RADARSOLO.COM - Persis Solo dipastikan menjalani laga kandang tanpa kehadiran penonton saat menjamu Semen Padang pada lanjutan BRI Super League 2025/2026. Kondisi ini menjadi kerugian tersendiri bagi Laskar Sambernyawa yang selama ini dikenal memiliki dukungan suporter fanatik saat bertanding di Stadion Manahan,Minggu (12/4/2026).
Absennya suporter membuat atmosfer pertandingan diprediksi berbeda dari biasanya. Dukungan langsung dari tribun yang kerap menjadi energi tambahan bagi pemain Persis kali ini tidak bisa dirasakan. Situasi tersebut dinilai dapat memengaruhi intensitas permainan tim tuan rumah.
Penyerang Persis Solo Bruno Gomes mengakui, laga tanpa penonton bukan kondisi ideal bagi timnya. Dia menyebut kehadiran suporter selama ini layaknya pemain ke-12 yang memberikan dorongan moral di atas lapangan. Kehilangan faktor tersebut dinilai cukup berdampak.
"Tidak bagus untuk kita karena kita memiliki 12 pemain ketika kita memiliki dukungan dari suporter. Di sisi lain sanksi ini akan bagus untuk Semen Padang karena tidak ada tekanan dari suporter Persis Solo," ujar Bruno Gomes saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, atmosfer stadion yang penuh dengan dukungan suporter mampu memberikan tekanan tambahan bagi tim lawan. Hal itu kerap menjadi keuntungan tersendiri bagi Persis saat tampil di kandang. Tanpa kehadiran fans, situasi pertandingan dipastikan akan terasa lebih netral.
Bruno juga menilai kondisi ini justru bisa menguntungkan Semen Padang. Tanpa tekanan dari suporter tuan rumah, tim tamu berpotensi bermain lebih lepas. Hal tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Persis dalam mengamankan poin penuh.
Baca Juga: Tak Cuma Striker, Milo Tuntut Seluruh Pemain Persis Solo Bisa Cetak Gol
Meski demikian, pemain asal Brasil itu menegaskan bahwa timnya tidak ingin terlalu larut dalam kondisi tersebut. Dia memastikan para pemain tetap fokus pada aspek teknis di lapangan. Target kemenangan tetap menjadi prioritas utama.
"Tapi menurut saya dengan fans kami di dalam stadion, atmosfernya untuk memberi tekanan pada lawan akan lebih baik. Tapi itu yang terjadi, tidak ada masalah. Kami hanya perlu memikirkan permainan di dalam lapangan dan memenangkan pertandingan," jelasnya.
Persis Solo diharapkan tetap mampu tampil maksimal meski tanpa dukungan langsung dari suporter. Para pemain dituntut menjaga konsistensi permainan sepanjang laga. Disiplin dan fokus menjadi kunci untuk menghadapi situasi ini.
Selain itu, laga kontra Semen Padang memiliki arti penting dalam upaya Persis menjauh dari zona degradasi. Setiap poin sangat berharga di fase krusial kompetisi. Oleh karena itu, kemenangan tetap menjadi target mutlak.
Kondisi tanpa penonton juga menjadi ujian mental bagi para pemain Persis Solo. Mereka harus mampu menciptakan motivasi internal tanpa dorongan atmosfer stadion. Hal ini menjadi pembeda sekaligus tantangan tersendiri dalam pertandingan nanti.
Dengan segala keterbatasan yang ada, Persis Solo tetap dituntut tampil agresif dan efektif. Laga di Stadion Manahan akhir pekan ini akan menjadi penentu penting dalam perjalanan Laskar Sambernyawa musim ini. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy