Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Drama Penalti Gagal, Kartu Merah, hingga Gol Rebound! Persis Solo Bikin Manahan Meledak dan Hapus Kutukan Yang Membelenggu

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Senin, 2 Maret 2026 | 00:31 WIB

Striker Persis Solo Dimitri Lima saat melawan Persik Kediri di Stadion Manahan, Minggu malam (1/3/2026).
Striker Persis Solo Dimitri Lima saat melawan Persik Kediri di Stadion Manahan, Minggu malam (1/3/2026).

RADARSOLO.COM – Misi meraih kemenangan perdana di kandang sekaligus keluar dari zona degradasi akhirnya dituntaskan Persis Solo dengan mulus, tepatnya saat menjamu Persik Kediri pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Minggu malam (1/3/2026).

Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga menjadi ujian bagi pelatih kepala Persis Solo Milomir Seslija yang dibebani target enam poin dalam dua pertandingan beruntun melawan Persik Kediri dan Persijap Jepara.

Jika gagal dia dipastikan harus angkat koper dari Kota Bengawan. 

Beban berat tentu dipikul anak-anak Kota Solo juga di lapangan.

Menariknya, laga ini memunculkan ketegangan dan drama yang sangat seru sepanjang laga. 

Sejak peluit pertama, Laskar Sambernyawa langsung tampil agresif.

Dukungan ribuan suporter membuat tuan rumah percaya diri menguasai permainan, meski peluang bersih baru muncul pada menit ke-9 melalui sepakan Dusan Mijic yang tipis menyamping dari gawang Leonardo Navacchio.

Pertandingan berjalan disiplin hingga menit ke-13, dengan dual lini tengah cukup ketat. Persik beberapa kali mencoba keluar dari tekanan lewat skema serangan balik cepat.

Gol pembuka Persis lahir pada menit ke-21. Bruno Gomes memanfaatkan umpan matang Dimitri Lima, membuat Manahan bergemuruh.

Namun Persik berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-30 lewat Jose Enrique yang lolos dari jebakan offside. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Milo melakukan perubahan taktik. Irfan Jauhari dan Jefferson Carioca masuk untuk menambah variasi serangan. Sementara Vukasin Vranes digantikan Riyandi, yang kemudian tampil krusial.

Persik melakukan pergantian pada menit ke-56 ketika Sanjaya mengalami cedera dan digantikan Rifqi.

Satu menit kemudian, el capitano Persis Solo asal Serbia, Andre Alba juga ditarik keluar demi menjaga stabilitas lini tengah Laskar Sambernyawa. 

Memasuki menit ke-60, Persis semakin intens menggempur pertahanan Persik. Sejumlah peluang dari bola mati termasuk tendangan bebas Dejan Tumbas masih belum berbuah gol.

Drama besar terjadi pada menit ke-82. Wasit menunjuk titik putih setelah handsball Althaf di kotak penalti yang juga berujung kartu merah.

Ezra Walian maju sebagai eksekutor, namun tendangannya berhasil digagalkan Riyandi.
Publik Manahan akhirnya bersorak lagi pada menit ke-85.

Roman Paparyha memanfaatkan bola rebound dan membawa Persis berbalik unggul 2-1. Di masa injury time, Riyandi kembali tampil heroik dengan penyelamatan penting yang memastikan kemenangan tetap utuh hingga laga usai.

Pelatih Persik Kediri Marcos Reina mengaku, kecewa dengan performa timnya yang dianggap tampil tanpa energi.

“Saya tidak senang dengan hasil ini. Persik seperti kehilangan semangat dan energi, berbanding terbalik dengan Persis. Ini laga terburuk sejak saya datang,” tegasnya.

Sementara itu, Milo -sapaan akrab Milomir Seslija- menyebut kemenangan ini sebagai bukti mentalitas timnya.

“Kami tidak punya alasan untuk tidak menang hari ini. Pemain menunjukkan karakter dan determinasi. Persik bermain baik, tapi kami tidak menyerah,” ujarnya.

Milo juga memuji dua pemain kunci dalam pertandingan ini.

“Roman mencetak gol yang tidak mudah dan Riyandi melakukan penyelamatan penting. Namun kami harus evaluasi karena masih kebobolan dari satu peluang. Kami belum di posisi aman, tapi karakter untuk bertahan di liga sudah terlihat,” tambahnya.

Tambahan tiga poin membuat Persis naik satu peringkat ke posisi ke-17 klasemen sementara. Dari 23 laga, Persis mengoleksi 16 poin hasil dari 3 kemenangan, 7 imbang, dan 13 kekalahan—sama dengan koleksi poin Semen Padang di dasar klasemen.

Kemenangan ini membuka peluang Persis keluar dari zona degradasi. Di atas mereka saat ini terdapat Madura United (20 poin), Persijap Jepara (19 poin), dan PSBS Biak (18 poin) di posisi 14–16.

Jika pekan depan Laskar Sambernyawa mampu mencuri kemenangan di kandang Persijap Jepara, bukan tidak mungkin mereka bisa lepas dari jeratan zona merah yang sudah mengikat sejak lama. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#milo #persis solo #milomir seslija #persik kediri