RADARSOLO.COM - Antusiasme masyarakat dalam berbusana menggunakan jersey sepak bola atau sering disebut "Blokecore" tengah digandrungi dalam beberapa tahun terakhir. Kebanyakan dari mereka yang menggandrungi tren fashion ini memilih jersey bernuansa vintage.
Namun tak jarang pula orang-orang melirik jersey bernuansa lain atau pun yang sedang tren dikalangan pecinta seragam tim sepak bola tersebut. Salah satu jersey yang sempat mencuri perhatian adalah jersey milik tim lokal dari Boyolali, yakni Persebi Boyolali.
Beberapa waktu yang lalu, jersey tim sepak bola Persebi Boyolali berhasil mencuri perhatian karena keunikan desain yang ditampilkan yakni berupa gambar-gambar monokrom dengan ilustrasi yang berciri khas Boyolali.
Bahkan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka sempat menaruh perhatian pada jersey tim kebanggan Kota Susu tersebut. Jersey Persebi Boyolali musim ini bekerja sama dengan apparel Oliver dari Sukoharjo.
Pemilik Oliver Huda Sulistyo mengungkapkan, kreativitas timnya menjadi kunci sukses viralnya desain yang terpampang dalam jersey tim Persebi Boyolali tersebut.
Menurut Huda, awal mula timnya bisa menciptakan desain unik pada jersey Persebi karena adanya dorongan dari permintaan pencinta atau kolektor jersey sepak bola yang sedang mencari jersey dengan keunikan tersendiri namun tetap bagus ketika dipakai.
Oleh sebab itu, Huda dan tim Oliver memutuskan untuk membuat jersey Persebi Boyolali menggunakan konsep mengangkat unsur kultur atau identitas lokal Boyolali dalam penerapan desainnya.
"Untuk jersey-nya sendiri, proses kreatifnya berawal dari kami kerja sama di tahun kemarin. Kami juga melihat peluang itu bahwasannya sekarang yang dicari para kolektor jersey bukan tentang jersey yang bagus. Ini memang masih tapi mereka mencari hal yang baru, jersey unik tapi tetap kece dipakai," ujar Huda kepada Jawa Pos Radar Solo.
"Akhirnya kita ciptakan jersey bernuansa kultur Boyolali, kita bikin jersey yang unik dan berbeda dari yang lain dengan mempresentasikan Boyolali," sambungnya
Sorotan dari Gibran semakin mendongkrak popularitas jersey tersebut. Tak hanya diminati oleh pendukung Persebi Boyolali atau masyarakat Soloraya, jersey ini juga menjadi incaran kolektor dari berbagai daerah di Indonesia.
"Alhamdulillah-nya dari kreatifitas anak-anak desain membuahkan sebuah hasil dengan jersey-nya menjadi viral sampai wakil presiden, Gibran Rakabumi juga menyoroti itu dan memberikan apresiasi lewat komentar di Instagram," ujarnya
"Berawal dari situ jersey tersebut booming tidak hanya di kalangan kolektor lokal sampai di wilayah Nasional. Tidak cuma fans Persebi yang menyukai jersey tersebut, tapi kolektor-kolektor di luar wilayah Soloraya yang mencari jersey tersebut," tambahnya.
Baca Juga: Hasil Banding Persis Solo: Larangan Tanding Dikurangi Jadi 2 Laga, Denda Malah Naik Tiga Kali Lipat
Popularitas jersey Persebi dengan nuansa hitam putih beserta gambar-gambar kultur ikonik dari Boyolali juga berdampak pada harga yang melambung tinggi.
Semula jersey tersebut dijual dengan harga sekitar Rp 249 ribu. Tapi saat jatuh ditangan kolektor, harga tersebut bisa mencapai satu juta rupiah. Hal ini memang tak bisa terelakkan karena pihak Oliver memproduksi jersey unik milik Persebi Boyolali tersebut dengan stok terbatas.
"Itu karena uniknya jersey tersebut (soal naiknya harga jersey di tangan kolektor) karena kita juga sudah tidak lagi memproduksi," ujarnya.
Tahun ini dengan kemungkinan Persebi Boyolali lolos ke babak Liga 4 Nasional, Persebi Boyolali kembali bekerja sama dengan Oliver. Desain terbaru hadir dengan sentuhan lebih serius dan profesional. Bisa dipastikan jersey tersebut juga akan diproduksi dalam kuota yang terbatas.
Kemungkinan dengan desain terbaru ini, fenomena viral jersey Persebi bisa terulang. Melalui peristiwa ini juga menunjukan bahwa kreativitas industri lokal bisa bersaing di tingkat nasional, dimulai dari desain lucu hingga detail eksklusif yang membuat jersey menjadi simbol budaya dan inovasi. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy