RADARSOLO.COM - Euforia kemenangan Persis Solo atas Persik Kediri pada Minggu (1/3) masih terasa, namun tantangan berat sudah ada di depan mata.
Pada Kamis (5/3/2026), Persis Solo sudah harus menjalani laga tandang dengan menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini.
Meski bertandang menuju Jepara dengan bekal kemenangan atas Persik Kediri, Laskar Sambernyawa masih membawa seabrek pekerjaan rumah terkait penampilannya di Manahan lalu.
Pelatih kepala Persis Solo, Milomir Seslija, tak menutup mata terhadap kekurangan timnya. Ia menilai kemenangan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan performa ideal yang diharapkan seperti tumpulnya penyelesaian lini depan.
Laskar Sambernyawa tercatat memiliki 6 sampai 7 peluang, Milo sendiri yang melihat catatan tersebut agak menyesalkan timnya cuma bisa mengkonversi kesempatan tersebut menjadi 2 gol.
Situasi itu berbanding terbalik dengan efektivitas lawan. Dari peluang terbatas, Persik mampu mencetak satu gol yang sempat membuat situasi pertandingan menegang hingga akhir laga.
Oleh sebab itu, Milo terus mewanti-wanti anak asuhnya untuk tetap fokus karena posisi tim belum aman meski kemenangan melawan Macan Putih jelas meningkatkan moral tim yang selama ini terseok-seok dengan hasil kurang optimal.
"Tadi kita punya 6 sampai 7 peluang dan hanya bisa mencetak 2 gol tapi di sisi lain, Persik Kediri punya satu peluang dan menjadi gol dan itu akan jadi evaluasi kami. Kita belum di posisi yang aman klasemen tapi berhasil menunjukkan karakter untuk bertahan di Liga 1," ucap Milomir Seslija.
Selain persoalan efektivitas lini depan, Milo menyoroti rapuhnya konsentrasi lini belakang saat tim sudah unggul. Menurutnya, kecenderungan mengendur setelah memimpin skor menjadi celah yang tak boleh terus terulang.
Tak hanya itu, permainan di lini tengah pun menjadi catatan. Milo menilai para pemain terlalu lama memegang bola sehingga aliran serangan menjadi lambat dan mudah dibaca lawan.
"Kami masih perlu meningkatkan pertahanan dan kami punya banyak sentuhan di lini tengah, ketika Anda harus melepaskan bola terutama di bagian tengah pada babak pertama. Jika kita bermain satu dua sentuhan, kita bisa mencetak beberapa gol dan mungkin lebih. Ini adalah masalah kita yang terkadang memegang bola terlalu banyak," ujarnya.
Milomir Seslija berucap bahwa ada beberapa poin bagus dan buruk yang bisa ia ambil saat menghadapi Persik Kediri. Namun satu hal yang pasti, perbaikan masalah-masalah yang diperlihatkan Persis Solo tersebut harus dibenahi dengan cepat.
Sebab, Persijap Jepara tidak akan mengasihani Laskar Sambernyawa karena sedang bersaing untuk tetap bertahan di Super League musim depan.
"Ada banyak poin bagus tapi kita harus memperbaiki banyak hal. Banyak kerja keras yang harus dilakukan namun waktu yang singkat untuk memperbaikinya dan kita harus melakukannya dengan cepat," pungkasnya.
Kini waktu menjadi lawan berikutnya. Persis harus bergerak cepat membenahi detail-detail kecil sebelum bertandang ke markas Persijap pada pekan ke-24 Super League 2025/2026.
Apalagi, Laskar Kalinyamat tengah dalam tren positif usai menumbangkan Persebaya 3-1. Tanpa pembenahan konkret, laga di Jepara berpotensi menjadi ujian berat bagi Laskar Sambernyawa. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy