RADARSOLO.COM - Laga kontra Persik Kediri dalam lanjutan Super League 2025/2026 pekan ke-23 yang berlangsung Minggu (1/3/2026) bukan menjadi pertandingan biasa untuk Persis Solo. Duel di kandang sendiri itu bisa menjadi titik krusial bagi Laskar Sambernyawa. Bukan hanya soal posisi klasemen, tetapi juga masa depan sang pelatih, Milomir Seslija, yang disebut telah menerima ultimatum dari manajemen.
Situasi ini membuat tensi pertandingan meningkat bahkan sebelum peluit awal dibunyikan. Persis membutuhkan kemenangan untuk menjaga asa bertahan di papan bawah. Sementara bagi Milo, tiga poin bisa menjadi jawaban atas keraguan yang mulai mengemuka.
Pelatih asal Bosnia tersebut menyatakan dirinya tidak merasa berada dalam tekanan.
Dia memilih bersikap tenang dan menyerahkan segalanya pada dinamika pertandingan. Namun, ia juga menyadari bahwa hasil belum sepenuhnya berpihak pada timnya.
“Terkait pernyataan manajemen, tidak ada seorang pun yang bisa memastikan apa yang terjadi besok. Bola memang seperti itu. Saya merasa tidak tertekan, tapi semua orang harus bilang objektif juga karena tim sudah melakukan progres tapi memang hasilnya belum datang,” terangnya.
Secara objektif, situasi Persis memang belum stabil. Dalam beberapa laga terakhir, permainan dinilai membaik, tetapi konversi peluang menjadi gol masih menjadi persoalan klasik. Progres yang diklaim belum terlegitimasi oleh angka di papan skor.
Milo pun mencoba menjelaskan bahwa akar masalah tim bukan pada skema atau pendekatan taktik. Ia menilai fondasi permainan sudah terbentuk. Namun, aspek komunikasi dan chemistry di lapangan dinilai belum optimal.
“Masalahnya sendiri bukan terletak pada taktik, tapi pada komunikasi dan chemistry di lapangan. Kita harus percaya bahwa bermain bagus dan mungkin bisa kalian lihat ketika melawan Persib Bandung banyak memiliki peluang, sementara kemarin misalnya Semen Padang melawan Persib Bandung, tapi ternyata mereka tidak bisa melakukan perlawanan,” ujarnya.
Pernyataan itu menjadi pembelaan sekaligus argumen bahwa Persis sebenarnya sudah berada di jalur yang benar. Saat menghadapi Persib Bandung, Laskar Sambernyawa dinilai mampu menciptakan sejumlah peluang bersih. Hanya saja efektivitas akhir yang belum maksimal.
Bandingkan dengan Semen Padang yang disebut Milo tak mampu memberi perlawanan berarti saat menghadapi lawan yang sama. Artinya, menurutnya, level permainan Persis sudah meningkat. Masalahnya tinggal pada detail kecil yang belum sinkron.
Detail kecil itu, dalam pandangan Milo, adalah komunikasi antar pemain di lapangan. Koordinasi yang terlambat sepersekian detik bisa berujung peluang terbuang. Chemistry yang belum menyatu membuat transisi permainan belum seefektif yang diharapkan.
Kini, laga melawan Persik menjadi momentum pembuktian. Jika progres yang diklaim benar adanya, maka tiga poin seharusnya bisa diraih. Apalagi bermain di hadapan publik sendiri memberi dorongan moral tambahan.
Namun jika hasil kembali tak sesuai harapan, narasi progres bisa berubah menjadi tanda tanya besar dan menjadi akhir dari perjalanan Milomir Seslija bersama Persis Solo musim ini. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy