Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ternyata Ini Sosok di Balik Bangkitnya Persis Solo dari Zona Degradasi

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Selasa, 17 Maret 2026 | 03:15 WIB

Suporter Persis Solo membentangkan spanduk dukungan di Stadion Manahan.
Suporter Persis Solo membentangkan spanduk dukungan di Stadion Manahan.

RADARSOLO.COM - Kemenangan meyakinkan diraih Persis Solo saat menaklukkan Bali United dengan skor telak 3-0 pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Kamis (12/3).

Hasil tersebut tidak hanya menghadirkan tiga poin penting, tetapi juga membawa Laskar Sambernyawa keluar dari zona degradasi setelah sekitar 20 pekan terjebak di dasar klasemen.

Pelatih Kepala Persis Solo Milomir Seslija, tak mampu menyembunyikan rasa puasnya atas performa anak asuhnya. Namun menurut pelatih asal Bosnia itu, kebangkitan tim bukan semata hasil kerja tim kepelatihan di lapangan, melainkan juga buah dari kontribusi besar tim medis dan staf fisik.

Milo menilai keberanian memainkan sejumlah pemain yang sebelumnya mengalami masalah kebugaran tidak lepas dari kerja keras tim medis.

Ia mengungkapkan bahwa beberapa pemain sebenarnya tengah menghadapi kendala cedera, termasuk gelandang kreatif Dimitri Lima serta Jefferson.

Meski demikian, hasil pemeriksaan medis memberikan lampu hijau bagi tim pelatih untuk tetap memanfaatkan mereka dalam kondisi terbatas. Keputusan tersebut terbukti tepat, terutama saat Dimitri Lima mampu memberikan kontribusi penting meski hanya bermain singkat.

Umpan yang dilepaskan pemain asal Brasil itu berbuah assist yang membantu Persis menambah gol di penghujung pertandingan.

“Saya ingin berterima kasih kepada tim medis, dokter Iwan. Kami memiliki masalah cedera dengan Dimitri dan Jefferson, tidak ada seorang pun yang mengetahui itu. Kita menerima hasil MRI dan berani memainkan mereka. Dimitri bahkan berperan baik dengan menciptakan gol,” ujar Milo.

Ucapan terima kasih juga disampaikan Milo kepada tim pelatih fisik yang dinilai berhasil meningkatkan kebugaran pemain dalam waktu relatif singkat.

Menurutnya, kondisi fisik para pemain Persis menunjukkan perkembangan signifikan, meski sebagian pemain datang dan bergabung di tengah musim.

“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada tim pelatih fisik saya. Ini tidak mudah karena pemain datang dalam waktu singkat, tetapi kebugaran mereka semakin membaik dan kita bisa mempersiapkan mereka dengan baik,” jelasnya.

Milo menegaskan, keberhasilan Persis Solo bangkit di paruh kedua musim merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen tim. Ia menyebut kontribusi staf pelatih, ofisial, hingga tenaga medis memiliki peran penting dalam menjaga performa tim.

Secara khusus, Milo juga mengapresiasi peran asistennya, Milos Durovic, yang dinilai memberikan kontribusi besar dalam membantu proses adaptasi pemain, termasuk dalam hal nutrisi dan suplemen.

“Saya ingin berterima kasih kepada asisten pelatih saya, Milos Durovic, karena memberikan kontribusi luar biasa dalam memberikan saran, asupan, dan suplemen agar pemain bisa beradaptasi lebih cepat. Kredit juga saya berikan kepada Titan, Zulhazman, dan Eddy karena mereka sangat berkontribusi. Ini bukan hanya kerja Milo saja,” pungkasnya. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#Super League #persis solo #Dimitri Lima #Bali United