RADARSOLO.COM - Pada lanjutan pekan ke-25 kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2025/2026 atau BRI Super League, Semen Padang FC berhasil meraih kemenangan penting saat bertandang ke markas PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (9/3/2026).
Tim Kabau Sirah menang dengan skor 2-0.
Pertandingan berlangsung cukup ketat sejak awal. Kedua tim sama-sama berusaha mencari celah untuk mencetak gol, namun hingga babak pertama berakhir skor masih tetap imbang tanpa gol atau 0-0.
Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan lebih terbuka. Semen Padang akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-70 melalui gol yang dicetak oleh Guillermo Fernandez Hierro.
Gol tersebut membuat tim tamu semakin percaya diri dalam menguasai jalannya laga.
Menjelang akhir pertandingan, Guillermo Fernandez Hierro kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-90. Gol kedua tersebut sekaligus memastikan kemenangan Semen Padang FC dengan skor 2-0 atas PSBS Biak.
Kemenangan ini membuat persaingan di zona degradasi semakin memanas. Beberapa klub kini terlibat dalam perebutan poin untuk menghindari jurang degradasi di papan bawah klasemen.
Semen Padang FC memang masih berada di zona merah, tepatnya di posisi ke-16 dengan koleksi 20 poin dari 25 pertandingan. Sepanjang musim ini, Semen Padang mencatat 5 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 15 kekalahan.
Jumlah poin Semen Padang kini sama dengan dua tim di atasnya, yakni Madura United FC di peringkat ke-14 dan Persijap Jepara di posisi ke-15 yang juga mengoleksi 20 poin.
Sementara itu, PSBS Biak masih tertahan di peringkat ke-17 dengan 18 poin dari 25 pertandingan, hasil dari 4 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 15 kekalahan.
Di dasar klasemen, posisi juru kunci masih ditempati oleh Persis Solo dengan 17 poin dari 24 pertandingan, setelah mencatat 3 kemenangan, 8 hasil imbang, dan 13 kekalahan sepanjang musim ini.
Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, persaingan di papan bawah klasemen Liga 1 dipastikan akan semakin menegangkan. Setiap poin menjadi sangat berharga bagi tim-tim yang berusaha keluar dari zona degradasi. (Nik)
Editor : Niko auglandy