RADARSOLO.COM - Rapor Milomir Seslija bersama Persis Solo rupanya masih jauh dari kata memuaskan.
Pelatih yang akrab disapa Milo itu kembali dipercaya menukangi Laskar Sambernyawa sejak 16 Desember 2025, menggantikan Peter de Roo di kursi pelatih kepala. Namun, periode keduanya ini belum menghadirkan angin segar.
Dalam sembilan laga yang sudah dijalani, Milo baru mampu mempersembahkan satu kemenangan, tiga hasil imbang, dan lima kekalahan. Total hanya enam poin yang diraih. Catatan yang jelas belum sesuai ekspektasi, terlebih Persis tengah berjuang keluar dari tekanan papan bawah.
Ini menjadi fase kedua Milo bersama Persis. Pada episode pertamanya di musim 2023/2024, ia sempat memimpin dalam 23 pertandingan dengan torehan 11 kemenangan, dua seri, dan 10 kekalahan. Namun, memasuki pertengahan Liga 1 2024/2025, ia dilepas setelah rentetan hasil minor.
Kali ini, tantangannya terasa lebih berat. Persis bahkan terdampar di posisi juru kunci Super League.
Dari 22 laga yang sudah dilakoni musim ini, Persis baru mencatat dua kemenangan, tujuh seri, dan 13 kekalahan dengan koleksi 13 poin.
Mereka tertinggal dari Persijap Jepara yang mengoleksi 18 poin serta Semen Padang dengan 16 poin—dua tim yang juga berada di zona merah.
Milo tak menampik situasi sulit tersebut. Namun, ia menilai kondisi tim saat ini juga dipengaruhi banyaknya pemain baru yang masih beradaptasi. Proses pembentukan tim, menurutnya, belum sepenuhnya rampung.
“Kami memiliki banyak pemain baru dan sedang membangun tim supaya jadi lebih bagus. Masih banyak pemain yang beradaptasi,” ujarnya.
Dia mencontohkan ada striker yang baru bergabung empat hari sebelum pertandingan. Dengan waktu sesingkat itu, chemistry tentu belum terbentuk maksimal. “Kami memerlukan sekitar empat minggu agar tim bisa beradaptasi,” tegasnya.
Meski hasil belum berpihak, Milo melihat ada progres dalam permainan. Dominasi di beberapa laga dianggapnya sebagai sinyal positif dari proses yang sedang berjalan.
“Untuk tim yang baru terbentuk dan sudah tampil mendominasi, ini cukup bagus. Memang kami seharusnya bisa mencetak gol lebih banyak,” tambahnya.
Dia pun berharap penilaian terhadap tim dilakukan secara objektif, tidak semata-mata melihat hasil akhir pertandingan.
Persis, lanjutnya, masih memiliki peluang memperbaiki posisi di sisa laga musim ini.
Namun realitas di lapangan tak bisa diabaikan. Tekanan suporter kian deras, ancaman degradasi makin nyata.
Laga-laga berikutnya menjadi penentu: apakah Laskar Sambernyawa mampu bangkit dan keluar dari jeratan papan bawah, atau justru semakin terperosok ke jurang degradasi.
Rapor Milomir Seslija Bersama Persis Solo
Perjalanan Milomir Seslija bersama Persis Solo musim ini terlihat penuh pasang-surut.
Catatan sembilan laga yang telah dilalui menunjukkan betapa beratnya langkah Laskar Sambernyawa di bawah komando pelatih asal Bosnia tersebut.
Debutnya berlangsung pahit ketika Persis harus takluk 1–5 di markas Dewa United pada 20 Desember 2025.
Seminggu kemudian, cerita tak jauh berbeda terjadi saat tandang ke markas Persik Kediri. Persis pulang dengan kekalahan 1–2.
Situasi makin berat ketika kembali ke kandang pada 4 Januari 2026, di mana Persita Tangerang mencuri tiga poin setelah menang 3–1.
Kemenangan baru hadir lebih dari sebulan sejak laga pertama.
Pada 11 Februari 2026, Persis akhirnya mencatat kemenangan perdana dengan skor 3–2 saat bertandang ke markas Semen Padang.
Sayangnya, momentum positif itu tidak bertahan lama.
Sejumlah hasil negatif kembali hadir, termasuk kekalahan 0–1 dari Borneo FC pada 23 Januari 2026 dan hasil serupa ketika menjamu Persib Bandung pada 31 Januari 2026.
Dua pertandingan beruntun tanpa kemenangan itu menegaskan bahwa stabilitas masih jauh dari kata ideal.
Masuk Februari, performa Persis sedikit lebih baik, walaupun belum sepenuhnya memuaskan. Mereka bermain imbang 0–0 saat melawat ke markas PSIM Jogja pada 6 Februari 2026.
Hasil seri kembali terulang ketika menjamu Madura United, berakhir 2–2 pada 13 Februari 2026. Konsistensi yang diharapkan belum terlihat, tetapi setidaknya Persis mulai menghindari kekalahan.
Hasil imbang kembali tercipta saat menjamu PSBS Biak pada 21 Februari 2026. Laskar Sambernyawa menutup laga dengan skor 1–1, melengkapi rangkaian pertandingan yang penuh perjuangan.
Dari sembilan laga yang sudah dijalani, Milomir Seslija mencatat satu kemenangan, empat hasil seri, dan empat kekalahan.
Catatan itu memperlihatkan bahwa Persis masih mencari bentuk terbaiknya. Stabilitas performa menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dibereskan jika Persis ingin bangkit dan kembali menapak ke papan atas klasemen. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy