RADARSOLO.COM – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Persis Solo pada Selasa (17/2/2026). Duka kali ini bukan datang dari hasil pertandingan atau kabar cedera pemain, melainkan dari sosok di balik anthem kebanggaan klub.

Vokalis The Working Class Symphony (TWCS), Hendra Gunawan yang akrab disapa Zoelham, meninggal dunia.

Almarhum mengembuskan napas terakhir pada pukul 05.15 WIB di Rumah Sakit PKU Sukoharjo.

Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, sahabat, serta komunitas musik dan suporter. Zoelham tutup usia di tengah kiprahnya yang masih lekat dalam ingatan publik Solo.

Rencananya, almarhum akan dimakamkan di Astanalaya Sidomulyo, Gawanan, Sukoharjo.

Sejak pagi, kabar berpulangnya Zoelham cepat menyebar melalui pesan berantai dan media sosial. Ucapan belasungkawa pun mengalir deras dari berbagai kalangan.

Nama Zoelham tidak bisa dilepaskan dari lagu “Satu Jiwa” yang selama ini menggema di Stadion Manahan.

Anthem tersebut telah menjadi identitas dan simbol loyalitas Laskar Sambernyawa. Setiap pertandingan kandang, lagu itu dinyanyikan bersama dengan penuh kebanggaan.

Bagi suporter Persis, “Satu Jiwa” bukan sekadar lagu pengiring sebelum kickoff. Liriknya merekatkan emosi antara pemain dan tribun. Irama dan baitnya seakan menjadi energi tambahan yang membakar semangat tim di lapangan.

Di mata publik Solo, Zoelham bukan hanya seorang vokalis band. Ia merepresentasikan semangat independen yang tumbuh dari skena musik lokal.

Bersama TWCS, dia konsisten menghadirkan karya-karya dengan energi kuat, lirik reflektif, serta karakter vokal yang khas.

Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi ekosistem musik Kota Bengawan.

Zoelham dikenal sebagai pribadi yang terbuka dan dekat dengan komunitas. Ia juga kerap mendukung band-band muda yang tengah merintis jalan di industri musik.

Manajemen Persis Solo turut menyampaikan belasungkawa secara resmi.

Media Officer Persis Solo Bryan Barcelona, mewakili klub menyampaikan rasa duka yang mendalam. Ia menilai Zoelham memiliki peran penting dalam perjalanan klub hingga hari ini.

“Manajemen turut berduka dan berbela sungkawa atas kepergiannya Mas Zul. Semoga keluarga diberikan ketabahan serta kekuatan untuk menghadapi momen berat seperti ini,” ucap Bryan.

Pernyataan itu menjadi bentuk penghormatan klub atas jasa almarhum.

Duka serupa juga datang dari elemen suporter. Presiden DPP Pasorpati Jodi menyatakan, pihaknya akan hadir langsung untuk memberikan penghormatan terakhir.

Dia menegaskan bahwa kepergian Zoelham merupakan kehilangan besar bagi keluarga besar Persis dan Pasoepati.

“Rencananya kami nanti akan silaturahmi ke rumah duka. Kami sangat kehilangan atas meninggalnya Mas Zoel, kami akan selalu mengenang lagu Satu Jiwa ciptaan beliau,” ucap Jodi.

Pernyataan tersebut menjadi cerminan betapa kuatnya ikatan emosional antara karya Zoelham dan tribun Manahan.

Lebih lanjut, manajemen juga menyampaikan terima kasih atas sumbangsih Zoelham untuk Persis.

Anthem “Satu Jiwa” disebut sebagai warisan berharga yang akan terus hidup bersama perjalanan klub. Bahkan, karya tersebut dinilai sebagai salah satu anthem pertama yang secara khusus diciptakan untuk klub sepak bola di Indonesia. 

Kepergian Zoelham menjadi pengingat bahwa karya adalah jejak yang abadi. “Satu Jiwa” akan terus dinyanyikan, diteriakkan, dan diwariskan dari satu generasi suporter ke generasi berikutnya.

Solo kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya, namun suaranya akan tetap bergema setiap kali tribun Manahan berseru lantang. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#persis solo #anthem #The Working Class Symphony #TWCS #Satu Jiwa