Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Persis Solo Tak Mau Menunggu Lagi: Dua Laga, Dua Kemenangan atau…?

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Rabu, 25 Februari 2026 | 06:05 WIB

Pemain baru Persis Solo Alfriyanto Nico  berbincang dengan Milomir Seslija di sesi latihan rin, belum lama ini.
Pemain baru Persis Solo Alfriyanto Nico berbincang dengan Milomir Seslija di sesi latihan rin, belum lama ini.

RADADSOLO.COM– Tekanan terhadap pelatih kepala Milomir Seslija semakin menguat setelah Persis Solo gagal meraih kemenangan pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026.

Laskar Sambernyawa hanya bermain imbang melawan PSBS Biak di Stadion Manahan, hasil yang kian memicu kekecewaan suporter. Desakan agar pelatih asal Bosnia itu mundur kembali menggema.

Di tengah tekanan besar tersebut, Milo meminta publik memberi ruang bagi tim untuk berproses.

Menurutnya, ketidakstabilan performa tidak terlepas dari proses adaptasi skuad baru menyusul perombakan besar-besaran pada bursa transfer pertengahan musim.

Hampir separuh komposisi tim digantikan wajah baru, membuat penyatuan pola permainan membutuhkan waktu.

“Kita punya banyak pemain baru dan kita sedang membangun tim supaya jadi lebih bagus. Untuk tim yang baru terbentuk kita masih butuh waktu untuk beradaptasi,” ujar Milo usai laga kontra PSBS Biak.

Dia menambahkan, ada pemain yang bahkan baru bergabung beberapa hari sebelum pertandingan sehingga belum mencapai kecocokan optimal dalam sistem.

“Sebagai contoh, ada striker yang baru datang empat hari lalu dan kita memerlukan waktu supaya tim bisa beradaptasi,” ucapnya.

Meski begitu, Milo menilai permainan Persis sebenarnya menuju arah positif. Ia menyebut tim mampu menciptakan sejumlah peluang meski penyelesaian akhir kembali menjadi persoalan utama.

“Kita menciptakan banyak peluang dan secara permainan kita lebih baik. Masalah kita adalah kenapa tidak bisa mencetak gol lebih banyak,” jelasnya.

Namun tuntutan publik berbeda. Perombakan besar yang awalnya diharapkan membawa hasil instan belum menunjukkan dampak nyata hingga pekan ke-22.

Situasi membuat manajemen mengambil langkah tegas setelah melakukan evaluasi menyeluruh.

“Lewat evaluasi menyeluruh yang dilakukan oleh jajaran direksi dan manajemen, Persis dengan ini menyatakan bahwa Pelatih Kepala Tim Utama, Milomir Seslija akan diberi target 6 poin untuk dua laga ke depan, yaitu pertandingan kandang pekan ke-23 kontra Persik Kediri pada Minggu (1/3), dan partai tandang ke markas Persijap Jepara pada Kamis (5/3) mendatang,” tulis pernyataan resmi klub.

Target enam poin menjadi batas minimal bagi Persis untuk menjaga harapan bertahan di kompetisi kasta tertinggi musim depan.

Dukungan tetap diberikan kepada tim pelatih dan skuad, tetapi manajemen menegaskan bahwa hasil jangka pendek menjadi prioritas utama.

Dua laga berikutnya jelas menjadi periode krusial. Selain menjamu Persik Kediri di Stadion Manahan, Persis juga harus bertandang ke markas Persijap Jepara, yang tengah berada dalam tren positif.

Ultimatum ini menegaskan bahwa ruang adaptasi sudah habis.

Dua pertandingan, enam poin, dan masa depan Milo dipertaruhkan—apakah waktu yang ia minta dapat dibayar dengan kemenangan yang sangat dibutuhkan Laskar Sambernyawa. (hj/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#liga 1 indonesia #persis solo #PSBS