RADARSOLO.COM – Strategi rotasi pemain yang diterapkan Persis Solo dalam beberapa laga terakhir tengah menjadi sorotan.
Sejumlah pergantian pemain di tengah pertandingan dinilai belum sepenuhnya efektif oleh sebagian kalangan.
Meski begitu, tim pelatih memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil bukan sekadar insting sesaat, melainkan hasil kalkulasi matang di balik layar.
Pelatih kepala Persis Solo Milomir Seslija menegaskan, rotasi tak pernah dilakukan tanpa pertimbangan. Setiap pergantian pemain melalui diskusi internal, pembacaan data, dan analisis detail mengenai kondisi tim.
Menurutnya, penggunaan data dan evaluasi fisik pemain menjadi fondasi utama sebelum ia mengambil keputusan.
“Kami sudah berdiskusi berdasarkan data bahwa ada beberapa pemain yang hanya bisa bermain 45 menit saja. Dan kami tahu sepak bola Indonesia seperti apa,” ungkapnya.
Milo (sapaan akrab Milomir Seslija) menjelaskan bahwa kebugaran pemain menjadi perhatian serius. Tim pelatih harus memastikan setiap pemain tetap berada dalam batas aman dan tidak dipaksa bermain di luar kapasitas.
Risiko cedera harus ditekan sejak awal. Selain kondisi fisik, aspek kedisiplinan pun tak luput dari pengawasan. Pemain yang berpotensi mendapatkan kartu harus dipantau lebih cermat.
Sebagai contoh, Milo mengungkap alasan mengganti Irfan Jauhari saat Persis berhadapan dengan Madura United. Keputusan tersebut diambil demi mencegah risiko yang lebih besar.
“Kami tarik Irfan Jauhari karena tidak ingin pemain mendapatkan kartu merah,” jelasnya.
Menurut Milo, pertandingan di kompetisi Indonesia kerap berjalan dengan intensitas tinggi.
Dalam tempo singkat, dinamika laga bisa berubah drastis. Situasi semacam itu menuntut pelatih mengambil keputusan cepat meski kadang tidak mudah dipahami publik.
Baginya, kepentingan jangka panjang tim adalah prioritas.
Rotasi juga tak lepas dari kebutuhan taktik. Setiap lawan memiliki karakteristik berbeda. Karena itu, Persis perlu menyesuaikan pendekatan permainan.
Beberapa pemain disiapkan menjadi “impact player” yang bisa memberi tenaga baru di babak kedua.
Pergantian pemain bukan sekadar substitusi, melainkan bagian dari strategi besar.
“Kami bermain bagus saat menghadapi Madura United kemarin. Kita memiliki 3–4 pemain yang bisa menyegarkan permainan di babak kedua. Dan kita tahu, 15 menit pertama tim bisa tampil inferior karena kami membutuhkan koneksi satu sama lain,” lanjut Milo.
Kini Persis punya jeda pemulihan lebih panjang dibanding pekan sebelumnya. Kondisi itu memberi keuntungan tersendiri, karena tim bisa menyiapkan diri lebih maksimal secara fisik maupun taktik.
Laga menghadapi PSBS Biak pada Sabtu (21/2/2026) di Stadion Manahan Solo menjadi ujian berikutnya.
Publik menanti apakah strategi rotasi berbasis data ini benar-benar dapat memberi dampak positif. Persis Solo berharap hitungan yang disusun Milo berujung pada satu hal: poin penuh untuk memperbaiki posisi di klasemen. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy