RADARSOLO.COM - Dony Tri Pamungkas biasa dibilang saat ini jadi pemain termuda di timnas senior. Pemain pemain kelahiran Desa Gumukrejo, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, pada 11 Januari 2005 ini sukses membuktikan bahwa umur hanya angka.
Ketika pemain muda diberi kepercayaan, dia tentu akan memberi yang terbaik pada dirinya.
Sang kakak, Joko Sasongko, mengaku sempat diliputi rasa gugup saat menyaksikan adiknya bermain di hadapan puluhan ribu penonton.
“Saya jujur grogi, deg-degan nonton. Tapi untuk penampilan Dony, saya tidak malu. Apalagi ini debutnya di tim senior,” ujar Joko kepada Jawa Pos Radar Solo,
Menurut Joko, Dony memang dikenal sebagai sosok pekerja keras sejak kecil. Bahkan, dia juga sempat menjadi inspirasi awal bagi sang adik untuk menekuni sepak bola.
Joko sendiri pernah berkarir sebagai pemain di Pelita Jaya FC, Arema Cronus hingga Persisam Samarinda.
“Dia selalu terbuka menerima masukan. Itu yang bikin dia terus berkembang,” tambahnya.
Baca Juga: WFH Jumat Berlaku, Tapi Tidak Semua ASN di Jateng Bisa Ikut: Ini Sektor yang Wajib Masuk Kantor
Kisah perjuangan Dony juga tak lepas dari pengorbanan sang ibu, Saparti. Dengan mata berkaca-kaca, dia mengenang masa-masa mengantar Dony berlatih ke Jakarta sejak usia 10 tahun.
“Tiga tahun pulang pergi Boyolali–Jakarta, seminggu sekali. Alhamdulillah sekarang membuahkan hasil,” tuturnya.
Meski kini sang anak telah menembus Timnas Indonesia dan memperkuat Persija Jakarta, Saparti tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan berjualan es kelapa di rumah. Keluarga berharap, langkah awal Dony ini menjadi pijakan untuk karir yang lebih gemilang di masa depan. (fid/nik)
Editor : Niko auglandy