Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Rahasia Stamina Pemain Persis Solo Saat Puasa Terungkap! Ternyata Ini Kuncinya…

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Rabu, 18 Februari 2026 | 17:35 WIB
Pemain Persis SoloFebri Hariyadi saat berlatih dengan tim.
Pemain Persis SoloFebri Hariyadi saat berlatih dengan tim.

RADARSOLO.COM – Demi menjaga performa tetap stabil selama Ramadan, tim medis Persis Solo menerapkan skema nutrisi bertahap bagi seluruh pemain. Langkah ini dianggap penting mengingat latihan dan jadwal kompetisi tetap bergulir, sementara kebutuhan fisik para pemain harus tetap optimal.

Dokter tim, dr. Iwan Wahyu Utomo, menjelaskan bahwa momen paling krusial justru berada pada detik awal berbuka.

Setelah tubuh berjam-jam tanpa asupan, pemulihan tidak boleh dilakukan secara buru-buru. Rehidrasi menjadi kunci utama sebelum pemain mulai mengonsumsi kalori.

“Menu berbuka karena ini jadi bekal untuk latihan. Yang pertama paling bagus adalah air putih atau teh hangat satu sampai dua gelas, kemudian kurma. Kurma atau buah, kalau bisa buah tapi biasanya dalam bentuk jus,” ujarnya.

Menurut dr. Iwan, kurma dan buah mengandung karbohidrat sederhana yang cepat diserap tubuh. Kadar gula darah yang turun selama puasa bisa segera kembali naik secara stabil. Ini penting agar pemain tidak mengalami penurunan energi mendadak saat latihan malam.

Setelah fase rehidrasi, barulah pemain boleh mengonsumsi makanan tambahan, namun tetap dalam porsi terkendali. Prinsipnya bertahap, bukan langsung banyak.

Menu tinggi santan seperti kolak dicoret dari daftar rekomendasi. Selain sulit dicerna, makanan berlemak dapat membuat tubuh terasa berat dan mengganggu performa di lapangan.

“Saya sarankan tidak ada menu takjil seperti kolak atau makanan mengandung santan,” tegasnya.

Sebagai gantinya, pemain dianjurkan mengonsumsi yoghurt atau susu rendah lemak yang lebih ramah bagi pencernaan dan membantu pemulihan otot.

Untuk makanan utama, dr. Iwan menyarankan karbohidrat kompleks seperti roti gandum dan pasta. Jenis ini memberikan pelepasan energi lebih stabil sehingga daya tahan tubuh terjaga selama sesi latihan.

Penyesuaian asupan juga mengikuti jadwal latihan. Jika latihan dimulai pukul 20.00 WIB, pemain masih bisa menyantap makanan utama. Namun jika latihan lebih cepat, yakni pukul 19.00 WIB, maka porsi awal dibuat lebih ringan agar tidak mengganggu mobilitas.

Usai latihan, barulah pemain diperbolehkan melengkapi kebutuhan kalori harian mereka. Seluruh proses ini disebut sebagai skema nutrisi bertahap, yang disesuaikan dengan ritme aktivitas fisik dan kebutuhan individual pemain. Tim medis terus memantau kondisi hidrasi hingga pemulihan otot.

Manajemen nutrisi ini menjadi bagian penting Persis dalam menjaga stamina agar tidak drop selama Ramadan. Dengan disiplin dan pengawasan ketat, tim berharap performa tetap stabil di tengah padatnya agenda kompetisi. (hj/nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
#Super League #persis solo #Ramadan #liga 1