RADARSOLO.COM – Kekecewaan suporter Persis Solo memuncak setelah tim kesayangannya kembali gagal meraih kemenangan saat menjamu PSBS Biak di Stadion Manahan, Sabtu (21/2/2026) lalu. Hasil imbang yang diraih Laskar Sambernyawa memicu reaksi keras dari tribun penonton.
Seusai pertandingan, sejumlah suporter meluapkan kekecewaan dengan mencoba mendekati area lapangan. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap performa tim yang dinilai belum menunjukkan perbaikan signifikan.
Situasi sempat memanas ketika sebagian suporter turun dari tribun dan mendekati lapangan sambil menyuarakan tuntutan pergantian pelatih kepala Milomir Seslija. Mereka menilai pelatih asal Bosnia tersebut belum mampu membawa Persis keluar dari tren hasil kurang memuaskan.
Aksi protes tersebut kemudian menjadi viral di media sosial. Insiden itu juga diperkirakan berujung pada sanksi karena tindakan suporter dinilai melanggar regulasi pertandingan.
Direktur Persis Solo Ginda Ferachtriawan mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Komdis terkait insiden tersebut sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
“Kita masih menunggu hasil atau laporan Komite Disiplin mengingat kejadian kemarin cukup viral,” ujarnya.
Sambil menunggu keputusan resmi, manajemen berencana membuka komunikasi dengan elemen suporter untuk menyamakan persepsi. Langkah tersebut diharapkan bisa mencegah kejadian serupa terulang pada pertandingan berikutnya.
Menurut Ginda, tindakan protes yang melanggar regulasi berpotensi membawa konsekuensi besar bagi klub.
Dia mengingatkan bahwa sanksi maupun denda justru akan merugikan tim sendiri.
“Jika ini dibiasakan atau setiap kekecewaan dilakukan dengan tindakan yang tidak sesuai regulasi, tim yang akan dirugikan. Jangan sampai kena sanksi, jangan sampai kena denda,” katanya.
Dia menegaskan bahwa manajemen juga merasakan kekecewaan yang sama atas hasil yang diraih tim sejauh ini. Namun pelampiasan emosi seharusnya tidak dilakukan dengan cara yang melanggar aturan pertandingan.
“Kita manajemen juga kecewa sekali walau sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun bukan dengan cara seperti itu melampiaskannya,” ucapnya.
Menurutnya, situasi yang kondusif sangat dibutuhkan agar tim bisa fokus memperbaiki performa dalam pertandingan berikutnya. Gangguan di luar lapangan dikhawatirkan hanya akan menambah tekanan bagi pemain maupun tim pelatih.
Manajemen berharap keputusan Komdis nantinya tidak membawa dampak besar bagi Persis Solo sekaligus menjadi pelajaran bersama agar pertandingan selanjutnya dapat berlangsung lebih tertib dan aman. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy